
Jeffry tidak berbohong tentang ucapnya kemarin, istana atau Mansion yang akan menjadi tempat tinggal mereka ternyata sudah jadi, entah kapan dia menyiapkan semua ini, pasti Jeff sudah merencanakan ini semua sejak awal.
"dasar licik!"gumam Celine
"kau mengumpat?, jika ingin mengumpat menjauh lah dari ku!, karena aku bisa mendengar seluruh umpatan mu" Jeff memperingati gadis yang sebentar lagi akan menjadi istrinya ini.
"siapa yang mengumpat!?, lagipula kenapa kau bisa mendengar nya!?" kesal Celine, dia pergi menjauh dari Jeff, dan menyusul William yang tengah menyusun dekorasi di aula Mansion.
tidak ingin membuat Celine semakin marah, Jeff menyusul gadis itu segera.
grep..
"lepas!"
"tunggu!, jangan marah, maksud ku seperti ini, em- jika itu suara mu aku bisa mendengarkan nya selama mungkin, tidak peduli jika kau mengumpat atau sedang mengutuk ku" jelas Jeffry, dia menggenggam tangan Celine dengan lembut.
Celine tersenyum mendengar pengakuan dari pemuda di hadapannya ini, dia membalas genggaman Jeff tak kalah erat.
"aku tau, maaf jika aku terlalu kekanak-kanakan untuk mu"
Celine memeluk Jeff dengan erat, untuk pertama kalinya gadis itu memeluk Jeff terlebih dahulu, pemuda itu membalas pelukan Sang gadis dengan sangat erat.
"apapun yang kau lakukan, akan selalu menjadi kebenaran, jadi tidak perlu minta maaf"
"mm"
........
"ekhm!"
"jika kalian sudah bermesraan nya, sebaiknya kalian bersiap untuk pemberkatan" ucap Rey menginstruksikan, dasar dua orang tidak tau malu.
Celine menatap Jeff bingung, secepat ini? bahkan dia belum memakai gaun pengantin nya.
"bersiaplah"
gadis itu semakin bingung saat dua orang wanita paruh baya, menarik nya menuju dalam mansion.
ternyata mereka membawa nya untuk memakai gaun.dan lekas bersiap.
"bibi!, kenapa persiapan nya cepat sekali?, aku mengira akan memerlukan banyak waktu" tanya Celine pada salah satu wanita di sana.
"nona, anda pasti tau jika kami bukan manusia?, untuk kami semua ini sangatlah mudah" bibi yang membantu Celine merapikan rambutnya memberitahu.
Celine hanya bisa pasrah saja, lagi pula dia tidak perlu melakukan apapun.
"sudah selesai!"
Celine menatap pantulan nya di cermin, gaun hitam dengan aksesoris berwarna merah dan silver, mengingatkan nya dengan ruangan khusus yang berada di kastil, bahkan polesan make-up di wajahnya terlihat sangat natural, dia merasa seperti seorang putri sekarang, sungguh di umurnya saat ini baru pertamakali nya dia melihat sosoknya yang berbeda seperti ini.
"Anda sangat cantik nona"
Celine menatap para wanita yang ada di sana, sungguh dia sangat berterimakasih, dia tidak mengira jika dia akan berubah menjadi seperti ini sekarang.
"terimakasih!"
.
.
.
.
.
sedangkan di tempat lain, lebih tepatnya dia altar pernikahan. Jeff sedang menunggu pengantin nya yang akan segera tiba.
di sana dia di temani oleh William yang akan menjadi pendeta sekaligus wali untuknya, para tamu yang hadir adalah para saudara nya yang juga terusir dari istana utama.
klak!...
Rey sebagai wali dari Celine, menggandeng gadis itu dengan sangat hati-hati menuju tempat dimana mereka akan mengucapkan sumpah janji pernikahan.
seiring dengan perjalanan Celine menuju altar, bunga-bunga mawar yang di tanam oleh Jeffry di taburkan di atas nya.
tap!
Jeff mengulurkan tangannya untuk menyambut Celine. dan di balas oleh gadis itu.
mereka berdua berdiri berhadapan, saling melempar senyuman satu sama lain.
William mulai mengucapkan janji suci untuk mereka.
"saya bersedia" tegas Jeff
"Celine Nathalia, apakah anda bersedia?"
"saya bersedia"
"Jeffry Kate, silahkan memberikan tanda untuk Celine Nathalia Kate,"
Jeff mendekati Celine, menyingkirkan penghalang dari leher gadis itu, salah satu cara untuk mengklaim bahwa Celine adalah istrinya adalah dengan gigitan, dengan itu Jeff akan memberikan darah nya untuk Celine, melalui Gigitannya.
crshh
"mhh!"
cup..
"aku mencintaimu" ucapnya setelah selesai memberikan tanda pada Celine
"dengan ini kalian resmi menjadi suami istri!"
para tamu bersorak gembira, memberikan ucapan selamat pada pasangan baru itu.
brak!
duarr!!
"akh!"
"Celine!"
Celine terjatuh saat ledakan yang berasal dari bawah altar pernikahan mengguncang ruangan itu.
"j-jeff"
mereka semua tidak bisa bergerak, mereka terjebak oleh sihir, yang membuat tubuh mereka seakan lengket dengan lantai.
"ahaha!, itu lah yang akan kau dapat jika mengganggu milikku, Jeff!" Joan datang bersama para bawahannya.
"berengsek!, lepaskan istriku!" teriaknya saat Joan berusaha membawa Celine yang tidak sadarkan diri.
"dia menikah Dengan mu!, tapi dia akan tidur dengan ku! khe khe..!" Joan membentang kan sayapnya lebar, tidak lana kemudian ruang aula terasa sepi saat asap memenuhi ruangan itu.
saat asap mulai menghilang, bersama dengan itu Celine juga hilang dari pandangan mereka semua.
"Jeff!, tenanglah!" William melihat perubahan dari Jeff, pemuda itu marah, aura hitam yang keluar dari tubuhnya membuat mereka semua tidak bisa mendekat
pandangan Jeff mulai menggelap, warna matanya berubah menjadi merah pekat,
pria itu menatap tajam pada Rey yang terduduk dengan pandangan syok di sisi ruangan
"shhh!, kau bertanggung jawab untuk semua ini!, Reynold Kate!"
wussshhh!....
"argh!, ukh!" Rey terpental cukup kencang, kepakan sayap dari Jeff membuat nya terpelanting membentur dinding.
"Rey?" William terlihat bingung