
Setelah sekian lama menunggu, akhirnya hari dimana Jeffry berhadapan dengan Joan datang juga.
kedua saudara kembar yang sudah lama terpisah, kembali bertemu di Medan perang.
tidak banyak berubah Joan masih sama seperti dulu, kembaran nya itu terlihat sehat dan baik-baik saja, berbeda dengan Jeffry yang harus mengalami berbagai penderitaan karena keluarga nya sendiri.
"lama tidak bertemu Jeff?, apa hanya perasaan ku jika kau, sengaja mengincar ku?" tunjuk nya pada Jeff di hadapan nya.
Jeffry tidak menampilkan ekspresi apapun, "tentu saja aku mengincar mu, aku tidak tau bagaimana keadaan ku, sebelum aku menghabisi mu" geramnya
cengkeraman pada pedang di tangan Jeffry semakin menguat, pria itu tidak bisa menunggu lebih lama lagi.
"kami tidak tau kenapa kau ingin berperang melawan kami, padahal dari awal semua orang tau siapa yang akan menjadi pemenang nya" Joan tersenyum meremehkan, kemudian membuat tanda dengan jari-jarinya.
tak lama kemudian kedua saudara beda ibu Joan, datang dari arah belakang.
Jeffry sedikit terkejut, bukanya para saudara nya yang lain sudah menahan semua orang yang menghambat dirinya.
"terkejut?, kau pikir aku tidak tau apa yang kalian rencana kan?"
"sial...!"
sreet
tring!...Ting!
pedang Jeffry berayun dengan enteng, berayun mengarah kearah Joan dan kedua orang lainnya.
"Haha! serang pria itu jangan biarkan dia menggores tubuh kita se inci pun!"
crash...
kedua mata Joan membola
tepat setelah dia selesai bicara, Jeffry berhasil melukai pergelangan tangan milik saudara nya, Gen...
Joan menatap marah pada Jeffry, dalam sekejap mata kembaran Jeffry itu menyerang Jeffry tanpa ampun.
pedang mereka saling beradu belum lagi salah satu rekan Joan, Roy membantu pria itu dengan menyerang Jeffry dari arah lain.
sreet
Duar!
"akh!"
"Jeff!" William, Rey dan Nic berteriak kencang ketika sebuah ledakan besar mengenai tubuh Jeffry.
Roy pelaku yang mencelakai Jeffry langsung menarik Joan menjauh.
"mereka menggunakan kekuatan sihir dalam pertarungan, licik sekali" ucap Rey sambil membantu Jeffry yang terkena luka bakar.
"itulah yang ku tunggu"
"apa?" mereka yg berada di sana merasa heran dengan ucapan Jeffry.
"baiklah, cukup bermain-main nya"
kretek!
Jeffry bangkit, pria itu terlihat lebih bersemangat dari pada tadi.
suami dari Celine itu mengubah wujudnya menjadi Demon, tubuh tegapnya yang tinggi semakin bertambah besar ketika tubuh itu semakin tumbuh, sayap besar berwarna hitam dengan duri duri beracun miliknya, sudah siap untuk menghabisi siapa saja.
"sudah lama aku tidak berubah ke wujud ku sekarang, sepertinya aku perlu darah segar untuk menyempurnakan kekuatan ku" suaranya pun turut berubah menjadi lebih besar.
Joan, Roy dan gen merasa merinding ketika Jeffry menatap mereka, sambil berkata darah segar.
"kau pikir kami takut!, hanya karena perubahan mu itu!?" Joan berteriak marah bahkan suaranya sedikit bergetar.
Joan ikut mengubah bentuk tubuhnya, berbeda dari Jeffry Joan telah kehilangan sebelah sayapnya, hilang karena pertarungan nya dengan Jeffry, dia sungguh merasa kesal, karena cacat yang diberikan oleh Jeffry, dia di permalukan di antara saudara nya.
sring!
wushhhh
pedang keduanya kembali beradu, tapi kali ini lebih besar dari tadi, karena keduanya menggunakan seluruh tenaga mereka, bahkan orang-orang yang berada di dekat mereka terseret menjauh terkena angin yang berhembus dari pedang keduanya.
tring!
"aku akan mengalahkan mu Jeff!"
tersenyum miring Jeffry langsung menancapkan pedang nya ke arah Joan.
"ssh!, sialan!" Joan mundur menjauhi Jeffry perut nya terluka cukup besar karena terkena pedang milik Jeffry.
"dasar lemah" ucap Jeffry
pria itu melirik kearah Gen yang berada di dekapan Roy, sepertinya luka yang di berikan oleh Jeffry sangat besar.
wushhhh
grep
"argh! lepaskan aku!" beberapa detik kemudian Jeffry berada di hadapan Gen, menarik pria yang terluka itu kearah nya.
Roy yang tidak sadar jika saudara nya hilang dari hadapannya terkejut.
"aku sangat lapar, kau tau jika aku mendapat kekuatan dari menghabisi saudara yang lain?, dan sekarang kau target selanjutnya, karena aku sangat lapar Sekarang" Jeffry berbicara dengan senyum mengerikan miliknya.
"lepaskan Gen!, kau tidak bisa melukainya!" Joan berteriak kencang
tawa menggelegar milik Jeffry membuat Joan dan Roy membeku
"dia milikku, sekarang"ucapnya penuh tekanan.
"t-tidak" Gen menggeleng kan kepalanya
"terlambat"
crash.....
"Arghhhh!"
slurp....
"GEN!!"
Bruk!
mayat Gen tergeletak jatuh kebawah tidak bernyawa.
"sangat buruk"
William menatap tidak percaya pada Jeffry, bagaimana bisa adiknya itu menjadi sebengis ini?.
semua pemikiran nya memudar saat dia melihat Panah melesat cepat kearah Jeffry.
"JEFF!, menyingkir dari sana!" William berlari kearah Jeffry.
terlambat....
jleb!
panah yang terbuat dari perak itu menembus dari punggung, sampai dada depan milik Jeffry.
"ukh!"
darah segar keluar dari mulutnya
"tidak! Jeffry!"
Bruk!!!