
bukan hanya Celine yang terkejut, William dan Rey juga terkejut melihat sosok Jeff di hadapan mereka.
seharusnya Jeff tidak bisa berubah ke wujud Demon seperti sekarang, wujud itu hanya bisa di lakukan oleh ayah mereka dan darah murni saja, tapi bagaimana bisa Jeff berubah menjadi Demon?.
bahkan Joan pun terlihat terkejut, saudara kembarnya, bisa berubah menyerupai ayahnya, bahkan dia belum mampu berubah ke tahap demon.
"bagaimana kabarmu?, j-o-a-n?, kembaran ku tersayang?" Jeffry menyebut nama Joan penuh tekanan.
mendengar panggilan Jeff padanya, seketika tubuh Joan berkeringat dingin, bahkan kakinya ikut bergetar.
tidak!
hanya karena perubahan Jeff, itu tidak bisa membuat nya gentar.
"seingat ku, aku hanya memiliki saudara kembar yang cacat, bagaimana bisa dia berubah menjadi seperti ini sekarang?" Joan berusaha keras menahan rasa gentarnya.
Jeff meradang mendengar perkataan Joan, pemuda itu berbicara seolah dirinya sendiri adalah makhluk yang sempurna.
"Nona! bisakah anda menyingkir dari sini?, karena sepertinya ini tidak mudah!" titahnya bahkan Jeff tidak melirik ke arah Celine sama sekali.
kemudian Celine, mulai menjauh dari sana sambil membawa beban berat dari tubuh William, untung saja Rey masih bisa bergerak sendiri.
"bagaimana menurutmu?" tanya Jeff balik
mengerenyit heran kemudian Joan menjawab seadanya "aku dengar jika, vampir yang tidak sempurna seperti kalian, ingin menjadi sempurna maka kalian harus mengorbankan banyak nyawa" ujarnya "tapi bagaimana mungkin kau bisa melakukan itu?, bahkan kau tidak memiliki cukup kemampuan, khe,khe"
tawa remeh dari Joan, membuat Jeff tidak suka.
"tidak banyak jika itu dari klan murni" jawab nya santai
deg..
"A-apa?!" Joan sungguh tidak percaya dengan ucapan kembaran nya itu.
bahkan Rey dan William yang menyaksikan pertengkaran mereka, ikut terkejut dengan perkataan Jeff, adik yang mereka sangka lemah dari pada mereka. bisa menghabisi nyawa dari klan murni?, sudah di pastikan jika itu klan murni pasti itu adalah salah satu saudara beda ibu dari keluarga utama.
aura mencekam mengelilingi Joan, saat ini amarah nya tidak bisa di bendung lagi, apalagi saat mendengar dari mulut Jeff jika dia menghabisi nyawa klan murni.
"kau!.kau! yang telah membunuh Darel!!, dasar sampah!"
wushh, badai petir mengudara di sekitar mereka saat Joan berteriak kencang,
semua yang ada di sana porak poranda, Celine dan kedua adik kakak itu, hanya bisa mengandalkan pegangan dari kedua tangan mereka.
ctar...
crecs...
petir menyambar ke mana mana.
"a-apa yang-
sring..
cahaya kebiruan menutup seluruh tubuh mereka bertiga, sepertinya Jeff melindungi mereka bertiga dengan kekuatan nya.
seet
Jeff terbang ke arah Joan,
mengeluarkan pedang Mana nya, kemudian menyerang Joan dari atas.
tring!..tring!..
suara besi tajam bersautan, masing-masing dari mereka memiliki pedang yang di selimuti dengan sihir hitam.
cres...
pedang Jeff berhasil mengenai sebelah sayap milik Joan.
sreet..
brak!
"agh!"
pria itu terjatuh ke tanah dengan sangat keras, sayapnya terbelah oleh pedang milik Jeff.
"jika aku bisa mengalahkan Darel, yang seorang ksatria, maka aku juga bisa membunuhmu yang hanya seorang bocah manja!"
jleb
pedang Jeff menembus dada sebelah kanan milik Joan, sengaja tidak mengenai jantung nya. dia tidak ingin langsung membunuh pemuda itu, hanya sedikit bermain main.
"ukh"
Joan terbatuk, darah segar keluar dari dalam mulutnya.
"khe!, dasar sampah!"
srett
baru akan menebas Joan, tiba-tiba saja bom asap yang entah dari mana menutupi pandangannya.
brugh
"sial!" seseorang menendang keras tubuhnya, kemudian membawa pergi Joan dari sana.