
mereka semua tidak heran dengan sikap gadis, yang tengah merengsek ketakutan itu, yah!. mereka juga akan bereaksi sama dengan Celine, jika tau kau hidup dengan makhluk yang bukan manusia.
tidak ada yang bersalah di sini, mereka merahasiakan identitas mereka karena merasa tidak ada yang perlu di bicarakan, sedangkan Celine datang dengan sendirinya pada mereka tanpa paksaan.
"lady, kamu mengerti dengan ketakutan anda, tapi bisakah anda berbicara tentang kejadian kemarin?" William berbicara selembut mungkin pada gadis, yang seperti ingin menangis itu.
"satu hal yang perlu kau tau! orang yang menyerang mu kemarin!, bukan kami!" Rey memberi tau gadis itu.
"Rey!" desis William
sedangkan sang empu hanya mendengus sebal.
mendengar perkataan Rey, Celine sedikit terkejut, sebenarnya berapa banyak makhluk di dunia ini ?.
"t-tapi, makhluk bersayap, dengan taring itu?" dia tidak salah liat, bahkan dia masih bisa merasakan gigitan dari makhluk itu yang menembus kulit nya.
"kami tidak memiliki sayap" William menjawab
"hah?"
"baiklah aku akan menceritakan suatu kisah". William bersuara ketika melihat kebingungan gadis itu.
"kami bukan manusia, bisa di bilang kami adalah vampir, dahulu kala, klan kami di bagi menjadi 3 bagian, klan utama, tengah, dan Beta. dan kami bertiga termasuk kedalam klan utama. ayah kami memiliki 15 putra dari 4 istrinya, dan kami adalah putra dari istri pertama raja di klan utama, ibu kami memiliki 4 orang putra. klan utama di takdir kan untuk menjadi pemimpin, tapi tidak bagi mereka yang terlahir berbeda. dari ke 15 putra ada 7 anak yang di usir dari istana utama. karena mereka terlahir tidak sempurna, atau bisa di sebut cacat."jelas nya panjang lebar.
"dan kami termasuk kedalam 7 orang itu" lanjutnya lagi.
Celine terkejut, dia tidak menyangka bahwa mereka mengalami hal yang begitu buruk.
"Maaf" Celine sungguh menyesal dia tidak bermaksud untuk mengingatkan kejadian menyakitkan yang mereka alami.
"tidak perlu minta maaf, seharusnya kami yang meminta maaf karena, membawa mu ke dalam dunia kami".
"sekarang bisa kah anda berbicara tentang sosok bersayap itu.?"
"tunggu!" sela Reynold
"aku, ingin bertanya tentang keistimewaan yang dimiliki gadis ini!" Rey berbicara, sambil menunjuk Celine.
menghela nafas berat kemudian Celine bersuara.
"saat aku kabur dari kejaran bodyguard ayah, aku kehabisan nafas saat memasuki hutan ini, aku tidak menyangka jika hutan ini memiliki kadar oksigen yang rendah, saat itu aku hampir saja kehilangan nyawaku, sampai sosok bersayap itu muncul dan menggigit bibir ku" jelasnya
William mengangguk paham, kemudian berfikir sejenak.
"seperti nya aku paham, kenapa aroma dari darah milik Celine tidak bisa tercium oleh kita" jawab William
"darah?" Rey bertanya
"ya, pasti orang itu memasukkan sesuatu kedalam tubuh Celine, dan membuat kita tidak bisa mencium aroma Celine"
"tapi kenapa kakak dan Jeff bisa mengetahui itu?"
"aku memang tidak memiliki sayap, tapi penciuman ku sangat tajam, aroma itu tercium saat aku mengobati Celine yang terluka terkena jebakan, dan untuk Jeff, aku tidak tau" seluruh pandangan tertuju pada Jeff yang dari tadi tidak bersuara.
Jeff yang merasakan tatapan dari mereka semua pun, hanya menghela nafas
"hanya firasat" singkat nya.
"apa!!" teriak Rey tidak terima
"sudahlah" William menengahi
"sosok itu sama seperti yang anda lihat saat di kamar ini?" tanya William
"ya"
"bagaimana lagi? jika dia mampu menembus pertahanan di hutan apalagi di kamar ini?" Jeff menyahut
"ah! saat itu!" teriakan tiba-tiba dari Celine mengagetkan mereka yang ada di sana
"saat aku pergi keruang kerja ayah, aku Melihat sosok itu juga di sana!, ayah berencana menumbalkan diriku untuk makhluk itu" jawabnya
"sial!" gertak William