
"jadi?, bisa kau katakan kemana Joan membawa pergi Celine?"
Jeffry menatap tajam Reynold, mereka bertiga berkumpul untuk berdiskusi, setelah insiden 'penyiksaan' yang di lakukan oleh Jeff, William berhasil menenangkan nya dan membawa mereka semua untuk menyelesaikan masalah bersama.
kondisi Rey cukup parah saat ini, tubuh nya belum pulih sempurna, jangan lupakan kedua kaki dan lengannya yang tercabut dari tubuhnya perlu waktu untuk menumbuhkan nya.
"aku akan menyembuhkan mu dengan cepat, tapi... setelah aku tau dimana Celine berada"
agak jengkel saat melihat Rey yang hanya menutup mulutnya rapat sejak tadi.
"katakan Rey!, jangan membuat ini menjadi lebih sulit!" William tersulut emosi, kenapa juga adik keduanya ini berhubungan dengan Joan?.
"aku...-
menghela nafas panjang, Rey menguatkan diri untuk berbicara
"aku menyukai Celine!"
"beraninya kau!..-
"stop jeff!, biarkan Rey bicara" William menengahi
Rey hanya melengos tidak peduli.
"Joan datang padaku, jika aku membantu nya mendapatkan Celine, maka aku bisa bersama dengannya, tapi ternyata dugaan ku salah, dia hanya menginginkan Celine untuk dirinya sendiri, dan sekarang aku tidak tau keberadaan mereka." jelasnya, terselip rasa bersalah yang begitu besar di hatinya, tapi apa boleh buat itu semua telah terjadi.
William berfikir sejenak,
"sepertinya mereka ada di istana utama" ucapnya
"ya!, aku juga berfikir ke sana, dia menyembunyikan Celine di sana, dan menggunakan ayah sebagai temeng" licik sekali, dari awal dia sudah tau jika Joan bukanlah apa-apa tanpa ayahnya.
"kita akan menyerang istana!, entah apa yang terjadi setidaknya kita sudah berusaha" mantap William, walaupun dia memiliki kecacatan, dia tidak pernah mengeluhkan semua itu.
mereka di asing kan dari istana, dan itu kesempatan yang tepat untuk memperkuat diri mereka.
"100 pasukan iblis dan siluman seperti nya cukup untuk mengepung istana" enteng Jeffry
William menatap kaget, apa-apaan itu?
"kau....bisa memanggil mereka?"
"tentu saja!"
apa?, William tidak salah dengarkan?, di klan utama yang bisa memanggil para demon hanya lah ayahnya dan para darah murni, lalu?, bagaimana bisa Jeff memanggil mereka?, bahkan dia yakin jika Joan belum bisa membangkitkan kekuatan penuh nya, padahal dia adalah klan murni, tapi Jeff?.
"tidak usah banyak berfikir, kak!, kita harus cepat bergegas"
.
.
.
.
untuk sesaat William merasa merinding dengan keberadaan para demon yang memiliki tubuh berbagai macam bentuk, bahkan aroma Mana mereka sangat pekat, dan untuk para siluman mereka masih seperti manusia normal, tapi jauh dari itu semua, mereka adalah setengah manusia dan setengah hewan.
hanya dalam waktu kurang dari 30 menit, setelah melakukan persiapan, Meraka semua sudah mengepung seluruh penjuru istana.
tidak perlu menghabiskan waktu yang lama, mereka sudah sampai di sana menggunakan sihir teleportasi milik Jeff.
"baiklah dengarkan semua!" Jeff menunjukkan wujudnya yang menyerupai monster itu, dia mengarahkan para bawahannya.
Jeffry terbang menggunakan sayap beracun nya,
"bagi pasukan menjadi 4 segi!, pasukan yang bersama dengan William pergi ke arah timur, dan untuk pasukan yang bersama dengan Reynold pergi ke arah selatan, dan sisanya pergi bersama ku menuju arah barat!"
tidak perlu lama menunggu, semua berpencar sesuai dengan apa yang di perintahkan oleh Jeffry.
.
.
.
hah!....hah!....hah!....
Celine berhasil keluar dari kamar nya tadi, untung saja para pelayan membawakan nya baju ganti, sekarang dia hanya berlari tak tentu arah, beruntung nya para penjaga dan pelayanan tidak ada di setiap ruangan, sepertinya mereka semua pergi menyambut pasukan yang tidak di undang, di luar sana.
'dimana?....jalan keluarnya'?'
banyak sekali lorong yang panjang yang harus dia lewati, dia tidak akan keluar menuju pintu utama, dia akan pergi menuju pintu belakang istana.
'istana ini terlalu besar!' jeritnya dalam hati
tap!..
tap!..
'ha? siapa?'
mendengar suara langkah kaki seseorang Celine bersembunyi dibalik tembok, sekilas dia bisa mendengar apa yang mereka bicarakan.
"kumpulkan para pasukan!, siapkan pasukan pemanah dan penembak, sudah lama sekali aku ingin menggunakan senjata yang kita dapatkan dari manusia, dan sekarang, waktunya sudah tiba"
'itu Joan, bagaimana ini?' dia mendengar semua nya, apakah Jeff dan yang lainnya akan baik-baik saja?.
tap.!
srett!
'hampir saja'
"sepertinya aku mencium aroma dari Celine?" gumamnya
"ada apa tuan?"
"bukan apa-apa!"
kemudian mereka melanjutkan perjalanan mereka.
sruk.
bruk..
gadis itu jatuh terduduk
"aku takut sekali"
"tidak!, Celine kau harus keluar dari sini"
tak ingin membuang waktunya, Celine bergegas pergi dari sana.
berlari an menuju lorong lorong yang ada di istana itu, setelah lamanya dia berlari akhirnya dia menemukan jalan keluarnya.
"akhirnya!"
grep..
deg..
"apa yang kau lakukan di sini?"
'mati aku!'