
Entah berapa kali Celine menghela nafasnya, yang pasti wanita yang tengah mengandung anak ke tiga itu terlihat bimbang, cincin berpola lingkaran sihir yang berada di tangan nya, membuat siapa saja tau apa yang akan dia lakukan dengan cincin itu.
Celine tidak boleh ragu, dia sudah memantapkan tekadnya sejak lama, hanya karena dia sudah berbaikan dengan Jeffry hal itu tidak akan bisa menghentikan nya.
"apa aku bisa meninggalkan Jeffry?"
Rasa takut itu kembali menghampiri nya bisakah dia meninggalkan cinta nya di sini?.
"aku harus memilih, kehilangan cinta ku, atau kehilangan bayiku lagi"gumamnya
tidak bisa Celine tidak bisa kehilangan bayinya lagi, Jeffry bisa hidup tanpa dirinya, dia yakin itu, dan untuk bayi di dalam kandungan nya, tidak akan bisa hidup dengan damai di dunia ini.
"Celine, kau harus bisa mengakhiri semua nya"
tanpa ragu lagi Celine memutar cincin di tangan nya kearah kanan.
tepat setelah Celine memutarnya, cincin itu mengeluarkan semacam cahaya hitam yang membentuk seperti lingkaran
"Dark Hole?"
Celine merasa tidak asing dengan lubang hitam itu, tapi seingat nya saat dia lari dari rumah waktu itu, dia tidak pernah melewati lubang sihir seperti ini.
Celine menggeleng kan kepalanya
"bukan waktunya untuk berfikir, aku harus segera pergi dari sini"
klek!
suara pintu terbuka
Jeffry masuk kedalam kamarnya, sedikit heran saat dia masuk dia tidak menemukan keberadaan Celine, tidak biasanya istrinya itu pergi di jam seperti ini.
sudahlah mungkin istrinya itu berada di sekitar mansion.
melanjutkan kegiatan nya lagi, Jeffry mengambil beberapa berkas di dalam kamar nya, mengabaikan ketidak beradaan sang istri.
brak...
pintu kembali tertutup saat Jeffry keluar dari kamarnya.
Jeffry tidak tau jika di sudah terlambat, jika saja pria itu datang sedetik lebih awal, mungkin dia bisa menahan kepergian Celine, yang sama sekali tidak dia ketahui.
.
.
.
.
.
Bruk!
Celine mengusap-usap bokong nya yang jatuh terlebih dahulu ke tanah.
Celine menelisik sekitarnya, apakah dia sudah berada di dunia manusia?, lubang hitam dari cincin Jeffry membawa nya ke sebuah hutan entah berantah, dia sama sekali tidak tau tempat apa ini.
"dimana ini?"
Celine hampir lupa, dia terjatuh dengan keras tadi, padahal kondisi nya sedang hamil sekarang.
"maafkan ibu nak, kita akan mencari jalan keluar nya bersama" Celine menunduk berbicara kearah perut ratanya, bersuara seolah-olah bayi itu bisa mendengar nya, mengusap perutnya dengan lembut Celine kembali melanjutkan perjalanan nya.
walaupun hutan dimana dia berada ini terlihat rimbun, tapi entah mengapa Celine merasa tidak asing dengan tempat itu.
"aku harus Kemana sekarang?" hari sudah gelap gulita, dia kesulitan mencari jalan keluar, padahal saat di dunia Jeffry di sana masih pagi hari, ah! mengingat tentang Jeffry, apa dia sedang mencari nya ya?.
Celine tersadar wanita hamil itu menggelengkan kepalanya "tidak Celine! kau tidak boleh mengingat mereka lagi"
tes...
"ssh, kenapa aku menangis sekarang?" ucapnya saat air matanya mengalir tanpa bisa dia tahan.
tangisnya bertambah kencang, Celine berjongkok ia menyembunyikan wajahnya di antara lututnya.
"hiks!, Jeffry aku takut!"
tunggu!
Celine mendongakkan kepalanya, kemudian menolehkan wajahnya kearah kanan, di sana! tepat di depan sebuah pohon besar yang tidak asing baginya, berdiri menjulang tinggi.
tap!
tap!
Celine berlari kecil menuju pohon besar tersebut.
saat sampai di depan pohon itu, Celine mengarah kan kedua telapak tangan nya untuk membersihkan rumput benalu yang menghalangi pohon itu.
"ketemu!"
wanita hamil itu tersenyum dengan bahagia, ternyata dia tidak salah tempat Hutan itu adalah rumahnya, pohon besar tersebut bertuliskan nama nya dan nama sahabat nya Celila nov 20xx .
"tapi dimana rumah ku?, dan ayah?" tanya nya penasaran
deg...
"*aku sudah menghabisi nyawa orang yang telah menyakiti mu dari kecil, seharusnya kau bahagia sayang"
"bahkan aku sudah membuat semua orang yang berkaitan dengan Max Nexon menghilang dari dunia ini*!"
dia ingat sekarang, ternyata ini maksud dari Joan dengan menghilangkan mereka semua dari dunia?.
Celine meratapi nasibnya Sekarang, jika ayah dan seluruh keluarga nya musnah kemana dia akan pergi sekarang?