Harem: The Vampires World

Harem: The Vampires World
Celine's pain



disebuah tempat yang terlihat tidak layak lagi untuk di tempati, Celine merapat kan tubuhnya yang terasa dingin, wanita itu terlihat kotor, wajahnya sembab karena terlalu lama menangis.


Celine memeluk dirinya sendiri, sebenarnya dia lapar tapi....tidak ada yang memberikan nya makanan yang layak, untuk nya dan bayinya.


beberapa saat lalu pelayan membawakan nya sepiring makanan, Celine merasa senang saat itu, tapi rasa senangnya lenyap begitu saja.


makanan yang di bawakan oleh pelayan itu berisi, nasi dan lauk, sejenak makanan itu terlihat baik, tapi saat piring berada di hadapannya, dia bisa mencium aroma busuk dari makanan itu, bahkan Celine bisa melihat belatung yang menggerogoti lauknya.


Celine membuang nya begitu saja, dia hanya meminum air yang terlihat baik-baik saja. bahkan karena hal itu dia merasakan rasa sakit dari perutnya, sepertinya mereka memasukkan sesuatu kedalam air yang dia minum.


"hiks...."


sudah berapa banyak Celine menumpahkan tangisnya, wanita itu merasa akan baik-baik saja tanpa makanan, jika saja tidak ada seseorang di dalam perutnya.


"baik-baik lah di sana, ayah mu akan menjemput kita sebentar lagi" Celine mengusap perut nya yang masih rata, air matanya tidak bisa terbendung lagi, dia mengelus perutnya sambil menahan isakan yang keluar dari mulutnya.


"hmph..hiks"


krek!


Celine mendongak saat pintu ruangan terbuka lebar, wanita itu mengusap air matanya.


Joan menatap Celine tajam, di tangan kirinya terdapat nampan berisi makanan dan minuman, yang wanita itu tau pasti itu untuk nya.


tap...tap!


tak


Joan meletakkan nampan berisi makanan itu dihadapan Celine, yang terlihat meringkuk ketakutan.


"makan!"titahnya


Celine tidak bergeming sama sekali, bukanya mendekati makanan itu dia malah mundur menjauhi makanan itu.


"ck!...kau ingin makanan seperti tadi!" bentaknya, pria itu tidak suka di bantah, apalagi dengan wanita di hadapannya ini.


melirik kearah makanan yang di bawakan oleh Joan, Celine terlihat bingung apa dia harus memakannya?, bagaimana jika makanan itu basi seperti tadi?.


melihat Celine yang terlalu lama, Joan mengambil inisiatif, membawa piring itu di tangannya kemudian menyendok nasi dan lauk, setelah itu menyodorkan nya pada Celine.


"buka mulut mu!" ucap Joan sambil menyodorkan sendok berisi makanan untuk Celine.


Celine menggeleng kan kepalanya.


"t-tidak!"


"sial!"


"angh...hiks, s-sakit" Celine merintih, ketika tangan kasar Joan mencengkeram rahangnya, agar terbuka.


"Lady, aku tidak membunuh mu, bukan berarti aku tidak bisa menyakiti mu!" desis nya di depan wajah Celine, yang telah basah oleh Air mata.


Joan memasukkan sendok berisikan makanan kedalam mulut Celine, wanita itu tida berani menolak lagi, dia mengunyah habis makanan itu.


"gadis pintar" pujinya, saat Celine menelan makanannya.


"hiks..."


"habiskan!, jika sampai aku kembali makanan ini belum habis!, kau akan tau akibatnya nanti!" ancam Joan, pria itu berbalik pergi meninggalkan Celine seorang diri.


Celine menangis, tapi tetap saja dia memakan makanan itu.


"makanan ini terasa panas, saat melewati tenggorokan ku, Tuhan, apa kami akan baik-baik saja?!"


betapa malangnya wanita itu, jika saja seseorang yang memiliki hati melihat keadaan Celine sekarang, sudah di pastikan orang itu akan merasakan kesakitan yang sama, dengan wanita hamil itu.


.


.


.


ruangan tempat Celine di kurung terlihat gelap saat malam hari tiba, hanya ada cahaya lilin yang menyinari ruangan itu, bahkan bulan pun tidak menampakkan dirinya di malam itu.


"ssh.."


entah apa yang terjadi, setelah memakan makanan pemberian Joan sore tadi, perutnya terus merasakan keram yang amat sangat menyakitkan.


keringat bercucuran seperti air hujan, dia terus memegangi perutnya yang terasa panas itu,


"hiks, s-sakit"


deg...


matanya bergetar hebat ketika melihat darah mengalir dari ************ nya.


'tidak!' batinnya menjerit


"sudah waktunya ya?"


Celine menatap tidak percaya Joan yang berdiri tidak jauh di sana, bagaimana bisa pria itu melakukan ini padanya?.


"keterlaluan,..."