
"kita akan membuat rencana B!" putus Jeffry
"apa itu?"
"untuk menghindari kematian banyak korban, kita hanya perlu bertarung seadanya saja!" Jeffry menatap orang-orang yang ada di sana
"aku akan mencari Celine!, jika aku berhasil mendapatkan nya, kita akan menghentikan perang!" lanjut nya lagi
"bagaimana bisa?"
"bisa!, paman Boran, gunakan sihir teleportasi berskala besar bersama dengan para pasukan mu, aku akan membunyikan terompet ini, dan kita. semua akan meninggalkan istana"
Jeffry menunjukkan terompet berbentuk naga yang dia dapatkan dari raja siluman naga.
"baiklah!"
.
.
.
.
"kita harus pergi dari sini!" usul Jeffry, bukan waktunya mereka saling melepas rindu, mereka masih berada di wilayah lawan.
wushh...
Jeff membawa Celine dalam gendongan nya, mereka terbang menuju tempat pertempuran.
nguuuuuuuuuuuung
Jeffry meniup terompet milik nya sesuai rencana mereka.
"mundur!"
1...
2...
3...
sring!
cahay terang benderang menyilaukan mata para pasukan vampir milik klan murni, bersamaan dengan cahaya yang menghilang, begitu pula dengan pasukan demon milik Jeffry.
"sial!, mereka kabur!" Joan berteriak marah.
bruk!
"Hormat kami yang mulia Raja!" para pasukan menunduk hormat saat raja mereka tiba di sana.
"kalian tidak bisa menghentikan mereka?!, dasar tidak berguna!, dan kau Joan!" tunjuk nya pada putra nya itu.
"ya! ayah!"
"kau bahkan tidak tau jika peliharaan mu itu, telah di curi"
deg...
'sial!'
.
.
.
.
"terimakasih!, untuk segala bantuan kalian!, para iblis dan siluman aku akan memberikan imbalan kalian semua!" ucap Jeff tulus, karena mereka lah dia bisa mendapatkan istrinya.
"terima kasih kembali!"
kemudian mereka semua menghilang dari pandangan Jeffry.
"sudah selesai" lega William, untuk pertama kalinya dia merindukan kastil nya.
"belum!" ucap Reynold, pria itu berjalan mendekati Celine, sedang kan si gadis tidak tau apapun.
"maafkan aku!, sekali lagi maafkan aku!" Rey membungkukkan tubuhnya, di hadapan Celine.
"e-eh?"
mendongakkan kembali tubuhnya, Rey menatap Jeffry dan Celine bergantian.
"aku tau kesalahan ku tidak akan pernah bisa di maafkan, tapi aku berjanji akan melindungi kalian, dengan seluruh hidupku!"
grep
"hiks!, bodoh!, bisa-bisanya aku menyakiti adik kecilku sendiri!" Rey tidak bisa menahan tangisnya lagi, dia menumpahkan tangisnya di bahu sang adik.
William dan Celine menatap mereka berdua, bahkan Celine ikut meneteskan air matanya, saat melihat ketulusan dari kedua saudara itu.
grep!
William ikut bergabung dengan kedua adiknya.
"sial! aku menyayangi kalian!"
mereka tertawa bersama-sama, Celine menatap mereka bertiga, dia sedikit iri, selama hidupnya dia tidak pernah memiliki kasih sayang keluarga, lihat lah mereka, walaupun tanpa kedua orang tuanya, mereka masih bisa berbagi kasih sayang.
walaupun cara mereka menunjukkan kasih sayang mereka berbeda-beda.
Celine berjalan mendekati mereka, dia ikut dalam pelukan mereka bertiga, tepat di samping Jeffry.
Celine bisa melihat senyuman manis dari Jeffry, bahkan ada jejak air mata di wajah tampan nya.
'aku mencintai mu' gumam Jeffry tanpa suara.
Celine mengerti dengan gumaman itu.
mereka berdua tersenyum satu sama lain.
betapa bahagianya mereka saat ini.
.
.
.
.
"arghh!"
brak!
prang!
"ini semua salah Jeffry!, aku bersumpah akan menghabisi mereka semuanya!" Joan memegangi bekas tamparan di wajahnya, ya!, kegagalan yang dia alami membuat ayah nya murka, dan menamparnya.
"aku tidak akan menyerah!"
prang!
.
.
.
"lepaskan!" titah Celine pada Jeff, setelah makan malam Jeffry terus memeluk nya. mereka berada di kamar sekarang.
saking kuatnya pelukan jeff, Celine tidak bisa pergi ke mana-mana.
hening.....
"Jeff!, bagaimana dengan mansion mu?" tanya Celine membuka pembicaraan
"........"
Jeff tidak menjawab
"ah! maaf aku tidak-
"kita tidak akan pergi ke sana!"
Celine menoleh cepat
"tapi kenapa?"
"aku masih belum siap, tapi jika saat nya tiba nanti kita semua akan pergi ke sana"
Celine tau, pasti Jeffry merasakan trauma mendalam di sana, sekuat apapun seseorang, jika sudah berkaitan dengan keluarga nya sendiri, pasti dia tidak akan pernah melupakan nya.
Celine mengusap rambut lembut Jeffry
"maaf! dan terimakasih" ucapnya
cup!
grep!
Celine mengecup bibir Jeffry, kemudian menyembunyikan wajahnya di leher sang suami.
"keterlaluan" gumam Jeffry, andaikan saja Celine melihat wajah Jeffry dia pasti akan melihat rona wajah di pipi nya.