Harem: The Vampires World

Harem: The Vampires World
War I



lokasi pertempuran berada di tanah tandus yang sangat luas, jauh dari kota ataupun keramaian, di lokasi itu hanya ada pasukan milik Jeffry dan para kakaknya, jangan lupakan pasukan musuh milik ayahnya.


berbeda dengan cerita peperangan lainnya yang di mulai siang hari dan berhenti saat menjelang malam, di sini para pasukan akan memulai pertarungan saat malam hari.


karena perbedaan mereka dari manusia biasa lah yang membuat mereka rentan terkena cahaya matahari secara langsung.


di dalam pasukan milik Raja Carsis dan para putranya yang ikut serta dalam peperangan, mereka menunggu hingga waktu peperangan dimulai dengan berpesta minuman di tenda mereka.


sedangkan Jeffry dan para bawahannya sibuk menyusun strategi peperangan yang akan berguna bagi mereka, dari pada menghabiskan waktu dengan tidak berguna seperti musuh mereka saat ini.


Jeffry berharap dengan rencana yang mereka buat, bisa mengurangi jatuhnya para korban.


"dengan memperkuat benteng pertahanan kita, aku rasa kita bisa melindungi setidaknya setengah pasukan kita" Rey bertugas sebagai komandan pasukan, memberikan arahan nya.


"abaikan saja Raja Carsis, kita akan menyerang nya ketika dia lengah" tambah Jeffry, peperangan ini di susun untuk menghabisi nyawa Carsis dan para pengikutnya.


jadi di setiap tindakan yang Jeffry lakukan, dia akan mencari celah untuk menghabisi Carsis.


"hm..semua sudah diatur, kita bisa beristirahat sampai waktunya tiba nanti"


.


.


.


.


.


Rumah makan tempat dimana Celine mencari nafkah terasa sepi hari ini, entah kenapa dia merasa jika alam pun berpihak padanya.


saat sedang asik menggelap gelas, Lim menepuk pundaknya pelan.


"ada apa?"tanyanya penasaran


Lim melirik adik nya Lila, seakan paham dengan maksud kakak nya Lila langsung bergerak cepat.


"ah!...Celine bagaimana jika kita pergi ke tempat hiburan?" usul Lila


Lim berdecak


"kau hanya melamun dari tadi, lagi pula hari ini toko lumayan sepi, biar aku yang menjaga nya, kalian pergilah"


Celine merasa tidak enak, dia tidak tau jika mereka menyadari kegelisahan dirinya.


"Celine, jangan banyak berfikir, ayo!" ajak Lila, kali ini gadis periang itu menarik tangan Celine kuat.


"t-tapi-..."


Celine hanya bisa pasrah kemudian mengikuti Lila pergi ke tempat hiburan.


Lim tersenyum menatap kedua wanita di depan sana, dia berharap Lila bisa membuat Celine melupakan kegelisahan yang dia rasakan.


.


.


.


.


perang sudah di mulai sejak beberapa jam yang lalu, sejauh ini para masing-masing pasukan tidak mengalami kekurangan yang pasti. hanya saja Sulit bagi Jeffry mencapai ayahnya.


seperti tau apa yang di inginkan Jeffry para saudara nya menghalangi setiap langkah yang di ambil nya.


sama sekali tidak bertegur sapa, karena dari awal mereka tidak pernah dekat mudah bagi Jeffry untuk menghabisi nyawa mereka semua.


"strategi kita berhasil, mungkin jika terus seperti ini kita akan memenangkan perang!" Rey berbicara dengan nada tinggi suara pedang yang saling bertautan, membuat mereka harus berbicara dengan keras.


sejauh ini tidak ada musuh yang harus Jeffry dan teman-teman nya lawan dengan menggunakan sihir, cukup dengan pedang di tangan mereka sudah bisa menghabisi mereka dengan sekali tebas.


jauh di depan sana, Jeffry bisa melihat Joan dan ayahnya, dari pada mengotori tangan keduanya mereka lebih memilih menghabisi musuh dengan sihir.


jika mereka terus menggunakan sihir Jeffry yakin, tak lama kemudian tubuh mereka akan melemah dengan sendirinya. kesempatan bagus untuknya dan para bawahannya.