
Udara malam yang dingin pun tidak bisa mengalahkan aura gelap milik Jeffry, adik bungsu dari William Kate, pria tampan yang sibuk dengan wine merah darah di tangannya itu terlihat tidak mengantuk sama sekali, padahal hari semakin larut tapi pria itu sama sekali tidak beranjak dari tempat nya duduk.
"kau akan menjadi kelelawar sungguhan jika tidak tidur Jeff" William masuk kedalam ruang kerja adiknya, tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu.
pria berkacamata itu sudah terbiasa melakukan apapun tanpa permisi.
"keluar lah!" geram Jeffry
"ayolah Bung, jangan seperti ini" William mendekatinya, mengambil wine di tangan Jeffry kemudian meletakkan nya di meja.
"bagaimana dengan persiapan nya?" Jeff menatap William tajam
sedangkan yang di tatap hanya mendengus sebal.
"Jeff, aku ingin memberitahu sesuatu padamu" raut wajah William berubah menjadi serius.
"apa?"
"Celine sedang mengandung anak mu" William akhirnya mengungkap rahasia itu sudah lama sekali dia menyimpan rahasia tentang keberadaan anak dari Jeffry dan Celine.
jika dia terus merahasiakan nya mungkin dia akan menyesali hal itu.
Jeffry tidak mengatakan apapun, bahkan pria itu bersikap seakan tidak peduli.
"kau tidak terkejut?"
".........."
William kesal
"kau tidak peduli?! hei! jawab!"
"aku tau!" bentak Jeffry mengakhiri perkataan William
"k-kau, t-tau?" William mengerutkan keningnya
"ya! aku tidak bodoh dengan tidak mengetahui keberadaan anak ku, aku bisa merasakan keberadaan nya, tanpa menyentuh janin itu" jelas Jeffry
"lalu kenapa kau malah berperang di sini? seharusnya kau mencari Celine dan bayimu!" bentak nya
"tunggu!, jangan bilang kau sudah tau jika Celine tidak di culik oleh ayah?" lanjut William
Jeffry tidak menjawab
William mengerti sekarang, Celine pergi dari Mansion pasti karena merasa tertekan, jadi Jeffry menyiapkan peperangan untuk menghabisi semua orang yang ingin menyakiti Celine dan bayi mereka.
"aku akan menjemput nya kembali, ketika semua nya aman untuk istri dan bayiku nantinya" ucapnya tulus
William bodoh tidak mengetahui hal ini dari awal, dia membiarkan adik kecilnya tidak beristirahat dengan benar hanya karena mempersiapkan peperangan yang mungkin akan berlangsung sangat lama.
"kau sudah menyiapkan segalanya ya?, kau pasti sudah merencanakan kepergian Celine, kau benar-benar bodoh!"
Jeffry menatap pintu yang Baru saja di banting oleh William, perkataan terakhir William sedikit membuat nya merasa bersalah.
"bodoh ya?" gumamnya
Jeffry menyenderkan punggungnya di bangku, pandangan nya menerawang ke segala kenangan antara dirinya dan Celine.
Jeffry harus menyiapkan segalanya dengan matang, untuk membuat Celine bahagia bersamanya dia harus mengorbankan banyak nyawa, tidak peduli itu adalah nyawa keluarga nya sendiri.
"Celine tunggu aku"
wushhhh
.
.
.
.
.
"haaah!, hah-hah" Celine menyentuh jantung nya yang berdebar kencang, dia terbangun dari tidurnya, saat Celine melihat kearah dinding, jam menunjukkan pukul 04:00 pagi.
keringat dingin bercucuran keluar dari tubuhnya, dia baru saja bermimpi tentang Jeffry, yang membuat nya tidak tenang adalah, mimpinya ini sangat buruk.
Celine mengatur nafasnya Agara teratur
"tuhan lindungilah suamiku, dimana pun dia berada" Celine menyatukan kedua telapak tangan nya.
.............
semua pasukan Tengah berkumpul di gerbang masuk Mansion Jeffry, hari ini adalah hari dimana mereka akan menyerang kerajaan milik Carsis Kate, raja vampir klan utama.
tidak seperti sebelumnya kali ini mereka tidak akan kembali sebelum menghabisi seluruh pasukan milik raja Carsis.
Jeffry, William dan Rey memimpin pasukan yang di bagi menjadi 3 bagian, mereka tidak merencanakan rencana khusus saat ini, yang pasti mereka akan menyerang secara brutal tanpa henti.
pasukan klan utama memang lebih unggul dari milik Jeff dan kawan-kawan nya, tapi pasukan milik Jeffry unggul di kekuatan, mereka tidak perlu mengeluarkan seluruh pasukan hanya untuk prajurit lemah milik lawan.
"BERSIAP!!" Rey memulai komandonya
"SIAP!!" seru mereka semua
Jeffry menatap para pasukan nya, dia berjanji setelah semua ini selesai dia akan menghapus sistem kasta di dunia vampir dan makhluk lainnya.
"Celine, tunggu aku"