Harem: The Vampires World

Harem: The Vampires World
Truth



beberapa jam sebelum kejadian


Celine menyambut Lila di depan rumah, menggiring gadis ceria itu menuju ruang tamu nya.


"astaga aku tidak sabar bertemu dengan keponakan ku" Lila berucap girang, Celine bisa melihat itu semua dari wajah Lila.


"dua hari yang lalu, kau sudah bertemu dengan nya" Celine tersenyum, wanita beranak satu itu menyusun mainan milik Lily kedalam koper merah muda kesayangan nya.


kedatangan Lila adalah untuk menjemput putri nya, kemarin dia sudah berjanji untuk membiarkan Lily menginap di kediaman Lila dan keluarganya.


Lila mengerucutkan bibirnya lucu


"rasanya sehari saja tidak bertemu Lily ku, hidup ku terasa hampa" gadis itu memegangi dadanya dramatis.


Celine tertawa kecil dibuat nya


"oh! dimana putri kecil kita?" sejak kedatangan nya tadi, Lila tidak menemukan keberadaan Lily, biasanya gadis kecil itu menyambut dengan suara imut miliknya.


Celine tersadar, sebelum Lila datang tadi dia dan Lily sedang bermain di taman, seperti nya dia meninggalkan Lily di sana.


"dia ada di taman belakang, selagi aku menyiapkan barang-barang Lily, tolong temui di belakang"


Lila bangun dari duduknya


"baiklah!" kemudian gadis itu pergi menemui keponakan nya di belakang rumah.


dan kejadian yang tidak di inginkan oleh Celine pun terjadi, usahanya untuk menyembunyikan kebenaran tentang Lily terbongkar begitu saja, kenapa semua ini terjadi dengan cepat?.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...****************...


Lila masih tidak percaya, keponakan kesayangan nya ternyata adalah vampir?.


memijit pelipisnya yang tiba-tiba saja pening, sekarang dia ingat!, marga Kate yang menjadi nama belakang Lily.


pantas saja dia merasa agak tidak asing.


"Lily Nathalia Kate....aku pernah mendengar marga itu di suatu tempat. marga itu, berhubungan dengan dunia gelap, benarkan?"Lila menatap tajam Celine, merasa sedikit bersalah ketika mata bulat Lily juga menatap nya.


Celine tidak bisa menyembunyikan nya lagi sekarang, lagi pula cepat atau lambat semua orang akan tau.


"Jeffry Kate...." ucap Celine, wanita muda itu mengusap lembut wajah putri nya.


Lila mengerutkan keningnya


"ap-......


"itu nama suami ku" potong nya, sebelum Lila bertanya lagi pada nya.


"bagaimana kau bisa berhubungan dengan mereka?" Lila bertanya dengan nada bertanya pada Celine.


sebelum menjawab Lila, Celine menyuruh putri nya untuk bermain di luar, dia tidak ingin putri nya mendengar hal-hal aneh nantinya.


"kau ingat hari itu?, hari dimana kita akan melakukan study tour Antar sekolah?"


Lila mencoba mengingat kejadian itu, tak lam kemudian gadis itu mengangguk paham.


Celine mulai bercerita tentang kejadian yang dia alami pada Lila, dari awal pertemuan nya dengan Jeffry dan keluarga nya, sampai kejadian yang sangat menyakitkan untuk nya.


"setelah mencuri cincin itu, aku bisa kembali ke kota ini" Celine menggenggam jemari tangan nya, dia tidak berani melepaskan cincin milk Jeffry di jarinya.


Lila merasa sedih bahkan gadis itu sudah menetes kan air matanya, bagaimana bisa Celine mengalami hal yang sangat buruk seperti itu sendiri?.


"maafkan aku, a-aku membuat kau mengingat kejadian yang ingin kau lupakan" Lila merasa bersalah, gadis itu mendekati Celine dan memeluknya.


"tidak apa, aku tidak berniat melupakan segalanya" ucap Celine menenangkan


.


.


.


kini kedua sahabat itu pergi untuk mengawasi Lily yang sedang bermain


Lila menghela nafasnya


"pasti sangat berat untuk mu, kau harus kehilangan kedua bayimu, padahal umur mu masih sangat muda saat itu"


Celine tertawa


"yah kau benar, aku bahkan tidak tau umurku yang sebenarnya saat ini" ucapnya bingung.


kemudian mereka berdua tertawa kembali.


"jangan katakan ini pada siapapun" pinta Celine, wajah ibu dari Lily itu berubah seketika.


Lila paham, gadis itu mengangguk kemudian kembali mengalihkan perhatian nya pada Lily.


"apa suamimu tidak khawatir pada kalian berdua?" Lila membuka suaranya kembali, jika pria brengsek itu menyakiti Celine lagi, dia akan menghabisi pria itu.


Celine tidak tau, Celine tidak peduli lagi dengan apapun, yang dia peduli kan hanyalah Lily saja.


"aku tidak tau"


"Lily tidak aman jika berada di sini"


Celine menatap Lila bingung, apa maksud nya?


"dunia ini, tidak akan membiarkan Lily hidup dengan tenang, Celine"


Lila masih memperhatikan Lily yang bermain dengan mainan nya, betapa indahnya putri kecilnya, sampai-sampai bunga Lily yang berada di dekatnya kalah saing dengan bayi kecil itu.


Celine menunduk, dia tidak pernah memikirkan hal itu, yang dia tau adalah Celine dan Lily akan aman jika jauh dari Joan dan keluarga nya.


"mungkin dia akan baik-baik saja sekarang, tapi tidak tau nantinya"


ucapan terakhir dari Lila membuat Celine merasa cemas, Lila benar, bagaimanapun dia tidak bisa menyembunyikan Lily selamanya.


apa yang harus dia lakukan?