Harem: The Vampires World

Harem: The Vampires World
Go home



Memang terasa sulit untuk meninggalkan apa yang sudah menjadi bagian dalam hidup kita, tapi semua itu harus Celine hadapi untuk menuju kebahagiaan nya, kebahagiaan nya mungkin bukanlah di tempat ini, tapi tempat dimana dia menemukan cinta itu lah kebahagiaan nya.


Celine bersama dengan Jeffry bersiap untuk pergi kembali, setelah seharian menangisi tempat kelahiran nya ini, Celine memutuskan untuk pergi bersama dengan suaminya.


"Kau baik-baik saja?" Jeffry mencemaskan keadaan Celine sekarang, wanitanya ini terlihat tidak ingin pergi dari sini.


"tentu saja"ucapnya sambil tersenyum tipis, tentunya senyum itu palsu, Celine terpaksa menampilkannya agar Jeffry tidak khawatir.


Jeffry menatap wanita yang tengah menggandeng balita cantik di sebelah nya itu.


"aku tidak memaksa mu pergi kan?, kau bisa hidup dengan bahagia bersama dengan Lily di sini, tidak perlu ikut kembali bersama dengan ku, tapi kau mengatakan jika kau ingin pergi, dan sekarang sudah terlambat untuk menyesal, Celine" jelas Jeffry pada Celine


wanita itu menunduk untuk melihat putrinya yang tengah menatap mereka, dia melakukan ini untuk keselamatan Lily, dan sekarang tidak ada kata mundur lagi.


"aku tidak menyesal Jeff, kita harus pergi sekarang, atau kita akan menetap lebih lama di sini" senyum terbit di wajah cantik nya, tidak ada senyum terpaksa lagi, yang ada hanya senyum menenangkan milik Celine.


Jeffry tersenyum, mengusap lembut sisi wajah Celine, kemudian mengangkat Lily kedalam gendongan nya.


"putar cincin nya" pintanya pada Celine


kemudian cincin yang dia pegang di putar, Celine menggenggam erat tangan Jeffry di sebelah nya.


"ayo" ucapnya, ketika lubang hitam di hadapan mereka telah terbuka, Lily sedikit merasa takut, gadis kecil itu menyembunyikan wajahnya di leher sang ayah.


...----------------...


"buka matamu" mereka sudah sampai dengan selamat di Duni Jeffry, Celine sama sekali tidak membuka matanya sejak mereka pergi melintas dunia.


perlahan kedua matanya terbuka secara perlahan, seketika matanya terbuka lebar saat di hadapan nya saat ini terpampang jelas karena mereka berada di atas dataran tinggi, sebuah pedesaan yang di kelilingi oleh bukit dan pepohonan tinggi.


"k-kenapa ada desa di sini?" Celine berdecak kagum, selama dia tinggal di sini bersama Jeffry dan para saudara nya, dia hanya melihat hutan lebat dan beberapa rumah yang jarang sekali ada penduduk nya.


Jeffry menurunkan Lily ke tanah kemudian menggandeng gadis kecil itu.


"Ini adalah pusat kota, dan sudah ada sejak ribuan tahun yang lalu, karena permusuhan antar klan utama dan buangan, kami tidak bisa memasuki desa sembarangan, begitu pun sebaliknya"


Celine menatap Jeffry dari samping


membalas senyum istrinya, kemudian Jeffry membawa keluarga kecilnya untuk pulang ke rumah mereka.


"aku akan mengajak kalian berkeliling nanti, tapi untuk saat ini kita harus pulang"


perjalanan dari tempat tadi sampai Mansion milik Jeffry tidak terlalu jauh, karena mereka sudah sampai di gerbang Mansion sekarang.


Celine melirik Jeffry di sebelah nya, dahinya mengkerut ketika menangkap senyum mengembang Jeffry.


saat dia mengalihkan pandangannya ke depan, ternyata di sana sudah ada William dan Rey yang menyambut kedatangan mereka.


"Selamat Datang, adik ipar dan keponakan" sambut William


Celine tersenyum senang, kedua pria di depannya ini tidak banyak berubah, sama seperti Jeffry kemarin saat mereka bertemu, kedua rambut William dan Rey panjang sampai ke punggung.


"apa kabar kalian?" tanya Celine, Jeffry membawa nya mendekati William dan Rey.


"baik, lebih baik saat melihat kepulangan kalian"ucapnya dengan senyum "tapi berubah buruk saat kami melihat wajah tampan adik bungsu kami" lanjutnya lagi, kali ini William menampakkan wajah yang menyeramkan.


bahkan Lily sampai bersembunyi di belakang Jeffry.


Celine terlihat bingung, buruk?


"kami rela tidak memotong rambut kami karena permintaan pria ini, katanya sebagai kenang-kenangan dari peperangan panjang mereka, tapi ternyata pria ini tidak bisa di percaya". bayangkan saja, sangat sulit bagi dia yang seorang pria harus merawat rambut sepanjang ini.


Jeffry menampilkan wajah datarnya, Celine bungkam, karena dia yang memotong rambut Jeffry, sedangkan Rey hanya menggelengkan kepalanya, pandangan nya jatuh kepada gadis mungil yang tengah bersembunyi itu.


"hai, keponakan" sapa Rey tersenyum ramah pada Lily.


tapi senyuman nya hilang saat gadis kecil itu tidak menghiraukan dirinya.


mereka semua menahan tawa mereka, tentu saja Lily tidak menghiraukan nya mana ada seorang Balita yang mau menatap wajah seram Reynold.


"sudahlah Rey, sebaiknya kita semua masuk terlebih dahulu, kalian perlu istirahat" William membuka suaranya sebelum Rey mengamuk


mereka akhirnya masuk kedalam Mansion.