
peperangan telah berakhir tapi tetap saja, tidak ada waktu untuk Jeffry istirahat, apalagi sekarang dia sudah menjadi Pimpinan Klan.
jangankan menjemput istri dan anaknya, dia tidak mungkin beranjak dari ruang kerjanya, banyak hal yang perlu di urus.
William dan Rey juga membantu tapi mereka memilih meninjau langsung ke lokasi dari pada harus berkutat dengan berkas yang bertumpuk-tumpuk.
"haaah....perlu berapa lama, Agar ini selesai?" Jeffry menghela nafas panjang, dari tempatnya duduk dia bisa melihat hutan yang dulunya rimbun, sekarang sedikit demi sedikit berubah menjadikan hidup, karena adanya penduduk.
Jeffry tersenyum tipis, bagaimana pendapat Celine ketika melihat semua perubahan ini nantinya ya?.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...****************...
Celine tertawa geli saat putri kecilnya menggenggam jari telunjuk nya.
"sudah semua?" Lim yang baru saja tiba setelah membayar administrasi, melihat Celine yang sedang bermain dengan Lily putri nya.
Celine menatap Lim, kemudian mengangguk
"biar Lily bersama ku" ucap Lim dengan nada datarnya.
Celine menahan senyumnya, memang saudara dari Lila ini sangatlah Tsundere
berbeda dengan Lila yang selalu menampilkan ekspresi nya, Lim adalah kebalikan nya, dia sangat baik tapi menutupi nya dengan wajah datar nya itu.
Celine menyerahkan Lily pada Lim, bahkan putri nya itu merasa sangat nyaman di pelukan Lim.
.
mereka sudah sampai di rumah milik Celine, kedatangan mereka di sambut baik oleh keluarga Lila.
"selamat datang!!" ucap mereka bersamaan.
Celine menatap mereka dengan bahagia
"oh! lihat cucuku....dia sangat cantik" ibu Lila mengambil alih bayi Celine, selagi dia membantu Lim membereskan barang dari mobil.
"lihat matanya, sangat cantik" kali ini ayah Lila yang berkomentar.
semua duduk di sofa yang berada di ruang tamu, Celine pergi ke dapur untuk membuat minuman dingin.
"kak?, kau perlu sesuatu?" Celine bertanya pada Lim yang berada di dapurnya.
"aku haus" singkat nya
kemudian Celine mengambil air dari dalam kulkasnya. dan menyerahkan nya pada Lim.
.
"Celine jaga diri kalian baik-baik ya, jika perlu sesuatu jangan sungkan pada kami" ucap ibu Lila, dan di angguki oleh mereka semua.
"iya bibi, terimakasih"
"hey, keponakan! jangan menyusahkan ibumu ya?" Lila memeluk lembut Lily.
kemudian mereka semua pergi dari rumah Celine.
rumah yang tadinya ramai sekarang terasa sepi, bahkan Celine bisa mendengar suara nafas nya sendiri.
rengekan dari putri kecilnya membuat Celine tersadar, saat melihat jam di dinding ternyata sudah waktunya untuk putri nya makan malam.
"kau lapar?, ibu akan membuat kan mu susu"
Celine meletakkan Lily di ranjang bayinya, kemudian dia mulai membuat susu formula di dalam dot bayi.
"ayo kita makan"
Celine menyodorkan susu di tangan nya untuk bayinya, tapi bukannya meminum nya bayinya malah memuntahkan cairan susu itu.
"eh? ada apa? apa tidak enak?" Celine mencicipi susu dari botol, enak sama persis seperti biasanya, tapi kenapa Lily tidak menyukainya.
Celine panik dia takut terjadi sesuatu pada putri nya.
tidak lama kemudian dia terdiam, menatap putri nya yang menangis itu tidak percaya.
"tidak mungkin kan?" gumamnya
Celine meletakkan bayinya di dalam keranjang nya.
kemudian dia mengambil jarum yang berada di laci, Celine berdoa semoga saja dia salah mengira.
"akh" Celine menusukkan jarum ke tangan nya.
menghela nafasnya, kemudian dia menaruh jari nya yang berdarah ke dalam mulut putri nya.
Dan benar saja Lily langsung terdiam
"t-tidak mungkin"
Celine bergumam tidak percaya dengan apa yang terjadi di hadapannya.