
8 bulan kemudian....
kandungan Celine semakin besar, tinggal menunggu beberapa Minggu lagi dia akan melahirkan putra kecilnya.
Jeffry melihat Celine yang tengah mengusap perut besar miliknya, dari sini dia bisa merasakan betapa bahagianya istrinya itu bisa merasakan menjadi ibu sebentar lagi.
sepertinya wanita itu sadar, akan kehadiran Jeffry
"Jeff!, kemari!" panggil nya riang
oh, lihatlah pipi chubby istrinya itu, sangat menggemaskan.
semenjak kehamilan nya menginjak usia dewasa, wanita itu terlihat semakin berisi, Jeffry sangat menyukai perubahan itu.
tap...tap
"kau menginginkan sesuatu?"tanyanya lembut, sesekali mengusap perut wanitanya.
"tidak, apa pekerjaan mu sudah selesai?"
Celine menyandarkan kepalanya pada Jeffry.
"belum, tapi aku merindukan mu, karena itu aku kemari" Celine terlihat sangat nyaman saat Jeff mengusap lembut kepala nya.
"bagaimana keadaannya?"
"sehat, hari ini dia bermain bola di perut ku, haha" tawa geli Celine, Jeffry tidak tahan dengan wanita di hadapannya ini.
melihat senyuman istrinya adalah hal terindah di seluruh kehidupan dirinya.
cup..
"Jeff!"
Jeffry hanya tertawa kecil
.
.
.
.
Meera masuk kedalam kamar Celine, Nona mudanya itu terlihat sibuk dengan rajutan benang di tangan nya, memang beberapa hari terakhir, Celine sangat suka merajut, mulai dari membuat syal, maupun baju bayi wanita itu sudah pernah menyelesaikan rajutan nya.
Celine menatap Meera, wanita hamil itu memberikan senyum nya pada si pelayan
Meera membawa sebuah lilin beraroma terapi di tangan nya.
"Nona, lilin ini sangat bagus untuk kesehatan, di tambah lagi ibu hamil seperti anda" pelayan pribadi Celine, menunjukkan lilin yang dia bawa.
ibu hamil itu melihat apa yang di lakukan Meera, Meera menaruh lilin aromaterapi di tempat yang sudah di sediakan, menyalakan lilin, kemudian meletakkannya di samping tempat tidur.
menunggu kurang lebih 1 menit sampai aroma lilin menyebar ke seluruh ruangan.
"hmm....aroma nya membuat ku tenang"
Meera tersenyum senang, dia tidak salah untuk membeli lilin ini dari pedagang di luar sana.
"syukurlah Nona menyukai nya, ah... Nona aku akan pergi keluar sebentar" ucapnya
Celine hanya mengangguk, ibu hamil itu masih menikmati aromaterapi dari lilin yang di bawa Meera.
........
Jeffry membawa William untuk memeriksa istrinya, kedua saudara itu meninggalkan pekerjaan nya pada Rey, hanya untuk memastikan bahwa kandungan Celine baik-baik saja.
klek!
kamar yang di tempati Celine terasa sepi saat mereka masuk kedalamnya, bahkan Jeffry pun Heran dengan situasi itu, tidak biasanya kamar terasa sepi seperti ini.
"Celine?"panggil nya pelan
baru saja dia akan memanggil istrinya kembali, pandangan nya jatuh pada seorang wanita yang tertidur pulas di atas ranjang.
"dia sedang tidur?" tanya William heran, walaupun tidak sering menghabiskan waktu bersama Celine, tapi dia tau jika adik iparnya itu tidak pernah tidur di bawah jam 7 malam, semenjak dia hamil.
Jeffry mendekati ranjang, menatap wajah istrinya yang hampir tenggelam di dalam selimut.
lalu dia menatap William yang terlihat seperti orang kabingungan.
"sepertinya ada yang aneh...di- kamar ini" William mengawasi seluruh penjuru ruangan, mencari hal yang mengganjal di benaknya.
"entahlah....tapi rasanya ada yang berbeda" kali ini Jeffry membuka suaranya.
tap...
beberapa menit mengawasi kamar Celine, pandangan nya jatuh pada sebuah lilin di samping ranjang wanita itu.
"kenapa ada lilin di sini?"
William dan Jeffry saling menatap, mereka sudah membuat peraturan, untuk tidak membawa benda-benda, ataupun makanan dari luar Mansion.