
"kau di sini?, bagaimana dengan....
"tidak perlu cemas, mereka semua sudah tamat, William dan Nic akan menyusul nanti" Rey memotong perkataan Jeffry
Jeffry tersenyum miring, setelah mereka sekarang giliran kedua ayah dan anak itu yang akan mereka habisi.
"a-apa maksud kalian?, k-kalian menghabisi p-putra-putra ku?" tidak percaya dengan perkataan musuhnya, bagaimana bisa darah dagingnya tewas karena darah dagingnya yang lain?.
"kejam sekali jika kau hanya menganggap mereka putra-putra mu, bagaimana dengan kami?, ayah?" Jeffry merasa tersinggung, apa tua Bangka itu tidak melihat keberadaan mereka?, hanya karena perbedaan kekuatan saja.
Raja Carsis terduduk di tanah, bagaimana sekarang?, melihat kondisi Joan yang tidak terlihat baik-baik saja, dan putra nya yang lain sudah pergi mendahului nya.
William dan Nic yang sudah tiba di sana pun cukup terkejut, apa Ayah mereka seputus asa itu?.
tidak!, William bukan orang bodoh yang akan percaya begitu saja, jika raja itu selemah ini, bagaimana bisa dia memimpin istana utama sejak beribu-ribu tahun yang lalu?.
"HAHAHAHAHA!!!" seperti orang tidak waras, setelah menangis dan bersedih Raja Carsis, tiba-tiba tertawa dengan keras, seketika suasana perang menjadi hening tanpa suara apapun.
Jeffry mendengus
"seperti nya ini belum selesai"
Dan benar saja Raja Carsis berjalan mendekati Joan yang tidak berdaya, mencabut panah yang berada di perut Joan dengan kasar, bahkan darah segar mengalir deras dari bekas luka milik saudara kembar Jeffry itu.
"a-akh!" rintihan dari bibir Joan tidak membuat Carsis merasa bersalah, malahan Raja itu menarik putranya yang terduduk di tanah hingga berdiri.
sreek
"sekarang kau sudah tidak berguna lagi"
jleb!
"Aarghh!" jerit Joan, ketika ayah nya itu menyedot habis darahnya.
semua yang menyaksikan kejadian itu terdiam seketika, bagaimana bisa seorang ayah tega menghabisi anaknya sendiri?.
bruk!
melempar mayat yang mengering setelah melahapnya.
tubuh raja Carsis mulai menampakkan wujudnya, berbeda dari sebelumnya Kali ini wujud Raja Carsis 2x lebih menyeramkan, itu semua terjadi pasti karena dia menyerap energi dari Joan, bisa di lihat dari kondisi Joan yang mengenaskan.
"wujud mu tidak ada apa-apanya dibanding dengan ku" menyeringai lebar, sangat menyeramkan apalagi bekas darah milik Joan masih berada di sekitar bibirnya.
"tidak ada apa-apanya?, kekuatan kami sudah cukup untuk mengalahkan mu" ucap Jeffry lantang.
"baiklah!"
sring!
pertarungan antara anak dan ayah pun di mulai, kedua orang itu bertarung dengan sungguh sungguh.
William dan Rey ikut membantu Jeffry yang seperti nya kalah banding dengan ayah mereka.
"mereka terlalu cepat!, aku sama sekali tidak bisa melihat mereka" William menatap Jeffry di atas sana.
pertarungan mereka di atas sana sama sekali tidak terlihat, bahkan prajurit yang lainnya berhenti bertarung dan menyaksikan pertarungan yang sengit di atas sana.
Awan hitam menjadi saksi pertarungan keduanya, layaknya cahaya dari kembang api, seperti itulah gambaran pertarungan mereka.
tring!
crash!
"hah...hah" Jeffry mengatur nafasnya, entah beberapa kali pedang milik Sang ayah menggoresnya.
berbeda dengan Jeffry yang kelelahan Carsis sama sekali tidak menampilkan ekspresi kelelahan sama sekali, bahkan pedang milik Jeffry tidak bisa mengenai kulit nya sedikit pun.
"rasakan!, kau terlalu bergembira tadi, sekarang?, lihat dirimu itu!, menyerah lah dan aku akan membunuhmu tanpa rasa sakit"
Jeffry mengeraskan rahangnya
tring! Ting!
pedang keduanya beradu, Jeffry menyerang ayahnya dengan sangat cepat, tapi sayangnya tubuhnya mulai melemah karena terlalu banyak membuang tenaga, di tambah lagi kondisinya yang belum stabil.
crash....
"ssshhh...." desis nya ketika pedang ayahnya menggores lengannya.
tangan Jeffry bergetar, dia baru sadar jika pedang ayahnya sudah di lumuri racun.
"bagaimana?"
"sial!"
seluruh kemampuan Jeffry keluar kan, tetapi dari semua itu tidak ada yang berhasil mengenai Carsis.
Racun di tubuh Jeffry semakin menyebar keseluruh tubuhnya, untuk membuka mulutnya matanya saja sangat sulit sekarang.
jleb!
"Akh!" saat Jeffry mulai lengah, pedang sang ayah berhasil menusuk perutnya.
tubuh Jeffry kembali seperti semula
greep!
Raja Carsis menarik pedangnya kemudian mencengkeram leher Jeffry menggunakan tangan nya.
"kau akan menjadi santapan yang lezat untuk ku" ucapnya menatap Jeffry tajam
Jeffry tidak dapat mendengar apapun tubuhnya lemah, bahkan pedang milik nya terlepas dari genggaman nya.
William panik melihat semua itu, kemudian dia menyuruh Reynold untuk menembakkan panah nya kearah Carsis.
sreet!
jleb!
"argh!"
benar saja tubuh lemas Jeffry jatuh ke bawah Dengan cepat, saat Carsis melepaskan cekikan nya.
William menangkap tubuh Jeffry kemudian dengan cepat melihat kondisi tubuh adiknya yang terlihat buruk.
"Jeff! bangun!" paniknya
semakin panik lagi saat dia melihat Rey bertarung melawan ayah mereka.
"kumohon!"
menyalurkan kekuatan sihirnya yang tidak seberapa, William bahkan mengiris tangan nya sendiri untuk mengisi energi Jeffry.
"lemah, kenapa aku bisa melahirkan putra yang lemah seperti mu?!" ucapnya meremehkan Reynold yang terluka cukup parah, padahal pertarungan belum ada semenit.
"ssh..a-aku lah yang menyesal karena terlahir sebagai putra mu!" balas Rey
"anak kurang ajar!"
duagh!
"akh, uhuk!" Rey menahan nyeri di perut bagian bawah nya, tendangan dari ayahnya ternyata sangat menyakitkan, bahkan dia bisa merasakan darah yang keluar kemudian tertelan kembali.
duagh!
duagh!
"ukh" Rey berdoa agar kesakitan yang dia gunakan untuk mengulur waktu ini, bisa membuat Jeffry tersadar.
"matilah kau!"