Harem: The Vampires World

Harem: The Vampires World
Meet You Again



semuanya baik-baik saja, tidak ada hal apapun yang mengancam kehidupan putri kecil nya itu, Lila juga bersikap biasa pada Lily, sesekali gadis itu membantu nya mencari kantung darah di rumah sakit.


tapi hari ini entah kenapa Celine merasakan perasaan buruk. entah apa yang akan terjadi.


Lila tidak akan datang kerumahnya karena ada acara keluarga di rumah Paman gadis itu, padahal Celine membutuhkan nya Sekarang, tapi dia tidak boleh egois dengan menghalangi gadis itu.


"Lily jangan pergi kemanapun,ok!"Celine berbicara pada Lily.


si kecil mengangguk paham, kemudian kembali fokus pada mainannya.


Celine menghela nafas nya, semoga saja apa yang dia takutkan tidak terjadi.


tok!......tok!


bunyi ketukan pintu membuat Celine mengalihkan perhatian nya, menatap sejenak putri nya yang tengah bermain kemudian dia beranjak untuk melihat siapa yang datang ke rumah nya.


"ada yang bisa ku bantu?" tanya Celine setelah membuka pintu nya.


dahinya mengkerut tajam ketika dua orang pria berpakaian rapi mengetuk pintu rumahnya.


kedua pria itu tersenyum ramah, rasa curiga Celine tadi musnah karena melihat senyum ramah kedua orang tidak di kenal itu.


"Nona, maaf mengganggu, kebetulan mobil yang kami tumpangi mogok, kami memerlukan cadangan air untuk mobil kami" pria itu menjelaskan masalah nya pada Celine.


"kedatangan kami, hanya ingin meminta sedikit Air untuk keperluan kami, kebetulan hanya rumah Nona yang berada di sekitar sini" lanjutnya lagi, pria yang satu lagi hanya mengangguk kan kepalanya.


Celine tersenyum paham, menyuruh orang-orang tadi menunggu, kemudian ibu dari Lily itu pergi untuk mengambil air di belakang.


"Nona kecil" panggil pria yang memiliki senyum ramah tadi.


Lily menolehkan kepalanya, gadis kecil itu mengerut tidak suka.


perlahan Lily mengambil ancang-ancang untuk melarikan diri.


"tidak, jangan takut!, paman ingin bertemu dengan mu" ucapnya dengan nada lemah lembut.


Lily berlari mundur


bruk!


"astaga, Lily? ada apa?" Celine memeluk erat tubuh Lily yang bergetar, kemudian mata nya menatap kedua pria asing yang meminta air padanya, penuh tanda tanya.


"m-maaf, aku hanya memanggil nya, tapi aku tidak tau jika putri mu sensitif"


pria asing itu tersenyum canggung.


"tidak apa, ah! ini Air yang kalian minta"Celine memberikan jirigen berisi air pada pria asing itu.


lengan kirinya masih setia memeluk Lily di belakang tubuhnya.


"terimakasih Nona" ucap mereka berdua kemudian mereka meninggalkan Celine setelah memberikan senyuman.


Celine menutup pintu dengan cepat, entah kenapa dia merasa jika kedua orang tadi berniat buruk pada putrinya.


"Lily, semua baik-baik saja kan?"Celine berjongkok di depan putri kecilnya, telapak tangan nya menyentuh wajah dan seluruh tubuh Lily khawatir.


balita kecil itu tertawa karena merasa geli.


"hey!, kau tertawa di saat seperti ini?, katakan" ucap Celine pura-pura marah.


"tidak ada ibu, paman itu terlihat menyeramkan" Celine tertawa melihat tingkah imut Lily yang merajuk.


"baiklah, jika kau mencurigai sesuatu katakan langsung pada ibu, hm?"


"iya!" ucapnya ceria


"gadis pintar"puji Celine pada putrinya


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...****************...


malam telah tiba, seperti biasa kedua ibu dan anak itu akan menghabiskan waktunya dengan bercerita bersama, setelah menyelesaikan makan malam Lily meminta Celine untuk membacakan dongeng untuk nya.


saat tengah asik membacakan dongeng lagi-lagi pintu rumahnya di ketuk.


tidak seperti tadi siang, kali ini ketukan pintu rumahnya terdengar nyaring dan tidak sabaran.


"siapa yang bertamu malam-malam begini?" tanyanya.


meletakkan buku dongeng di atas meja tamu, Celine berjalan keluar.


greep


Celine menatap Lily


"ada apa sayang?" tanyanya lembut, Lily menggeleng kan kepalanya.


menatap Lily dan pintu bergantian, Celine kemudian mengusap pucuk kepala putri nya.


"tidak boleh" ucapnya masih dengan memegangi tangan Celine.


Celine menggeleng "tidak! ibu tidak akan membuka pintunya, hanya mengintip saja" yakin nya pada Lily, gadis kecil itu kemudian melepaskan genggamannya.


suara ketukan semakin nyaring, Celine merasa tidak tenang siapa yang datang bertamu?.


meneguk ludahnya Celine membuka gorden yang menutup jendela nya.


deg!


Celine menutup mulutnya dengan kedua tangan, di luar sana dua orang bertubuh besar dengan jubah hitam menutupi seluruh tubuhnya, berdiri tepat di depan rumah nya.


"ggrrr"


Celine melihat kearah belakang, saat dia mendengar suara Geraman.


"Lily?" lirihnya


Celine berlari menghampiri Lily, gadis kecil nya menggeram seperti binatang mata gadis kecil itu juga berubah menjadi merah, sama seperti saat dia merasa terancam.


"tenang sayang"


Celine menenangkan Lily, membawa gadis kecilnya dalam pelukan hangat nya.


duk! duk!


"Nona~kau ada didalam Kan?"


Celine merinding, suara itu terdengar lembut dan mengancam secara bersamaan.


"sstt!" Celine menutup kedua telinga Lily


"aku akan mendobrak pintu nya!!" suara itu kembali terdengar lebih keras.


brak!


"tidak! tuhan tolong kami!"


brak!


Celine panik, di tambah lagi dengan Lily yang bergetar hebat.


brak!


Celine menutup kedua matanya


tidak terjadi apapun, bahkan suara dari luar tadi menghilang seperti tidak pernah terjadi.


Celine menatap Lily


"kenapa suaranya berhenti?"gumam nya


Celine bangun dari duduknya, wanita itu berjalan mendekati tongkat yang kebetulan berada di didekat nya.


"Lily, berdiri di belakang ibu"


gadis kecil itu menurut


Celine menghela nafasnya, kemudian berjalan mendekati pintu rumahnya.


"tuhan tolong lindungi kami" ucapnya


Celine menggenggam tongkat nya dengan erat, bersiap jika ada kejadian yang mengejutkan.


klek!


krieet


syuut!!


Celine melayangkan tongkat nya ke arah depan.


grep!


"Celine...."


wanita itu membuka matanya perlahan suara yang tidak asing itu membuat jantung nya berdegup kencang.


"Jeff?" lirihnya


Jeffry menahan tongkat yang Celine layangkan tadi.


sepasang suami istri itu saling menatap satu sama lain, seolah-olah mereka bisa mengungkapkan rasa rindu mereka dengan tatapan.


"ibu..."


mereka berdua menoleh kearah sumber suara, hampir saja Celine lupa jika Lily berada di sana.