
sudah seminggu lebih Jeffry pergi dari Mansion, sejak terakhir kali mereka bertemu saat itu, Jeff pergi dengan amarah yang sangat besar, dan sekarang Celine tidak tau ke beradaan suaminya itu.
beberapa kali dia bertanya pada William dan Reynold, tapi mereka hanya bungkam ini memang kesalahan nya, seharusnya dia tidak bersikap seperti itu, sikapnya yang seolah-olah paling tersakiti, ternyata malah membuat Jeffry terluka.
Celine duduk di balkon kamarnya, udara malam tidak terasa dingin malam itu, menyendiri adalah hal yang selalu dia lakukan akhir-akhir ini, bahkan dia lupa kapan terakhir dia pergi keluar untuk berjalan-jalan.
semua yang menimpa nya selama di Dunia ini, terasa begitu berat baginya yang hanyalah seorang manusia biasa, di saat dia merasa kesepian dan sendirian, dia merindukan Dunianya dulu.
walaupun kenyataannya keluarga besar nya di dunia manusia sudah musnah, tapi dia merindukan sahabatnya dulu, satu-satunya orang yang mau berteman dengan putri buangan sepertinya, dia sama sekali belum berpamitan dengan sahabat nya itu.
"Lila...."gumam Celine, dia merindukan dunia nya, dia ingin pulang.
Brak!
sreet...
Celine terkejut pintu di dobrak dengan kencang, ternyata suami yang seminggu ini menghilang tanpa kabar, kembali dengan keadaan, mabuk?
"Jeff!"Celine berlari kecil, mendekati Jeffry yang kesulitan berjalan.
"ukh!...aku menginginkan mu"
deg..
Celine menoleh kearah jendela, dari tempat nya berdiri dia bisa melihat bulan purnama bersinar dengan terangnya.
"k-kau mabuk"membantu Jeffry menggapai ranjangnya. Celine merasa sedikit takut, pertama kalinya Jeffry mabuk seperti ini, di tambah lagi mereka yang sudah berselisih paham beberapa hari ini.
greep
"j-jeff?"
Jeffry menarik Celine mendekat ke tubuhnya, posisi Celine membelakangi Jeffry dengan dia yang memangku istrinya.
"sssh,aku merindukan aroma mu" Celine merasa geli dan takut, saat Jeffry mengendus lehernya, dia tau jika ini tidak akan berakhir hanya dengan menghisap darah.
crash...
"uh..."
taring panjang Jeffry menembus kulit leher milik Celine, sebagai seorang istri dia tidak bisa menolaknya, tapi sungguh ini terasa sangat sakit, berbeda dari sebelum-sebelumnya.
mencabut gigitannya sejenak, Jeffry kembali menancapkan gigitan nya di bahu sang istri.
"h-hentikan Jeff, i-ini menyakitkan"
"malam ini kau milikku" desisnya di sela-sela gigitannya.
.
.
.
.
.
saat terbangun di pagi harinya, Celine tidak menemukan keberadaan Jeffry yang seharusnya tidur bersamanya.
tubuhnya terasa sakit saat dia bangun, lebih menyakitkan saat dia tidak menemukan keberadaan suaminya itu.
bangkit dari ranjang, Celine berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya sendiri.
beberapa menit kemudian Celine telah menyelesaikan kegiatan nya, pas sekali saat dia keluar dari kamar mandi, di sana William datang mengantarkan makanan untuknya.
"kau sudah bangun?, bagaimana keadaan mu?" William berjalan mendekati Celine, memeriksa beberapa tanda bekas gigitan dari Jeffry, dengan melihat saja dia bisa tau jika itu terasa menyakitkan.
"baik, tapi--- di mana Jeff?" Celine berjalan untuk mengambil makanan nya, kemudian bertanya pada kakak ipar nya tentang keberadaan suaminya.
William menghela nafas panjang, berat mengatakan nya tapi dia harus melakukan nya. "dia pergi, pagi-pagi sekali"
"kapan dia akan kembali?" Celine merasa sesak, apakah sekarang Jeffry membencinya?, sehingga dia tidak ingin bertemu dengannya walau hanya sekali saja.
"entahlah, yang pasti akan lama" Celine menatap William, apaan itu? akan lama?.
William tau kegelisahan adik iparnya ini pria berkacamata itu tersenyum teduh
"jangan khawatir, dia akan kembali dengan cepat"
"kemana dia pergi?"tanya Celine dengan rasa ingin tau yang besar.
William menatap Celine sejenak, kemudian menghela nafas berat, dia tidak ingin memberitahu, tapi Celine adalah istri dari adik nya, wanita Malang itu berhak tau.
"ke dunia——manusia"ucapnya
deg!
Celine menatap William tidak percaya.