
"menghadap yang mulia!" panglima perang dari klan utama itu, memberi salam.
"apa yang terjadi ketika aku tidak ada?" raja yang terlihat menyeramkan itu, bertanya, dia memainkan gelas yang berisi darah di tangannya.
"lapor yang mulia, beberapa hari yang lalu, tuan muda Joan, pergi dari istana bersama dengan beberapa prajurit. hamba tidak mengetahui hal apa yang dia lakukan yang mulia, tapi saya mendengar kabar jika tuan muda Joan, pulang dengan keadaan yang terluka parah, sayap kirinya patah dan Mana sihirnya terserap habis" jelasnya panjang lebar
"hm,... apa semua ini ada hubungannya dengan gadis manusia yang dia bawa?"
"sepertinya benar yang mulia, dan ada kabar yang membunuh tuan muda Darel, adalah tuan muda Jeffry, yang mulia!, dan tuan muda juga melenyapkan beberapa pasukan iblis yang pergi bersama dengan tuan Darel" lanjutnya lagi
"Aha..ha,..haha!, tidak ku sangka!, putra, buangan sepertinya memiliki kemampuan seperti itu!" tawa yang menggelegar, semua yang ada di sana merasa kan sesak dan juga gemetar, aura sihir hitam yang keluar dari raja mereka sangat lah kuat, mereka tau tawa yang keluar dari mulut sang raja adalah bentuk kemarahan nya.
"pergi!, bawa mereka semua! kehadapan ku!"
"baik!yang mulia!"
.
.
.
.
para pasukan dari klan murni sudah bersiap menghadapi pasukan dari Jeff,
"cih!, mereka pikir senjata mainan seperti itu, bisa membunuh kita!"
Jeff menggeram marah, mereka terlihat seperti meremehkan dirinya sekarang.
"maju!, habisi mereka yang menggunakan senjata jarak jauh!"
raja iblis dari istana bawah, maju menyerang bersama dengan tiga orang pengikutnya, hanya mereka berempat saja sudah bisa menghabisi pasukan bersenjata itu.
wushh
mereka menyerang lewat udara. pasukan yang di bagi oleh Jeffry memiliki tipe penyerangan tersendiri.
pasukan milik William menyerang lewat darat.
pasukan Reynold menyerang lewat bayangan.
sedangkan pasukan milik Jeffry menyerang lewat udara.
"argh!"
tring!
tak!
tring!
buk!
wushh!
bunyi, pertarungan yang sangat sengit, terdengar sangat keras, membuktikan jika mereka semua tidak main-main dengan pertarungan ini.
"Jeff!!"
tap!
Jeff menoleh ke arah sumber suara, akhirnya orang yang dia cari datang juga.
"kembalikan istriku!"
Joan datang bersama dengan panglima ayahnya.
sepertinya mereka sudah siap untuk berperang.
"kau! sial!"
"tuan muda!, biar kami yang mengurus semua nya" cegah panglima, raja mengutus dirinya untuk membawa Jeff kehadapan nya, dia tidak ingin mengambil resiko terhadap Joan.
"lama"
set..
tring!
tang!
tring!
Jeffry mengeluarkan pedang Mana nya, pedang dengan aura hitam itu menyerang panglima secara bertubi-tubi, beberapa kali panglima dan Joan kesulitan.
belum lagi Jeff, menyerang mereka dengan duri beracun sayapnya.
"ahaha!, aku akan membunuh kalian!"
blarr!!
Jeffry mengeluarkan api hitam dari pedangnya, api hitam itu mengenai tubuh panglima dan joan, bahkan para prajurit di belakang mereka ikut terkena api itu.
"argh!"
.
.
.
.
.
"apa yang kau lakukan di sini?"
'mati aku'
deg...
pria bertubuh besar itu membuatnya terkejut, untung saja, dia sempat mengira orang itu adalah Joan.
tersenyum lebar Celine, menatap pria di hadapannya.
"t-tuan, aku t-tersesat, j-jadi-
"di luar sedang terjadi perang!, kenapa kau ada di sini?" potongnya dengan cepat
'bagaimana ini?'
"a-aku"
"kau adalah gadis yang di bawa oleh tuan muda kan?, sepertinya kau ingin melarikan diri" ucapnya, Celine tidak dapat berkutik lagi.
"b-bukan. kau salah orang!"
grep!
"ikut aku!"
"tidak!, tolong!" Celine berusaha melepaskan genggaman tangan dari pria kasar itu.
"Jeffry!!"
....
deg!
ayunan dari pedang Jeff terhenti, baru saja dia akan menebas Joan dan panglima nya, tapi suara Celine yang berdengung di telinga nya membuat nya berhenti.
bruk!
"argh! sial!" Joan dan panglima nya pergi menghilang dari sana.
"Jeff, kau baik-baik saja?" Rey yang melihat adiknya itu terjatuh langsung mendatangi nya.
Jeff menoleh sebentar lalu mengangguk
"pergilah!" pinta Rey
"apa?"
"kami akan mengatasi semua ini!, pergi dan cari Celine!"
Jeff menatap tidak percaya pada Rey, jika dia meninggalkan mereka, dia takut akan terjadi hal yang tidak di inginkan.
"tap-
"rencana B!"
"sial baiklah!, mohon bantuannya!"
mereka berdua melempar kan senyuman masing-masing, William melihat itu, sangat bersyukur saat dia tau kedua adiknya sudah kembali seperti semula.
wushh
Jeff terbang meninggalkan Medan perang, aroma dari Celine tercium dari jarak nya saat ini, dia yakin gadis itu ada di sekitar sana.
pasti istrinya itu pergi mencari jalan keluar, dia tau Celine tidak akan pernah bisa diam sebelum dia mendapat kan apa yang dia mau.
gadis itu pasti melarikan diri.
dia tidak mungkin keluar lewat jalan depan, hanya satu jalan!, yaitu gerbang belakang!,
wush..
Jeff terbang menuju gerbang belakang.
.....
"lepaskan aku!, kau salah orang!" Celine masih berusaha melepaskan genggaman orang itu.
jangan kan lepas, bahkan tangan nya tidak bergerak sedikit pun.
"hiks!... brengsek lepaskan aku!"
"diam!"
pria itu menarik kasar tangan Celine,menuju kamar nya semula.
jleb!
cret...
mata Celine membola saat pria bertubuh kekar itu jatuh ke tanah, dengan pisau di jantung nya.
"hey!, aku datang" Jeffry menatap lembut wajah istrinya, dia mengelap lembut darah milik pria tadi, di sisi wajah Celine.
"hiks!, Jeffry....hiks! aku takut"
grep
"tidak! aku ada di sini jangan takut"
Jeffry membawa Celine kedalam pelukannya, betapa bahagianya dia saat ini, saking bahagianya dia, bahkan dia tidak sadar jika ia ikut meneteskan air matanya.
kedua pasangan itu saling melepas rindu mereka, melepaskan semua beban yang menimpa mereka saat ini.
"aku....m-mencintaimu"
Celine mengusap air mata yang keluar dari mata Jeffry, dia sangat merindukan pria ini.
"hiks!, aku tau!.... terimakasih!"