Harem: The Vampires World

Harem: The Vampires World
not only your sadness



brak!


deg...


betapa mengejutkan nya pemandangan yang dia lihat saat ini, setelah berhasil mendobrak pintu kamar yang terkunci dengan sihir, Jeffry bisa melihat di sana, istrinya tengah menusukkan pisau ke tubuh seorang wanita yang dia yakini adalah Meera.


"tahan Jeff, biarkan Celine melampiaskan amarahnya" tahan William saat Jeff ingin menghampiri Celine


Meera tergeletak tidak bernyawa, tubuh nya basah oleh cairan berwarna merah yang keluar dari tubuhnya, akibat tusukkan dari Celine.


jleb!


"ini semua pantas kau dapatkan, setelah semua kebaikan yang ku berikan selama ini, kau membalas nya dengan dengan kejahatan yang mengerikan!"


tidak ada yang bisa menghentikan Celine wanita itu telah kehilangan bayinya 2 kali, dengan cara yang menyakitkan, oleh orang yang sama.


"argh!....aku akan menghancurkan mu!,hiks"


seluruh tubuh Celine terkena percikan darah milik Meera, wanita itu melampiaskan amarahnya kepada Meera yang sudah tidak bernyawa.


"Celine!" panggil Jeffry, istrinya sekarang tidak bisa mengontrol emosinya, Celine yang baik sekarang tengah menghabisi nyawa orang lain secara membabi buta, dia sama sekali tidak masalah dengan semua itu, tapi kondisi Celine setelah nya lah yang membuat nya merasa takut.


"hiks! dia membunuh anak kita lagi! Jeff! aku tidak akan membiarkan tubuhnya tetap utuh lagi!hiks!"


jleb!


greep


Celine menatap Jeffry yang tengah menahan tangan nya.


"hentikan!, kau tidak perlu mengotori tangan mu, hanya untuk wanita seperti nya" ucap Jeffry dengan lembut


menatap sendu sang suami, tangisan Celine pecah saat itu juga.


"hiks! kenapa ini terjadi pada kita?!" Celine menjerit di pelukan suaminya.


Jeffry tidak mengeluarkan sepatah katapun, dia hanya menenangkan sang istri yang tengah histeris.


"Rey, berikan mayat itu pada hewan liar" perintah William, ada tiga jenazah yang berada di sini untuk jasad keponakan dan tabib dia bisa mengurus nya sendiri, tapi untuk jasad milik pembantu tidak tau diri itu dia sama sekali tidak Sudi.


"hm!"


"Jeff, bawa istrimu pergi ke kamar lain"


menatap sang kakak sejenak, kemudian Jeff membopong tubuh Celine yang terkulai tidak berdaya.


.


.


.


.


upacara pemakaman berjalan dengan hikmat, tidak banyak orang yang menghadiri pemakaman itu, hanya para pelayan dan keluarga dari tabib wanita itu lah yang Hadir di sana.


"terimakasih kembali tuan, kami juga turut berdukacita atas kepergian bayi kalian" keluarga itu kemudian pergi meninggalkan tempat pemakaman.


William menatap Jeffry, adik bungsu nya itu terlihat sangat rapuh, sejak prosesi pemakaman pria itu sama sekali tidak berbicara ataupun menangis.


"ayo Jeff, Celine pasti membutuhkan mu" ajak William, ketika melihat adiknya itu sama sekali tidak bergerak.


"hm"


...............


di Mansion, lebih tepatnya kamar Celine wanita itu sana sekali tidak menyentuh makanan nya, para pelayan berkali-kali membujuk tapi wanita itu sama sekali tidak bergerak dari berbaring nya.


klek!


"Tuan" para pelayan yang berada di sana membungkuk, saat Jeffry memasuki kamar.


"bagaimana?"


"Nona sudah bangun, tapi dia tidak bergerak dari ranjangnya Tuan" pelayan yang berada di dekat Jeffry melaporkan keadaan Nona mudanya.


"tinggalkan makanan itu di sini, kalian boleh pergi"


semua orang pergi dari ruangan itu, meninggalkan Jeffry berdua saja dengan istrinya yang sama sekali tidak menoleh kearah nya.


mengambil nampan berisi makanan yang berada di atas meja, Jeffry mendekati ranjang, melihat istrinya yang berbaring membelakangi dirinya.


"makanan nya akan dingin, jika kau tidak segera menyentuh nya" Jeffry membuka suaranya, menatap sendu punggung istrinya yang terlihat lemah.


tidak ada jawaban sama sekali, Jeffry membenci ini, dia tidak suka di abaikan apalagi perasaan nya tidak baik sekarang.


kenapa Celine bersikap seperti ini?, bukan hanya wanita itu saja yang kehilangan, tapi dia juga merasakan itu semua.


"Celine, jangan bertingkah seperti ini!, makan makanan mu sekarang!!" untuk pertama kalinya dalam hidup, Jeffry membentak Celine.


"hiks!"


Jeffry tersadar dengan apa yang dia lakukan, punggung istrinya bergetar dia juga mendengar tangisan dari Celine.


"sial!"


sreet...


prang!


Celine meringkuk ketakutan, Jeffry Sangat


marah sekarang, pria itu sampai membanting nampan dari tangan nya kelantai.


brak!


dan terakhir, Jeffry pergi dengan amarah nya, pria itu membanting pintu dengan kerasanya.