Harem: The Vampires World

Harem: The Vampires World
Farewell



William menatap jijik Jeffry yang selalu tersenyum sejak tadi, entah apa yang di lakukan Celine pada Jeff, yang pasti pria di depannya ini terlihat bahagia dan senang sekali.


'apa Celine sudah mengatakan tentang kehamilan nya?'


sedang asik melamun, William tidak sadar jika Jeffry melihat kearah nya.


"berhenti menatap ku!"


William berdecak sebal, bukankah adiknya itu terlalu narsis?, siapa juga yang menatap pria itu?.


"kau terlihat senang?, apa yang kalian bicarakan kemarin?" akhirnya rasa penasaran William tidak dapat di tampung lagi.


"kenapa semua orang selalu bertanya pada ku?"kemarin Celine yang banyak bertanya, dan sekarang kakak tertuanya juga banyak bertanya.


"sensitif sekali!" ucap William, kemudian pergi meninggalkan Jeffry sendiri di ruangan nya.


dari jawaban yang di berikan oleh Jeffry, bisa di pastikan jika adik bungsunya itu tidak mengetahui kehamilan istrinya.


.


.


.


.


.


Celine menatap kotak kecil di hadapannya, dengan perasaan campur aduk, apa dia harus melakukan nya sekarang?.


tangan kanan nya terangkat untuk menyentuh kotak berisi cincin milik Jeffry.


"Celine?"


deg!


Celine berbalik cepat melihat kearah belakang, ternyata William yang memanggilnya.


"ada apa? kau terlihat gugup" William menatap Celine heran


"t-tidak, a-aku hanya ter....kejut" wanita itu tersenyum canggung. sesekali mengusap peluh keringat yang menetes di pelipis nya.


"hm, kenapa kau belum memberitahu tentang kehamilan mu pada Jeffry?"


Celine menghela nafas panjang


"aku rasa belum saatnya, ketika aku membahas tentang anak Jeffry terlihat marah"ucapnya


"tidak baik menyembunyikan hal ini terlalu lama, dia adalah ayah dari bayi yang kau kandungan, dia harus tau tentang keberadaan bayinya"


Celine mengangguk paham


"baiklah aku pergi"


...................


tok...tok...


"masuk"


Celine masuk kedalam ruangan kerja milik Jeffry, di sana suaminya tengah duduk dengan di temani berbagai macam dokumen.


sangat berbeda dengan dulu, saat orang-orang belum mengetahui kemampuan Jeffry, pria itu hanya menghabiskan waktunya untuk berlatih dan berburu di hutan, tapi sekarang semua itu berubah.


Celine merasa kehidupan mereka saat berada di kastil dan Mansion sangat berbeda.


"Celine?, kembalilah apa yang kau pikirkan di sana?"


Celine tersenyum senang, wanita itu melangkah mendekati suaminya


"ada apa?" penasaran Jeffry, jarang-jarang Celine datang menemuinya di ruang kerja seperti ini.


Jeffry tersenyum tipis, pria itu merentangkan kedua tangannya, menyambut Celine kedalam pelukannya.


greep..


"kau sangat manja sekarang"


"hm...aku akan bermanja-manja dengan mu" sampai saat nya tiba nanti, aku tidak akan merasakan pelukan ini lagi' ucapnya dalam hati


"tapi aku sibuk sekarang"Jeffry berusaha melepaskan pelukannya


Celine menahan Jeffry wanita itu malah mengeratkan pelukannya dengan kencang


"sebentar saja"lirihnya


membayangkan bagaimana akhir hubungan nya bersama dengan Jeffry membuat Celine,tidak sadar menetes kan air mata nya


sayang sekali seberapa keras Celine menyembunyikan air matanya, Jeffry mengetahui itu.


"kau menangis?, ada apa sayang?" Jeffry sungguh mengkhawatirkan Celine Sekarang.


"hiks.... biarkan sebentar saja"


paraunya


tidak!, Celine sangat mencintai Jeffry, dia tidak sanggup meninggalkan pria ini, tapi demi kebaikan mereka bersama Celine harus melakukan nya.


"katakan apa yang terjadi?"Jeffry menangkup kedua pipi Celine, bertanya dengan nada penuh kekhawatiran.


"aku sangat mencintaimu" bukanya menjawab, Celine malah menyatakan cinta nya.


cup...


Jeffry terdiam saat Celine menempel kan kedua bibir mereka.


cup...


cup...


cup...


bahkan pria itu masih terdiam, ketika Celine mengecup seluruh wajah nya.


"apapun yang terjadi, aku sangat mencintaimu" ungkap nya sekali lagi


menarik pinggulku istrinya mendekat Jeffry mencium Celine dalam.


cup..


"aku lebih mencintaimu"


di dalam ciuman mereka, Celine menatap wajah Jeffry yang sangat dekat dengannya air matanya semakin. mengucur dengan deras, beberapa tetesannya pun mengenai wajah Jeffry.


bruk!


"argh...hiks" tidak sanggup lagi, Celine menyamarkan suara tangisnya di dalam pelukan Jeffry.


"Celine, katakan dengan benar? apa yang terjadi?"


"hiks, tidak bisakah kau memelukku saja?"


Jeffry menghela nafas nya


"baiklah"


tidak ada yang bisa di lakukan oleh mereka berdua, manusia dan vampir memang tidak dilahirkan untuk bersama, seharusnya Celine menyadari sejak awal.


jika seperti ini, Celine akan sangat sulit untuk meninggalkan Jeffry