
cuaca pagi hari ini terlihat sangat cerah, Celine merasa jika alam pun menyambut kemenangan mereka.
sejak pagi-pagi sekali, Celine keluar dari kastil untuk berolahraga ringan, misalnya seperti saat ini, dia menyiram tanaman bunga mawar yang ada di halaman kastil, sejak kejadian hari 'itu' di halaman ini, membuat Celine ragu untuk keluar.
tapi semua itu sudah selesai, dan sekarang mungkin dia akan menjadi penjaga kebun di kastil.
"la..la..la.. tumbuh lah dengan subur, bunga-bunga" menyiram Bungan sambil bersenandung kecil, Celine terlihat sangat bahagia.
meskipun sudah melihat mawar yang di tanam Jeffry ini, Celine masih saja merasa tertarik, bukan hanya berbeda dari yang lain, tapi Bunga ini memiliki aura yang bisa menarik perhatian yang melihat nya.
Celine berjongkok
puk...
"kau terlihat indah, namun mematikan" gumam Celine tanpa sadar, saat memegang kelopak mawar berwarna merah kehitaman itu.
"aku suka kata-kata itu"
sreet
Celine berdiri dari jongkok nya, dan menoleh kearah belakang, ternyata Jeffry yang datang.
"apa maksudnya?" tanya Celine tidak mengerti.
grep
"sshh! aroma dari mawar bahkan tidak bisa menyaingi aroma darah mu, sayang~"
Jeffry memeluk Celine dari belakang,
mereka berdua mengamati mawar itu bersama.
"kau belum menjawab pertanyaan ku tadi?" ucap Celine sebal, tangan gadis itu masih berkutat dengan selang air.
"kenapa kau ingin tau?" pria tampan itu menatap istrinya dari samping.
"jika saja, kau tidak mengatakan 'aku suka kata-kata itu' mungkin aku tidak akan bertanya" jengkel nya, kalau saja suaminya tidak tampan, dia akan menyiram wajah nya itu dengan selang air di tangan nya saat ini.
"ah!, aku akan jawab setelah aku minum"
"eh?, apa yang-
jleb
"argh!"
gigi tajam Jeffry menancap dengan sempurna di leher sang istri.
slurp..
"ah! s-sudah!"
buk!
buk!
Celine melayangkan pukulannya ke tubuh Jeffry.
"iya-iya baiklah!"
buk!
"aw!"
pukulannya lagi saat Jeffry melepaskan Gigitannya.
"untuk sesaat aku melupakan, jika kau adalah vampir" Celine bicara, sambil mengusap bekas gigitan Jeffry.
si pelaku hanya tertawa kecil
"kemari!" Jeffry membuka kedua tangan nya.
pluk
Celine masuk kedalam pelukannya
"kau tau?, kenapa Bunga yang ku tanam berwarna merah pekat seperti ini?" tanyanya, mereka Sekarang duduk di bangku yang entah kapan sudah berada di sana.
"karena jenisnya?" jawabannya asal
"hm, mungkin saja!, tapi warna dari mawar ini, berasal dari.....darah milikku"
"a-apa?" Celine terkejut
tuk..
Jeffry memetik salah satu bunga dari pohon nya.
"jika saja kau adalah makhluk seperti kami, kau bisa tau jika bunga ini... sebenarnya bukanlah Bunga yang seperti kau lihat" dia menatap wajah cantik istrinya, kemudian kembali menatap bunga mawar di tangan nya.
"maksudmu?, Bunga ini....bunga bangkai?" jawaban polos Celine membuat Jeffry terpingkal.
"hah!.. bunga iblis"
"b-bunga apa?" mungkin saja pendengaran nya salah kan
"ya!, bunga ini adalah bunga iblis, mereka yang tidak memiliki kemampuan apapun, akan mati jika menyentuh nya" jelasnya kembali
"ha?!, tapi aku memegang nya!" Celine syok mendengar nya
"hey!, tenanglah, aku merawat bunga itu dari kecil, dan sekarang dia patuh padaku, dan.... darah ku mengalir padamu, jadi aku yakin kau bisa memahami nya"
Jeffry menggenggam tangan Celine yang berada di pangkuan nya.
"ibu ku yang memberikan nya"
Celine menoleh cepat
"sejak kecil?, bagaimana mungkin seorang ibu memberikan hadiah seperti ini pada anaknya?" protes Celine cepat, dia tidak menyangka jika para vampir sangat lah aneh.
"menurut mu?, untuk apa?"
Celine menyadari sesuatu, tatapan sendu yang terlihat dari kedua mata Jeff saat menatap kearah nya, dan genggaman tangan mereka yang mengerat saat pria itu mengatakan 'ibu'.
"a-aku -
"ibu memberikan bunga iblis ini saat, mereka semua mengetahui jika aku tidak bisa mengeluarkan sihir ku" potong nya. bunga itu di berikan sebagai hadiah perpisahan. sebelum mereka meninggalkan istana utama.
betapa malangnya mereka, saat mereka kecil bukanya mendapatkan kasih sayang, tapi mereka mendapatkan pengasingan.
Celine menyandarkan kepalanya pada bahu Jeffry
"betapa polosnya aku saat itu, aku bahkan hampir mati karena bunga itu,aku belum mengetahui wujud asli dari bunga iblis ini, dan semua itu terbongkar saat William berhasil mengeluarkan sihirnya, dan dia tau jika bunga ini, sudah menyerap energi ku." menengadahkan kepalanya Jeffry menatap awan di atas kepalanya.
"aku selalu menyimpan nya di samping tempat tidurku, dan aku berfikir jika aku terbangun dari tidurku, aku akan selalu melihat bunga dari ibu, dan ibu akan menjemput ku, tanpa sadar aku mengharapkan hal yang mustahil"
tes..
Celine merasakan air mengenai wajahnya, saat di mendongakkan kepalanya, betapa terkejutnya dia saat melihat Jeffry menangis.
"bukan nya terbangun, ibu akan membuat ku tertidur tanpa terbangun lagi"
sesak, itu lah yang dia rasakan saat ini, Jeffry yang selalu terlihat kejam, sekarang menetes kan air matanya.
"hm, sekarang kau akan terbangun, dengan melihat ku, disisi mu"
cup!
ciuman di berikan Celine pada Jeff di dahinya.
menatap wajah sembab Jeffry dengan senyuman di wajahnya.