Harem: The Vampires World

Harem: The Vampires World
Honeymoon



Jeffry baru saja tiba di Mansion tengah malam, memutuskan untuk membersihkan dirinya dulu sebelum pergi ke kamarnya dan Celine.


klek...


membuka pintu kamarnya, dan pandangan nya tertuju pada Celine yang tertidur pulas membelakangi pintu.


cahaya rembulan menjadi cahaya untuk menemani tidur Celine.


sreet


membalikkan tubuh Celine Agar menghadap ke arahnya, saat menatap wajah polos istrinya, perasaan ganjil hinggap di hati Jeffry, bekas air mata masih terlihat di wajah cantik Celine.


Jeffry mengeraskan rahangnya, ternyata dia salah, Celine tidak baik-baik saja.


tangan kasar milik Jeff, mengusap lembut pipi Celine yang masih terasa basah karena air mata.


cup...


"maaf"


grep...


membawa tubuh kecil Celine kedalam dekapan hangat nya.


sinar matahari pagi terlihat lebih menyengat dari biasanya, seperti nya cuaca hari ini akan cerah dan terik.


Celine bangun dari tidurnya, saat melihat ke sisi kanan kasurnya dia tidak melihat Jeffry, seingat nya tadi malam Jeffry tidur sambil memeluknya, ucapnya terbukti ketika menyentuh kasur yang di tempati Jeffry terasa hangat, pria itu batu saja terbangun.


"hoam..."


merenggangkan otot nya yang terasa kaku sudah lama Celine tidak keluar untuk berjalan jalan.


klek..


pintu kamar mandi terbuka, menampilkan Jeffry dengan pakaian yang lengkap, pria itu terlihat tampan saat setelah mandi.


berjalan mendekati Celine, Jeffry membungkukkan tubuhnya.


cup..


seperti biasa, ciuman selamat pagi dia berikan untuk istri tercintanya.


"selamat pagi.."


Celine tersipu


"s-selamat pagi..."balasnya


"cepat bangun!, dan bersihkan dirimu setelah ini kita akan pergi bulan madu" Jeffry berucap dengan tersenyum manis


"bulan madu?, kemana?" tanya Celine, memangnya di hutan ini, ada tempat untuk bulan madu?.


"kemana lagi?, tentu saja kastil"


Celine mengerutkan keningnya bingung


tuk..


"akh..."


jerit Celine, sambil memegangi dahinya yang panas karena sentilan Dari Jeffry.


"William dan Rey akan menjaga Mansion dan kita, akan pergi ke kastil untuk mengenang masa lalu" senyum nya.


Celine mengangguk senang


"baiklah"


tap!


Jeffry membantu Celine turun dari kuda yang mereka tumpangi, menyuruh Nic membawa kuda itu pergi dan meninggalkan mereka berdua di kastil.


"semoga kalian selalu bahagia" doanya sebelum melajukan kuda nya.


"terimakasih Nic" tulus Celine


wanita itu melambaikan tangannya mengiringi kepergian Nic menjauh dari kastil.


"ayo!"


tidak banyak yang berubah dari kastil di hadapan mereka, bahkan bunga iblis yang berada di taman pun masih hidup dengan subur di sana.


jangan lupakan jalan setapak yang membawa Celine ke kastil ini, sama sekali tidak berubah, walaupun tidak ada siapapun di kastil, tapi William tetap merawat tempat tinggal nya dengan sangat baik.


"bagaimana, perasaan mu?" tanya Jeffry di sela-sela perjalanan mereka menuju pintu kastil.


kedua tangan mereka saling bertautan


"lebih baik, tempat ini sangat indah, dan tidak banyak berubah"ucap Celine dengan gembira


entahlah Jeffry tidak tau, apakah perkataan Celine benar atau tidak, tapi yang dia harapkan adalah istrinya terus merasa bahagia.


merasa di perhatikan, Celine menatap Jeffry


"ada apa?"


tersenyum hangat


"kau sangat cantik"ucap Jeffry


blushh


"jangan memujiku, dengan wajah tampan itu"Celine menutupi wajahnya dengan kedua tangan nya.


"hahahaha!, hei! jangan menutupi wajah mu seperti itu, nanti kau jatuh"


"tid---


"argh!"


bruk...


baru saja Jeffry menutup mulutnya, Celine hampir saja terjerembab ke tanah


"hati-hati"


Celine mengerucutkan bibirnya


"kau menyebalkan"


menggigit bibirnya gemas, Jeffry tidak tahan ingin menggigit pipi manis itu.


cup..


"Jeff!"teriak Celine tidak terima


"hehe....kau sangat manis"


Jeffry kembali menyatukan bibir keduanya dengan bahagia, mengabaikan jika mereka Sekarang masih berada di luar kastil.


"aku mencintaimu"