
Jeffry salah jika menganggap peperangan yang terjadi sekarang ini akan mudah, bukti nya perlu waktu yang sangat lama supaya bisa menghentikan peperangan yang terjadi.
pria itu tidak masalah jika hanya mereka yang terdampak dalam peperangan, tapi nyatanya Carsis dan para bawahannya tidak membiarkan para penduduk di wilayahnya hidup Dengan tenang.
berhari-hari sudah berlalu bahkan berbulan-bulan mereka semua habiskan hanya untuk berperang.
pertarungan antar keluarga yang terjadi di sana, sama sekali tidak membuat kedua pasukan merasa ragu, peperangan adalah peperangan, tidak ada kata persahabatan dalam pertarungan keduanya.
dalam pemikiran Raja Carsis dan putra-putranya, peperangan tidak akan terjadi jika Jeffry tidak menantang mereka terlebih dahulu.
sedangkan dalam pemikiran Jeffry sendiri adalah, peperangan tidak akan terjadi jika ayah dan para saudara nya tidak membuat masalah dengan mengganggu istrinya.
berbulan-bulan terlewati, bukan waktu yang singkat bagi Jeffry yang sangat merindukan Celine, tapi apa yang bisa dia lakukan?, peperangan ini terjadi karena untuk memberikan kenyamanan bagi Celine dan anak-anak mereka nantinya.
Rambut hitam kelam milik Jeffry tumbuh semakin panjang dari biasanya, rambut sepanjang punggung menutup tubuh bagian belakangnya, Jeffry terlihat semakin tampan dan gagah secara bersamaan.
begitu pula dengan William dan Rey, perubahan Sangat kentara di antara ketiga nya, William tidak menggunakan kacamata nya, pria itu bilang kacamata hanya akan mengganggu konsentrasi nya, dan adik kedua William, Reynold Kate wajah nya semakin tegas dan menawan mungkin jika para wanita melihat nya mereka semua akan panas di buatnya, sayangnya wajah tampan milik ketiga saudara itu tidak bisa membuat mereka memenangkan perang, hanya dengan menjual wajah mereka.
saat ini peperangan sedang berhenti kedua pasukan menghabiskan waktunya untuk mengisi energi mereka.
panglima pasukan Nic dan komandan pasukan Reynold, mereka sedang berdiskusi cara tercepat untuk mendekati Raja utama.
"Sangat sulit, jika para putranya melindungi Raja Carsis" Rey mengusap dagunya, kemudian menunjuk pada peta strategi perang yang saat ini sedang mereka bahas.
"kekuatan darah murni sangat lah besar, jika ingin memenangkan perang, pertama habisi dulu pelindung nya" ucapnya menatap satu-persatu orang yang berada di sana.
Jeffry mengangguk, prajurit biasa hanya membuang waktu mereka, jika mereka bisa mendekat sedikit saja.
"biar aku, Nic dan Rey yang membuka jalan untuk mu" William menepuk pundak Jeffry, menunjuk dirinya untuk menjadi umpan.
Jeffry mengerut tidak setuju
"jika kami maju ke depan, hanya kecil kemungkinan kami bisa mengalahkan mereka" ucapnya mengerti dengan keraguan adik bungsunya.
"benar, kami mungkin bisa menghabisi putra-putra nya, tapi kami tidak bisa menghabisi Joan, jangan lupakan pria licik itu" Rey menambah kan
kenapa Jeffry bisa melupakan tentang Joan?, seharusnya pria itu lah yang mati terlebih dahulu.
"Tuan, hanya Anda yang bisa mengalahkan Joan, jika kita bisa menyingkirkan nya, akan mudah bagi kita untuk membunuh Raja Carsis"Nic sangat setuju dengan rencana William dan Rey, sekuat apapun mereka, pasti tidak akan berhasil mengalahkan darah murni.
"baiklah" akhirnya, itulah jawaban yang mereka tunggu sejak tadi.
semua orang tersenyum, kemudian serentak mengangkat kedua tangan mereka.
"KITA BISA!!"
.
.
.
.
.
Di Dunia Celine berada, gadis itu sibuk dengan urusan nya di restoran kecil milik keluarga Lila.
perutnya yang semakin besar membuat nya hanya bisa berdiri di kasir, padahal dia sama sekali tidak keberatan bila harus melayani tamu, tapi memang dasarnya keluarga Lila yang terlalu mengkhawatirkan dirinya.
Celine bisa melewati hari-hari nya dengan baik, walaupun Sulit setidaknya Lila dan keluarganya masih ada bersamanya.
"Nona? perut mu semakin besar, apa kau tidak kesulitan?" pertanyaan yang sudah biasa Celine dengar.
Celine tersenyum canggung, menatap ibu-ibu di hadapannya.
"sama sekali tidak bibi, semua orang menjaga ku, aku akan baik-baik saja"ucapnya ramah, sambil memberikan kembalian ibu-ibu itu.
"baguslah, kapan dia lahir?" tanyanya penasaran, dia tidak sabar melihat sosok jabang bayi milik Celine.
Celine mengusap lembut perutnya yang membulat besar, "sekitar 2 bulan lagi bi" ucapnya.
si ibu-ibu itu mengangguk paham, kemudian pergi dari sana, sebelum antrian semakin panjang, karena dia tidak menyingkir dari sana.
"ohoho....ibu hamil waktunya kau istirahat! biarkan aku yang menjaga kasir" Lila datang setelah kepergian ibu-ibu tadi.
Celine menatap Lila tidak enak, sudah ke-tiga kalinya dia beristirahat dalam sehari ini.
"tidak boleh menolak!, jika tidak ingin di pecat, cepat pergi dan istirahat lah" Lila berucap, sesekali tangannya membuat gesture mengusir Celine dari sana.
Celine tertawa lebar, ibu hamil itu pergi dari sana, sebelum seluruh keluarga Lila ikut-ikutan mengusir nya untuk beristirahat.