
setelah perdebatan panjang dengan William dan Rey, akhirnya Jeffry bisa pergi ke istana utama sendirian, para saudara nya itu tidak mengijinkan dia untuk pergi ke istana sendiri tanpa pengawalan apapun. William berucap 'sekuat apapun dirimu, tetap saja kau perlu bantuan'.
memang kakak tertuanya itu terlalu penakut.
dan sekarang di sinilah dia berada, berhadapan dengan sang ayah, yang telah membuangnya dan para kakaknya bertahun-tahun yang lalu.
"langsung saja! apa maksud kedatangan mu kesini?" suara bariton sang ayah menggelegar. tidak membuat Jeffry gentar sekalipun
"putra kesayangan mu, telah menculik istriku, apa menurutmu aku akan diam saja?" Jeffry berbicara dengan santai, tidak bersikap kurang ajar maupun berbicara kasar.
sekejam apapun pria di hadapannya ini dia tetaplah ayahnya, pria itu pernah menyayangi nya walaupun hanya sebentar.
"kau sangat menyukai Manusia itu ya?" Raja itu menatap remeh putra buangannya.
rahangnya mengeras setelah mendengar ucapan ayahnya.
"bagaimana jika kita membuat kesepakatan?"lanjutnya lagi
Jeffry memicingkan matanya
"aku akan menjadikan dirimu sebagai penerus ku, asalkan kau memberikan manusia itu untuk Joan, bagaimana?" raja itu memberikan penawaran, semakin senang saat Jeffry terlihat menimbang penawaran nya.
fyuh....
"baiklah" Jeffry berucap ambigu
sang raja yang mendengar langsung bersorak gembira.
"haha!,pilihan yang bagus!, ak--
"aku belum selesai bicara ayah?"Jeffry menyela perkataan sang ayah.
Raja itu mengerenyit tidak suka
"maksudmu?"
"ayah, kau begitu menyayangi putra mu itu bagaimana bisa kau memberikan tahta yang seharusnya, menjadi milik nya kepadaku?, itu tidak mungkin kan?, setelah aku memberikan Celine pada mu, mungkin saja kau melakukan hal licik lagi bersama putra mu itu!, jika kau memang 'berniat' menjadikan ku penerus mu, kenapa aku harus mengorbankan sesuatu?"
si raja terlihat marah, berani sekali putra buangan seperti Jeffry menyangkal perkataan nya?.
set
pria paruh Baya itu berdiri dari singgasana nya. kemudian berjalan mendekati Jeffry yang berada tidak jauh dari sana.
tap...
tap...
tap!
jika di telisik lebih dekat, kedua ayah dan anak itu terlihat sangat mirip, Jeffry adalah wajah muda dari sang ayah, tapi kenapa perbedaan derajat memisahkan mereka?.
tidak ada yang ingin berpisah dari orang tuanya, tapi apa boleh buat, semua peraturan itu di buat oleh raja itu sendiri, ayah dari Jeffry dan para saudara nya Carsis Evan De Kate, Raja dari Segala vampir.
wushhhh
aura berwarna hitam mengelilingi kedua ayah dan anak itu, Jeffry tau jika ayah nya sekarang berada di puncak emosinya.
"nak, kau tau?, aku sangat ingin menghabisi nyawa mu, sejak kau kabur dari peperangan 'hari' itu, tapi--aku menahannya, karena bagiku kau akan sangat berguna nantinya, tapi sepertinya aku tidak perlu menahan nya lagi sekarang"
kretek..kretek..
perlahan-lahan Carsis menampakkan wujud Demon miliknya.
"bisa kita mulai?"
Jeffry tidak bergeming sama sekali, tidak terpengaruh dengan perubahan wujud dari ayahnya.
kepak....
bruk...
kedua orang itu bersiap dengan posisi saling menyerang, wujud mereka tidak berbeda jauh, hanya saja sang ayah terlihat lebih besar dari pada Jeffry sendiri.
Jeffry baru akan menyerang sang ayah, jika saja dia tidak mencium aroma darah Celine dari sudut ruangan, pandangan nya menggelap setelah dia melihat Joan berada di sana, dengan tubuh beraroma kan darah milik Celine.
geerr....
geramnya, bukan hanya aroma Celine dia juga mencium aroma darah dari calon anaknya.
seet....
brak!
"akh! apa yang-
jleb...
Joan tidak siap dia baru saja akan menemui ayahnya, tapi pukulan yang menyakitkan baru saja mengenai tubuhnya, begitupun dengan sang ayah, dia mengira jika Jeffry akan menyerang nya, tapi ternyata dia menyerang putra nya.
"akhhhhh!" rasa panas menjalar ke seluruh tubuh Joan, setelah Jeffry menancapkan sebuah belati perak ke jantung nya.
Jeffry terlihat puas
"rasakan itu!" smirk nya