Harem: The Vampires World

Harem: The Vampires World
he killed her



Celine sudah lelah membujuk Jeffry untuk tidak memarahi Meera, saat dia bangun dari tidurnya yang singkat, dia bisa melihat jika Meera sedang tertekan dengan amarah dari kedua saudara itu.


"Jeff, aku baik-baik saja, lilin itu tidak berbahaya" ucap Celine entah ke berapa kalinya.


tidak ada yang mendengar perkataan nya


"Meera, kau adalah tersangka di setiap kejadian yang menimpa Celine, dan sekarang?, kau berani berulah lagi?" Jeffry membentak pelayan pribadi Celine.


jika saja bukan Celine yang meminta untuk, memaafkannya , dia tidak Sudi memperkejakan pelayan itu lagi.


William memijit hidungnya, pria berkacamata itu geram dengan wanita di hadapannya ini, Untung saja Reynold tidak berada di sini.


"maaf, s-sa-ya m-merasa kasihan, dengan pedagang itu" Meera bersimpuh di lantai air matanya tidak bisa di tahannya.


"Jeff, William, aku---Argh!" Celine tidak bisa melanjutkan perkataannya, perutnya tiba-tiba saja merasa seperti tertarik.


Jeffry dan William menatap Celine terkejut, kedua pria itu mendekati Celine dengan segera, meninggalkan Meera dengan tatapan yang sulit di artikan.


"Celine?, apa yang terjadi?" rasa panik ini kembali terasa oleh Jeffry.


"kau!, panggil tabib kemari!, Celine akan melahirkan" William menyuruh Meera, yang masih betah duduk di lantai.


terlonjak kaget


"b-baik" ucapnya, bergegas untuk pergi memanggil tabib.


.


.


.


.


"aaakh!..."


kedua tangan Jeffry saling bertautan, dari luar dia bisa mendengar jeritan pilu dari istrinya.


"lindungi istriku..."gumamnya


"bukankah belum waktunya Celine untuk melahirkan?, tapi bagaimana bisa ini terjadi?" ucap Rey, saat di luar tadi dia berpapasan dengan Meera yang terlihat cemas, saat dia bertanya wanita itu mengatakan jika Celine akan melahirkan.


setelah itu dia bergegas untuk melihat keadaan Celine secepatnya.


haaaah...


William menghela nafas, pria berkacamata itu mulai menceritakan kejadian awal mula semua ini terjadi.


"ck... entah mengapa aku mencurigai pelayan itu"Jeffry bergumam, tapi masih bisa di dengar oleh kedua orang yanga da di sana.


Rey menaikkan alisnya sebelah


"baru curiga?, dari awal bertemu pun aku sudah tidak menyukainya"ucapnya sarkas


.........


di tempat lain


"Nona! tarik nafas, buang!" sang tabib, mengarahkan si ibu untuk mengatur nafasnya.


Meera juga turut membantu dalam persalinan itu.


entah mengapa tabib itu tidak bisa merasakan aura dari sang bayi.


"ahh!, huhuhu!"


"Nona bertahan lah!" Meera menyemangati Celine yang terlihat kesakitan.


"sedikit lagi!"


Celine menggeram keras


"arghhh!...."


"hahh....hah....ha...." nafasnya tidak beraturan, akhirnya dia bisa melahirkan sang bayi.


"i-ini....." tabib wanita itu tidak bisa berkata-kata, perasaan buruk yang di rasakan, ternyata terjadi.


Celine menatap tabib dengan pandangan bingung...


di pelukan tabib, tubuh bayi kecil Celine.......... tidak bernyawa........ tubuhnya kecil nya tidak lagi berwarna merah muda melainkan berwarna biru kehitaman, bayi itu terkena racun.


Celine melihat tabib yang membantu nya bersalin, kenapa tabib itu menangis?, apa yang terjadi dengan bayinya?, kenapa dia tidak mendengar suara bayi kecil nya?.


"bibi?, bagaimana dengan bayiku?" tanya Celine meminta kepastian...


tabib itu menatap Celine dengan sendu


"bayinya....tidak bernyawa Nona" sungguh dia tidak bisa mengatakan ini, tapi dia bisa apa?, "dia sudah tidak hidup, saat berada di kandungan anda" lanjut nya lagi


Celine tercekat, dia harus merasakan hal ini lagi?.


menatap kosong pada bayi di pelukan si tabib, perlahan air matanya mengalir begitu saja.


"Nona bersabar lah, bayi anda terkena racun, saya akan mencari pelaku ny---


jleb!


"argh"


bruk


Celine membulatkan matanya lebar, tubuh tabib wanita itu jatuh menimpa nya.


percikan darah dari tubuh tak bernyawa sang tabib, mengenai wajahnya.


"tabib itu terlalu banyak bicara!, benarkan? N-o-n-a?"tekannya menyebutkan kata Nona


Celine menatap tidak percaya pada pelayan pribadinya itu.


"Meera?"


"ya! ini aku!" Meera tersenyum miring