Harem: The Vampires World

Harem: The Vampires World
the arrival of william and reynold



setelah Nic datang ke kastil nya, dan memberikan kabar bahwa Celine sedang hamil, William dan Rey langsung bergegas menuju kediaman adik bungsu dan adik iparnya tinggal.


sebenarnya mereka berdua tidak perlu terburu-buru, tapi mengingat kondisi hutan yang entah kapan saja bisa mendapatkan serangan, membuat mereka berusaha mencegah hal yang tidak di inginkan itu terjadi.


Jeffry adalah musuh besar dari keluarga vampir utama sekarang, banyak sekali para musuhnya yang berniat menjatuhkan sang Demon itu, di tambah lagi dengan kehadiran seorang penerus yang bisa jadi sasaran empuk bagi para penjahat itu.


tap...


sreet


"selamat datang Tuan Muda!"


kedua kakak-beradik itu telah sampai di tempat tujuan, berbeda dengan saat pertama kali mereka menginjakkan kaki di Mansion ini, saat itu Mansion masih terlihat suram, tidak ada pelayan satupun yang menyambut kedatangan mereka.


tapi sekarang, bahkan dari jarak yang jauh William bisa melihat para pelayan berdiri sejajar menyambut mereka, yang bahkan belum memasuki gerbang istana.


Rey juga berpikiran hal yang sama dengan kakak tertuanya itu, dia yang biasanya hanya hidup berdua dengan saudara nya di tengah hutan, pertama kalinya di sambut dengan para pelayan.


"entah mengapa, ketika melewati halaman ini, aku merasa tidak asing" ucap William, kedua orang itu berjalan dengan sesekali memperhatikan sekitarnya.


"tentu saja, yang membuat ini semua terlihat tidak asing adalah adik ipar mu" balas Rey.


menaikkan alisnya sebelah


"ya! pemandangan di halaman Mansion ini, di tumbuhi bunga-bunga yang sama dengan yang ada di kastil kita"


perkataan terakhir William mengakhiri pembicaraan mereka.


kepala pelayan, menuntun William dan Rey menuju ruang utama, tempat Celine dan Jeffry berada sekarang.


klek!


"silahkan"


seet


Celine dan Jeffry yang tengah sibuk dengan pakaian bayi mereka, menoleh kearah pintu terbuka.


kedua pasangan itu tidak bisa menahan rasa bahagia mereka ketika melihat siapa yang sekarang berdiri di hadapan mereka berdua.


bruk...


Jeffry memeluk kedua kakaknya dengan sangat erat.


"selamat untuk mu adik kecil!" William memberikan ucapan selamat pada Jeff, pria berkacamata itu menepuk pundak si bungsu dengan bangga.


"selamat!, seperti janjiku aku akan menjaga keponakan ku dengan baik, aku juga akan mengajarinya menggunakan pedang nantinya" Rey, berkata dengan sungguh-sungguh.


"itu pasti"


Celine mendekati kedua pria yang sudah menjadi kakak iparnya, gadis yang sebentar lagi menjadi ibu itu memeluk mereka secara bergantian.


"bagaimana dengan perjalanan kalian?" tanyanya berbasa-basi, Celine juga menuntun mereka untuk duduk di kursi yang tersedia.


"menyenangkan, adik ipar, bagaimana kondisi nya?"


Celine tau 'nya' yang di maksud oleh William adalah kandungan miliknya, gadis itu kemudian menjawab dengan sangat bahagia.


"dia baik, dan sepertinya dia laki-laki"


William tersenyum senang mendengar semua itu.


"dia akan menjadi ksatria yang sangat kuat nantinya" ucap William


"tentu saja! aku yang akan melatih nya secara langsung!" Rey tidak kalah dengan William


mereka semua tertawa bahagia di sana, sampai pelayan pribadi Celine datang membawa makanan untuk mereka.


Rey dan William mengerenyit heran


"siapa dia?"


Rey yang merasa heran langsung bertanya, setelah pelayan itu pergi meninggalkan ruangan.


Celine melihat sekilas punggung Meera, kemudian mengalihkan perhatian nya kembali pada Rey.


"dia Meera, pelayan pribadi ku" ucapnya tersenyum senang.


Jeffry menatap wajah Rey yang terlihat berkerut


"kenapa bertanya?"


"haah, entah mengapa pelayan itu terlihat tidak asing"


Jeffry mengangkat bahunya acuh, dia tidak ingin membahas mengenai pelayan itu. Celine dan William menatap Rey penasaran.


"mungkin aku salah orang" akhirnya