
Raja Carsis menopang tubuh putranya yang limbung imbas terkena belati perak milik Jeffry, daripada meninggalkan putra kesayangan kesakitan sendiri lebih baik dia membiarkan gadis manusia itu kembali kepada pemiliknya.
sekejam apapun sang raja, tetaplah seorang ayah, dia akan merelakan apapun demi putranya.
hati Jeffry sakit melihat Carsis begitu menyayangi Joan, bukanya pria paruh baya itu membenci kekalahan?, Jeffry sama sekali tidak menyangka pria tua itu bisa begitu menyayangi Joan.
darah tidak bisa berhenti keluar dari luka tusukan yang di timbulkan oleh belati milik Jeffry, pria itu terlihat semakin pucat bahkan darah segar mengalir di lantai tempat Dimana dia terbaring.
para vampir tidak bisa terluka oleh senjata apapun, kecuali benda dengan bahan perak seperti belati milik Jeffry, beberapa tahun yang lalu, benda itu telah di musnahkan dari dunia mereka, tapi bagaimana bisa Jeffry memiliknya?
tidak ingin membuang waktunya lagi, Jeffry bergerak menuju lorong tempat kedatangan Joan tadi
sring...
berlari terus berlari, sampai saat matanya melihat sebuah pintu usang yang ada di sana, aroma Celine tercium sangat pekat dari arah pintu itu.
"sial!"
Celine tidak sendirian..... Jeffry mencium aroma busuk dari siluman dari arah dalam.
brak!
pintu usang itu hancur lebur, ketika kaki jenjang Jeffry menendang nya.
kedua sosok menyeramkan yang berada di dalam ruangan itu pun turut terkejut.
"menjauh dari istriku!" tekan Jeffry penuh dengan ancaman.
kedua siluman tadi agak sedikit tertekan dengan aura milik Jeffry, tapi tetap saja mereka berdua sedangkan Jeffry sendiri pria itu tidak akan menang, itulah yang ada di pikiran mereka.
"beraninya kau mengganggu!, pergi dari sini sebelum kami menghajar mu sekarang!" salah satu dari siluman itu berucap kasar.
Jeffry semakin menatap tajam mereka ketika pandangan tertuju pada darah di sudut bibir siluman yang berbicara tadi.
ssshhhh
emosi Jeffry memuncak, melihat Celine dengan keadaan mengenaskan di belakang kedua siluman di sana.
bahkan dia tidak tau apakah Celine masih bernapas atau tidak.
"argh!, aku akan menghabisi Kalian semua!"
syung....
melesat mendekat kearah musuhnya Jeffry memegang pedang yang memang selalu dia bawa, sedangkan kedua siluman buruk rupa itu tidak memiliki persiapan apa-apa.
bugh...
sret..sret..sret...
goresan-goresan perlahan timbul di kedua tangan kedua Monster, karena melindungi tubuh mereka menggunakan tangan sendiri, sedang kan Jeffry menggunakan pedang Mana.
duagh..
"k-kau! bagaimana bisa!, s-seorang ksatria menggunakan pedang untuk melawan musuhnya yang bertangan kosong?!" monster yang masih berdiri tegap itu, berusaha memprovokasi Jeffry.
"tutup mulut mu!, atau aku akan memotong lidah mu itu!" ucapan tajam Jeffry membuat lawannya merasa tertekan di tambah lagi dengan tatapan mata Jeffry yang mampu melumpuhkan musuh nya.
keuda lengan di gunakan untuk menahan serangan pedang milik Jeffry, saking tajamnya siluman itu merasa jika kedua lengannya akan putus sebentar lagi.
dan benar saja
crash
"arghh!"
lengan besar nya terpotong begitu saja
darah sega mengalir dari bekas lukanya yang terbuka lebar.
"ini lah akibatnya jika kalian berani menyentuh milikku!" ucapnya sebelum berjalan mendekati Celine.
"Celine...hey- bangun aku ada di sini" menepuk lembut pipi istrinya yang terlihat pucat, tidak ada senyuman di wajah cantik istrinya, bahkan baju milik Celine yang berwarna putih, berubah menjadi merah darah.
berusaha sekeras mungkin untuk menahan lelehan air matanya, apalagi ketika dia.......
tidak bisa merasakan.......
kehadiran bayi kecil mereka.......
sekarang.....
"hiks!" tidak bisa menahan lagi, betapa hancurnya dia sekarang.
kedua Monster tadi bergerak segera mungkin menjauh dari Jeffry, aura pria itu tidak beraturan.
tes...
tes...
Celine menggeliat kan kepalanya, wanita itu merasakan tetesan air jatuh mengenai wajahnya.
saat mata itu terbuka
hal yang pertama dia lihat adalah wajah penuh air mata suaminya.
"k-kau......... d-dat-ang?" senyuman lembut tercipta di bibir manis Celine.
"m-maf, ak-- hiks"
Jeffry tidak bisa melanjutkan kata-katanya, pria itu memeluk erat tubuh Celine di dekapan nya
................................................................................................................
#kurang puas sama episode kali ini hiks :0