
hari telah berganti malam, rasa tidak asing ini kembali Hadir di hidup Jeffry dan Celine, dulu mereka menghabiskan banyak malam di kastil ini dengan suka dan duka.
kembali lagi ke sini setelah sekian lamanya, tidak terpikirkan oleh Celine.
berdiri di atas balkon kamar nya dulu, dari atas sini, dia bisa merasakan jika bulan terlihat sangat dekat, seolah-olah dia bisa menggapai nya dari sini.
grep
"sedang apa?"
Celine merasa hangat ketika tubuhnya dan Jeffry saling bersentuhan.
"hanya mengenang masa lalu" Celine menyenderkan punggungnya pada Jeffry mereka berdua melihat bulan yang terlihat indah bersama.
"kenapa harus memikirkan masa lalu?, sekarang kita berada di masa depan, tidak perlu memikirkan hal yang sudah berlalu"ucapnya, pria itu menumpang kan dagunya pada kepala Celine.
"hei, bagaimana dengan anak?" tanya Celine hati-hati, dia bisa merasakan ketegangan tubuh Jeffry, karena tubuh mereka saling menempel.
".........."
Celine tidak mendapatkan jawaban dari suaminya, wanita itu menoleh kebelakang untuk melihat wajah Jeffry.
"ada apa?" Celine bisa melihat,Jeffry berekspresi seperti merasa bersalah.
"aku....tidak ingin membahas nya"lirih nya, itu memang benar, setelah apa yang terjadi dengan Celine, bagaimana bisa dia bersikap egois dengan memikirkan tentang anak?.
"Jeff, bukankah memiliki seorang anak adalah impian mu?, tadi bukanya kau sudah mengatakan nya, jika kita harus melupakan masalalu?, dan sekarang, kita bisa memulai nya dengan.....anak" Celine menjelaskan dengan tenang.
sreet...
"eh?"
Jeffry membalikkan tubuh Celine, menghadap ke arah arahnya.
mengusap wajah cantik istrinya, Jeffry tersenyum Sendu.
Celine tidak suka dengan senyum itu, wanita itu menunduk mengalihkan pandangannya kearah lain, selain wajah sendu Jeffry.
"aku tidak ingin sesuatu yang buruk terjadi padamu lagi, penyusup di Mansion kita, belum di temukan aku tidak---
puk...
Celine menangkup pipi Jeffry
Jeff menatap Celine tidak percaya, wanita di hadapannya ini, adalah orang yang mendapat duka paling banyak dari kejadian kemarin, bagaimana bisa dia bersikap santai seperti ini?, Jeffry tidak lupa dengan wajah penuh air mata Celine saat wanita itu, menangis sendirian, menahan seluruh kesedihan dan air matanya, dari semua orang.
haaaah.....
"baiklah"
Celine tersenyum senang, dia memeluk erat tubuh Jeffry di hadapannya.
.
.
.
.
.
2 bulan sejak kepulangan Jeffry dan Celine dari bulan madu, seminggu yang lalu Celine di nyatakan hamil kembali, hanya anggota keluarga yang mengetahui berita ini, mulai dari William, rey, dan Nic mereka mendapatkan keistimewaan untuk mengetahui kabar ini.
oh... Meera juga turut mendapatkan keistimewaan itu.
sebenarnya William dan Rey melarang keras, Celine memberitahukan kabar kehamilannya pada Meera, tapi setelah beberapa kali Celine memohon. akhirnya mereka mengijinkannya.
berbeda dengan kehamilan sebelumnya, kali ini Jeffry menjaga ketat seluruh Mansion dan juga wilayah perbatasan, kegiatan Celine juga terbatas, selain orang-orang yang mengetahui kehamilan Celine, tidak ada yang boleh mendekati wanita itu.
"Meera, aku bosan" keluh Celine, ibu hamil itu meletakkan kepalanya di atas meja, malas.
Meera tertawa melihat Nona mudanya, yang sebentar lagi menjadi seorang ibu itu, terlihat lesu karena kebosanan.
"Nona, ini adalah resikonya, kandungan anda akan semakin besar, untuk mengurangi kecurigaan, hal seperti ini lah yang harus di lakukan" jelas Meera, wanita itu Baru saja datang dengan susu di tangannya.
Celine mengerucut lucu
"tapi aku bosan" rengek nya
si pelayan hanya menggelengkan kepalanya.
"Anda akan terbiasa Nona" ucapnya.
"sebaiknya, anda menikmati waktu ini. dengan tenang" lirihnya