
Mansion milik Jeffry terlihat senggang dari biasanya, para penghuni Mansion sebagian besar adalah orang-orang khusus milik Jeff, jadi mereka semua ikut ketika Jeffry mengadakan Rapat besar-besaran.
dan sebagian lagi hanya bangsa vampir tingkat menengah, yang di khususkan untuk mengerjakan pekerjaan Rumah.
Rapat yang biasa mereka lakukan selama seminggu sekali kini telah berlangsung, Jeffry dan William memimpin Rapat sejak beberapa jam yang lalu.
"kalian mendapatkan petunjuk baru?" Jeffry ber sender tenang di bangku yang ia duduki, tatapan nya mengarah pada Len salah satu orang yang dia tugaskan untuk menjaga pintu lingkaran sihir.
Len menegakkan tubuhnya
"tidak banyak Tuan, tapi kami merasa jika orang yang telah membobol lingkaran sihir, berhasil memasuki hutan"
"sudah ku duga, untuk apa mereka membobol lingkaran sihir?, pasti mereka mengincar Mansion ini" William berpendapat.
Jeffry menghela nafas berat, saat ini kondisi Celine sedang hamil dia mengkhawatirkan keadaan istrinya itu sekarang.
deg!
srek...
Jeffry bangun dari kursinya dengan tiba-tiba, membuat semua yang ada di sana reflek ikut berdiri dari kursi mereka.
"ada apa Jeff?"
wajah pria itu terlihat pucat dan panik
"jika semua berada disini, bagaimana dengan..... istriku?"
setelah mengatakan itu, Jeffry berlari keluar ruangan di ikuti Nic dan para kakaknya, yang juga turut panik.
.
.
.
.
sedangkan di tempat Celine berada, wanita hamil itu tengah asik memetik bunga-bunga mawar yang berada di kebun miliknya, tadi saat dia terbangun di kamarnya dan Jeffry dia melihat vas bunga nya kosong, jadi dia memutuskan untuk memetik nya sendiri.
Celine tidak sendirian Meera ada bersamanya sejak dia bangun tidur dan sekarang memetik bunga.
Meera memperhatikan Nona mudanya yang terlihat senang, hanya dengan memetik bunga, wajah nya juga terlihat bersinar semenjak dia hamil.
"Nona!, sebaiknya kita masuk, tidak baik untuk Anda dan calon bayi Anda, terpapar sinar matahari secara langsung begini" Meera mengajak Nona mudanya yang tengah asik sendiri, lagipula keranjang berisi bunga mereka sudah terisi penuh.
Celine menengok ke arah Meera yang terlihat khawatir.
tersenyum hangat kemudian wanita hamil itu mendekati Meera.
"baiklah, ayo! kita masuk kedalam"
kedua wanita itu berjalan dengan santai memasuki Mansion.
tap
sreet
"Meera?"
Celine berhenti melangkah, saat dia berbalik dia tidak mene menemukan Meera di belakang nya, Beluma ada 5 menit mereka berbicara, sekarang kemana wanita itu?.
wanita hamil itu menengok ke Segala arah, dia juga kembali memeriksa tempat terakhir kali mereka berbicara tadi.
"Meera!, kau dimana?"
"Mee- hmph!......
bruk!
Celine terkulai tidak berdaya setelah seseorang dengan pakaian serba hitam dan tertutup, membekapnya dengan sapu tangan, sepertinya orang itu mencampuri sapu tangan nya dengan sesuatu.
set
orang yang membekap Celine tadi, membopong tubuh nya di pundak, melirik sekitar sebelum dia pergi menjauh dari taman Mansion milik Jeffry.
terlambat sedetik saja, saat Jeffry dan antek-anteknya tiba di lokasi kejadian, dan mereka melihat taman kosong tidak ada siapapun di sana.
para pelayan bilang Celine pergi ke taman dengan Meera untuk memetik bunga, tapi kemana mereka sekarang?.
"Celine!" teriak Jeffry, pria itu berlarian ke segala arah mencari keberadaan sang istri.
"cari istriku!"
"baik!"
mereka semua mencari Celine ke sekeliling Mansion, bahkan beberapa lainnya mencari wanita itu melalui udara dan air.
pandangan Rey terarah pada keranjang Bungan yang berserakan, dan juga sapu tangan di sisinya.
"Jeff!, lihat ini"
Jeffry mendekati Rey, melihat sapu tangan itu, seingat nya dia tidak pernah memberikan sapu tangan seperti ini pada Celine, Lalu milik siapa ini?.
"Tuan!, kami menemukan wanita ini terluka di belakang Mansion!"
Jeffry dan yang lainnya melihat ke arah wanita itu.
"Meera?"