
mereka berdua sudah puas menangis, dan sekarang mereka hanya melamun tanpa melakukan apapun.
"sepertinya aku sering menangis sekarang" gumam Jeffry kesal, kenapa dia menjadi cengeng seperti ini?.
"ahaha!, benar, tapi kau tetap tampan" puji Celine.
blushh...
Jeffry memalingkan wajahnya ke arah lain.
"apalagi saat kedua pipimu memerah!, kau terlihat semakin tampan!, em.....dan juga.....seksi~" goda Celine lagi, gadis itu puas menertawakan suaminya.
dia tidak tau kata-kata 'seksi' yang keluar dari mulut gadis itu, membuat nya panas dingin.
"oh,ya?"
tawa Celine terhenti saat mendengar suara Jeffry.
"eh?"
"apa aku terlihat seksi?" pria itu memajukan wajahnya kearah Celine, hidung mereka bersentuhan sekarang, jika saja hidung Celine tidak mancung pasti, ada tempat lain yang bersentuhan.
"em, i-itu"
"kenapa?, gugup?, aku akan menunjukkan apa itu, seksi" keadaan berbalik Sekarang.
"Jeff!, menjauh nanti ada yang melihat!" dorongan yang di berikan Celine sama sekali tidak membuat Jeffry berkutik.
5 Senti
..
4 Senti
..
3 Senti
Celine menutup kedua matanya
2 Senti
gadis itu bisa merasakan aroma mint dari, nafas Jeffry
dan
"......"
Celine membuka matanya perlahan, dia tidak merasakan apapun.
buk!
Celine memukul Jeffry, saat gadis itu membuka matanya yang dia lihat adalah wajah mengejek dari Jeffry.
"hahahahha!, astaga!...perutku"
"menyebalkan!"
seet
Celine berjalan menjauh dari sana, dan kembali melanjutkan kegiatan siram menyiram nya.
"hey!, jangan marah"
bujuk Jeffry, dia hanya ingin bercanda, tapi sepertinya Celine sangat murka.
"begini, aku akan menunjukkan wujud asli dari bunga iblis!, bagaimana?"
sepertinya Celine terlihat tertarik, terlihat dari cara gadis itu berbalik menghadap nya.
"bisakah?"
Jeffry mengiyakan
pria itu berjalan kearah belakang tubuh Celine, mengangkat kedua tangan nya, dan kemudian di arahkan untuk menutupi kedua mata Celine.
"tutup matamu, pikirkan wujud Bunga mawar itu, rasakan"
Jeffry menjauhkan tangan nya
"buka matamu!"
Celine membuka matanya secara perlahan.
betapa terkejutnya dia, di depannya saat ini bukanlah Bungan mawar melainkan sekumpulan Bunga pemakan serangga berwarna hitam, dengan duri dan sulur di sekitarnya.
"i-ini?"
"jangan takut!, mereka tidak akan menyakiti mu, sekarang tutup matamu kembali!" titahnya
Celine langsung menutup matanya erat-erat
cup...
"dasar kau mengambil keuntungan dalam kesempatan!"
"hehe"
.
.
.
.
"kalian benar-benar tidak akan kembali ke mansion?" entah ke berapa kalinya William bertanya hal itu.
"kak! sudah kukatakan kami akan kembali saat waktunya tiba nanti!" dan entah ke berapa kalinya Jeffry harus menjawab dengan kata-kata yang sama.
"susah payah kami menyiapkan Mansion itu, tapi tidak ada penghuninya!" kali ini Rey yang biasanya diam ikut protes.
"ayolah!, Mansion kan dijaga oleh para pelayan, jadi tenang saja"
Celine tidak peduli, di saat waktunya makan malam mereka malah membicarakan hal yang sama lagi seterusnya.
dari mulai, sarapan pagi, makan siang, dan Sekarang makan malam, William dan Rey terus mengungkit itu semua, dia bisa merasakan jika Jeffry bosan dengan semua itu.
"terserah lah" pasrah William, dia tidak mengerti dengan jalan pikiran adiknya ini.
"daripada kalian penasaran, aku akan mengatakan nya" putus Jeff menatap satu-persatu mereka yang ada di sana.
"apa!?" tanya mereka semua penasaran, bahkan Celine pun ikut penasaran.
"kami akan kembali ke Mansion!, saat Celine mengandung anak kami!"
"uhk!"
"apa!!"
mereka semua terkejut, bahkan Celine tersedak ludah nya sendiri saat Jeffry mengatakan tentang anak.
.
.
.
di kamar Celine dan Jeffry, mereka berdua berbaring di kasur dimana Celine, berada di pelukan Jeffry.
mereka saling berhadapan sekarang.
"masalah anak" ucap Celine
Jeffry bersiap mendengarkan
"aku belum berfikir sampai ke sana, dan juga....aku belum siap" Celine menggenggam tangan suaminya, dia menatap wajah suaminya dengan sendu.
Jeffry tidak menampilkan raut wajah nya, Celine takut jika Jeffry merasa tersinggung dengan semua perkataan nya itu.
"maaf!, mungkin satu atau dua tahun ke depan aku akan siap" bujuknya
"kenapa harus selama itu?" Jeffry bertanya dengan datar
"itu, aku hanya takut, lagipula kita baru saja menikah dan-
"apa yang kau takutkan?, dengan aku mencintaimu, itu sudah cukup" potong Jeffry
grep
dia menangkup wajah istrinya.
"keraguan mu itu ada, karena kau, belum mempercayai ku kan?"
Celine menggeleng cepat, tidak! dia tidak bermaksud seperti itu.
sreet...
Jeffry bangun dari kasur
"mau kemana?" tanya Celine bingung
"aku akan pergi!, dan aku akan kembali setelah......kau mempercayai ku" pria itu menoleh menatap istrinya.
"jeff-
brak!!
gebrakan pintu terdengar, Jeffry meninggal kan Celine sendirian di kamar mereka.
tes..
tes..
"hiks...aku takut- menyakiti anak kita nanti, hiks" tangis nya pecah, setelah musibah yang menimpa mereka berlalu, sekarang datang lagi musibah yang lainnya.