Harem: The Vampires World

Harem: The Vampires World
Sad or Happy.......?



setelah memberitahu keberadaan Jeffry pada Celine, William langsung pergi dari kamar adik iparnya itu, tidak ingin berlama-lama atau Celine akan bertanya banyak hal pada nya.


pria berkacamata itu menyenderkan tubuhnya, pada tembok Mansion, rasanya sangat menyesakkan melihat hubungan Jeffry dan Celine yang semakin merenggang.


"haaah, lagipula kenapa Jeff tidak berpamitan dulu pada istrinya?" ucap William sambil memijit pangkal hidung nya.


dari kejauhan Rey bisa melihat kakak tertuanya, yang tengah memijit-mijit hidupnya.


tap...tap


Reynold berjalan mendekati William


"ada apa?" tanyanya saat dia sudah berada di hadapan William


William yang tengah menunduk itu, kemudian mendongakkan wajahnya untuk melihat siapa yang tengah berbicara padanya.


"Rey?, kau sudah kembali? Dimana Jeffry?" pria itu menoleh kan kepalanya ke kanan-kiri, mencari keberadaan adik bungsunya.


Rey menatap bingung William


"hei, Jawab pertanyaan ku, ada apa?" ucapnya menenangkan William yang terlihat panik


William memegang erat Rey


"Celine, aku khawatir padanya, aku juga menghawatirkan hubungan mereka"


Rey tau hubungan Jeffry dan Celine merenggang karena kematian putra kedua mereka, di tambah Jeffry yang jarang pulang ke Mansion sekarang, pria itu akan kembali kerumahnya saat dia ingin, dan setelah itu akan pergi lagi entah kapan akan kembali.


"kak, Jeffry akan kembali mungkin sekitar sebulan lagi" Rey menenangkan William


"sebulan!, bagaimana mungkin?, dia meninggalkan istrinya selama itu!" William sangat geram Sekarang, jika akhirnya seperti ini, kenapa mereka menikah dulu?,


"kau lupa?, perbedaan waktu di dunia manusia dan dunia kita sangat berbeda, Jeff tidak lama di sana, tapi akan terasa lama ketika kita menunggu nya di sini"


William lupa saking paniknya, dia sampai melupakan hal itu.


"aku lupa, biarkan aku istirahat, aku Sangat lelah sekarang"


Rey menatap punggung kakak tertuanya, dari belakang, begitu lah pria itu, saat dia menyayangi sesuatu, dia akan terus menjaga nya, walaupun harus terlibat dengan masalah yang begitu besar.


.


.


.


.


hari-hari berlalu begitu cepatnya, bahkan berminggu-minggu sudah terlewati, sampai saat ini Celine tidak tau kapan Jeffry kembali ke padanya.


dia sangat merindukan suaminya, biasanya dalam sebulan Jeffry akan menemuinya seminggu sekali, atau dua Minggu sekali, untuk memenuhi kebutuhan pria itu, tapi ini? jangankan seminggu bahkan Jeffry belum kembali padanya sejak sebulan yang lalu.


Celine hanya menghabiskan waktunya untuk berkebun seperti sebelumnya, tidak ada gunanya dia tetap merenung di dalam kamarnya, jadi dia memutuskan untuk mencari kegiatan lain.


"kau terlihat pucat"


lamunannya terhenti ketika Rey datang ke hadapannya.


"sebaiknya kau istirahat, kau terlihat semakin jelek dengan kulit pucat mu" ucapnya dengan datar.


Celine tidak tau pria di depannya ini, sedang bercanda atau tidak, walaupun bercanda mana ada orang bercanda dengan wajah datar seperti itu.


"aku baik-baik saja"


"begitu kah?"


Celine mengangguk


hening tidak ada pembicaraan lagi yang terlontar dari kedua orang itu, jika hari biasanya Celine akan berbicara banyak hal dengan Rey ataupun William, tapi hari ini entah kenapa dia merasa tidak bersemangat.


tidak ingin merepotkan Rey, jika dia pingsan di sana nanti,Celine berjalan menjauhi taman, tanpa mengucapkan apapun.


belum ada lima langkah Celine berjalan tubuh wanita itu limbung, hampir saja terjatuh jika Rey tidak dengan cepat menangkap tubuhnya.


"Celine!"


puk...puk...


"hei!, buka mata mu!" Celine tidak bergerak sama sekali, walaupun Rey sudah menepuk pipi wanita itu.


pantas saja dia terlihat pucat, ternyata Celine memang tidak baik-baik saja.


..............


William memeriksa kondisi adik iparnya, Rey datang padanya dengan terburu-buru, dan membuat William panik, saat pria itu berkata jika Celine pingsan di taman.


"bagaimana?"


"......."


William tidak bersuara


"Celine" panggil William, ketika melihat tanda-tanda Celine akan sadar.


"k-kak?, apa yang terjadi?" tanyanya bingung, bukankah dia berada di taman tadi?.


William menatap Rey


"pergilah, aku ingin berbicara hal pribadi dengan Celine"


Rey mengerenyit tidak suka, tapi pria itu tetap mengikuti perintah William.


William menghela nafas saat Rey pergi


"ada apa?" Celine sedikit merasa takut


menatap Celine lekat, William mengucapkan kata, yang sama sekali tidak ingin di dengar oleh Celine.


"kau–hamil"


deg!


"a-apa?"