Harem: The Vampires World

Harem: The Vampires World
Handsome Man



pagi-pagi sekali Lila datang berkunjung ke rumah milik Celine, kemarin Malam keluarga nya kembali ke rumah dengan selamat. sebenarnya dia ingin berkunjung tadi malam hanya saja tidak baik mengganggu Celine yang beristirahat pada malam hari, karena itu dia datang pagi-pagi sekali.


Lila sudah berada di depan pintu rumah Celine, dia sedang berfikir mengetuk pintu terlebih dahulu, atau langsung masuk kedalam dan memberikan kejutan?.


sebenarnya masuk tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu itu tidak sopan, tapi karena Lila jarang menggunakan sopan santun nya dia masuk saja tanpa permisi.


"Lily! bibi sudah kembali!" teriaknya sesudah membuka pintu rumah.


tubuhnya kaku, saat dia melihat sosok pria tampan berdiri di dekat meja makan, tanpa menggunakan pakaian nya, dari tempat nya berdiri Lila bisa melihat otot-otot yang menonjol dari tubuh pria itu.


Celine tersenyum saat Lila berkunjung kerumahnya, baru saja dia akan menyambut sahabat baiknya itu, tubuh gadis periang yang semula kaku itu terjatuh dengan tidak elitnya.


"Lila!" jerit Celine panik, sedangkan Jeffry menatap garang gadis yang berani masuk ke rumah istrinya tanpa permisi.


"Jeff!, kenapa hanya berdiri?, bantu aku mengangkat Lila"


Jeffry tidak bereaksi pria itu hanya terdiam tanpa berniat membantu. tapi karena melihat tatapan mematikan milik Celine, dengan cepat pria yang berstatus sebagai suami dari Celine itu membantu istrinya mengangkat gadis bar-bar tersebut.


"tidak sopan" ucapnya setelah selesai meletakkan Lila di atas sofa ruang tamu.


"Jeff!" Celine melototi Jeffry.


"ada apa?" herannya


"pakai pakaian mu!" jeritnya lagi


"ck!"


mencebik kesal, Jeffry langsung memakai kembali pakaian nya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...****************...


Celine menghela nafas panjang, ketika melihat tatapan tajam dari sahabat nya ini, sejak gadis itu bangun dari pingsannya dia terus menjadi objek tatapan dari Lila, jika mata Lila bisa mengeluarkan laser, sudah dipastikan jika Celine akan hangus terkena laser nya.


"jangan terus menatap ku seperti itu, lebih baik kau bertanya daripada menatap ku seperti itu"


Lila tidak menghiraukan perkataan Celine gadis itu masih saja menatap nya.


"apa dia bukan manusia?, suami sangat tidak manusiawi" ucapnya setelah bosan menatap Celine.


gadis aneh tentu saja bukan, suaminya kan memang bukan manusia.


Celine tidak menjawab Lila, wanita itu sedang menyusun makanan yang di bawa Lila dari rumah Paman nya.


"Untung saja makanan nya masih bisa dimakan" memang karena Lila pingsan tadi, beberapa makanan yang di bawa gadis itu tumpah kelantai.


"kenapa membahas itu?, jawab dulu pertanyaan ku" Lila menuntut Celine, untuk berbicara.


"pertanyaan yang mana?" Celine balik bertanya pada sahabat nya.


"itu......


klek


dari arah pintu Jeffry membawa Lily di gendongan nya masuk kedalam rumah memang tadi Celine menyuruh, Jeff untuk pergi membawa Lily berjalan-jalan di luar.


Jeffry menyerahkan Lily pada Celine, kemudian pria tampan itu ikut duduk di sebelah istrinya.


Lila menganga lebar, dari tempatnya duduk Jeffry terlihat jauh lebih tampan lagi, pantas saja Lily bisa secantik itu ayahnya saja sudah seperti seorang Bangsawan kelas atas.


"wajah suamiku akan berlubang jika kau terus menatap nya" celetuk Celine di tengah-tengah lamunan Lila.


Lila tersentak, gadis itu berdehem canggung.


mengulurkan tangannya pada Jeffry


sedangkan Jeffry menaikkan alisnya


"mm..itu Lila, Jeffry tidak suka bersentuhan dengan orang asing"sebenarnya Celine merasa tidak enak pada Lila, tapi mau bagaimana lagi?.


Lila tersenyum canggung, dia malu sekali saat ini.


"maafkan aku"


Celine mengangguk kecil


"aku pergi"


cup!


Celine terkejut saat Jeffry mengecup pipinya di hadapan Lila.


"AAAAAA!!!"jeritnya heboh, setelah Jeffry pergi ke belakang.


Celine menutup kedua telinganya menggunakan tangan.


"bagaimana bisa kau bertemu dengan pria seperti itu?, dia sangat tampan dan juga seksi, jika saja aku bukan teman baikmu aku pasti sudah mengincar nya."Lila berucap panjang lebar, mengenai kekaguman nya pada Jeffry.


Celine tersenyum


"benar aku sangat beruntung" ucapnya


.


.


"terimakasih untuk waktu nya, aku akan kembali lagi besok...hehe" Lila tertawa geli.


"baiklah, sampaikan ucapan terimakasih ku pada paman dan bibi"


Lila mengangguk, kemudian pergi dengan kendaraan bermotor nya.


"akhirnya sekarang kita hanya berdua"


Jeffry berucap ketika Lila sudah pergi dari rumah mereka.


Celine memukul pelan pundak Jeffry


kemudian masuk kedalam rumah begitu saja.