Harem: The Vampires World

Harem: The Vampires World
prepare to welcome the enemy



Joan menatap lukisan seorang gadis yang di pajang di kamarnya, gadis itu terlihat sangat cantik, di tersenyum lepas seolah tidak memiliki beban, bahkan pemandangan yang ada di lukisan itu, tidak sebanding dengan objek di lukisan yang saat ini dia pandang.


"kenapa kau bisa tersenyum seperti itu?, apa kau sedang mentertawakan keadaan ku sekarang?, pasti kau sekarang senang sekali melihat keadaan ku ini, kakak?"


Joan menyentuh lukisan itu, menelusuri seluruh garis wajah di lukisannya.


Darissa Kate, adalah orang dalam lukisan yang terpajang di kamarnya, putri dari istri kedua ayahnya, adik dari Darel Kate, kakak yang sangat dia hormati, sekaligus cinta pertama nya.


tidak salah!, memang benar Joan mencintai kakak nya sendiri, tidak banyak yang tau jika Raja dari klan utama, memiliki seorang Putri.


Darissa, gadis cantik itu, sangat mirip dengan Celine Nathalia, itulah alasan mengapa dia menginginkan gadis itu. Joan kehilangan darissa, gadis itu hidup dengan tekanan batin dari ayahnya sendiri, hanya karena darissa adalah seorang putri.


dan sekarang dia juga kehilangan Darel, semua itu karena Jeffry Kate.


"kenapa?, Jeffry selalu berada di sekitar ku?, seharusnya dia hidup saja di tengah hutan, tanpa harus mencampuri urusan ku!"


Brak!


entah berapa banyak barang yang hancur, akibat kemarahan Joan, tidak terhitung.


"darissa, aku akan mendapatkan pengganti mu, tapi jangan sedih!, aku hanya akan menggunakan tubuh Celine, untuk mengembalikan mu" ucapnya.


.


.


.


.


"Jeff!, apa kau tidak punya kegiatan lain?!" kesal Celine.


gadis itu sibuk mengurus kebun yang baru dia tanami bunga-bunga, tapi Jeffry selalu mengikuti kemana pun gadis itu pergi, seperti tidak memiliki kegiatan lainnya.


Jeffry tidak mendengar ocehan dari istrinya itu, dia hanya sibuk memperhatikan bagaimana Celine bergerak kesana-kemari, keringat bercucuran dari pelipis Celine, dan dia menyukai itu.


grep!


"aaah!"


jerit Celine saat,


Jeffry memeluk Celine dari belakang.


"lepas!, Jeff!"


Celine tidak bisa menyentuh sembarangan, tangan nya penuh dengan tanah sekarang, jika dia menyentuh Jeffry pakaian pria itu akan kotor.


"hey tenang, aku hanya ingin memeluk mu lebih lama, sebentar lagi aku akan sibuk dengan urusan ku!, jadi biarkan aku mengisi energi ku dulu"


"j-jangan m-meluk-ku, ter-lalu e-erat" Celine kesulitan untuk bicara, ketika Jeffry memeluk nya dengan erat.


"maaf!" sesal pria itu


"pergilah"


"tapi"


cup!


Jeffry tersenyum geli


"energi mu sudah penuh, sekarang lakukan tugas mu"


Celine menepuk-nepuk pundak suaminya.


Jeffry menghela nafas, kemudian berbalik menuju kearah asisten nya.


menatap lama kepergian suaminya, Celine kemudian melanjutkan kegiatan nya yang tertunda karena Jeff tadi.


.


.


.


Jeffry menatap tajam semua orang yang berada di ruang itu.


"bagaimana bisa?, jika segel di bagian Utara terlepas, berarti penyusup sudah memasuki hutan ini!"


dia sudah menyuruh para bangsawan iblis bawah untuk memperketat penjagaan, bagaimana bisa semua ini terjadi.


semua yang berada di sana tertunduk saat melihat perubahan warna mata Jeffry, matilah mereka semua, Jeffry terlihat marah sekarang.


"cek semua penghuni hutan ini!, aku yakin para penyusup sudah memasuki wilayah kita!, dan panggil William dan Rey kemari!" titahnya.


drek.


Jeffry bangkit dari duduknya pria itu meninggalkan semua orang yang ada di sana, dia sangat cemas saat ini, semua hal yang dia lalui terlalu mudah, dia tidak ingin terlena dengan ketenangan yang mereka rasakan.


Celine?


dia lupa gadis itu ada diluar Mansion, sendirian, seharusnya dia menyuruh pengawal untuk menjaga istrinya.


brak!


"Celine?!"


Jeffry panik saat melihat sekeliling taman kosong, baru saja dia meninggalkan Celine di sana, tapi kemana perginya gadis itu?, perasaan nya tidak enak sekarang.


"Celine!?"


panik Jeffry