Entered The Wrong Room

Entered The Wrong Room
Bab 9 (Aku membencinya)



FLASHBACK OFF*.


Alden mengusap keningnya yang sedikit pening.


'Aku sangat membenci wanita murahan, kenapa bisa aku harus menikahi wanita yang bahkan bukan aku yang pertama kali menyentuh nya. Apa dosaku Tuhan?.. aku bahkan tidak pernah bermain wanita demi menjaga kehormatan ku, tapi percuma juga aku tetap mendapatkan barang bekas.'


gumam Alden dalam hati.


Drrrtttrrtrrt!.


Ponsel Alden tiba tiba saja bergetar menandakan adanya telepon masuk. Ia pun merogoh benda pipih itu di saku celana nya, tertera di layar ponsel nya 'Nomor Tidak Dikenali'


"Siapa yang menelepon ku." gumam nya


Tak lama Alden pun mengangkat telepon nya.


"Hallo."


"Hai Al..." ucap wanita bersuara cempreng.


"Siapa ini?." tanya Alden


"Kau tidak menyimpan nomor ku Al? aku Anzela, calon istrimu.."


"Oh, ada apa?." tanya Alden dingin


"Aku sangat merindukanmu, bisa kah kita besok bertemu?."


"Tidak. Besok aku sibuk." sahut Alden dengan singkat.


"Kenapa kau selalu saja sibuk Al.. apa kah pekerjaan mu lebih penting dari pada aku?."


"Tentu saja, uang adalah segalanya. Kau juga pasti berfikiran begitu bukan?."


"You're wrong, I'm not like that, aku mencintaimu dengan tulus."


"Aku harus tidur sekarang. Bye."


"Wait!.. jangan di tutup dulu."


"Apa lagi?."


"Besok aku akan ke kantormu.. aku akan mengajakmu makan siang, tapi kau tidak boleh menolak ku sekarang apalagi mengusir ku."


"Kau jangan datang ke kantor ku, mengerti."


"Kenapa Al?, kau malu mengakuiku?."


"Aku tidak bisa di ganggu saat bekerja. Jika kau ingin mengajaku makan siang, kita janjian saja, aku akan menemui mu di disana."


"Really?!. Okay aku akan pikirkan restoran yang paling the best di kota ini." ucap Anzela dengan girang.


"Terserah, Aku tutup telepon nya."


"Tunggu Al..!."


Alden pun menghela nafas nya.


"Apalagi?."


"Good nite... semoga mimpi indah my prince, love you more." ucap Anzela dengan suara manis.


Tanpa menjawab Alden langsung menutup telponnya.


Alden pun menghela nafas nya kembali.


'Jika saja kau wanita baik baik, aku pasti bisa menerima mu, Anzella.'


gumam Alden dalam hati.


Kemudian ia pun masuk ke dalam kamar apartemen nya.


@Di tempat lain


"Al..al.. kau itu sangat dingin, tapi dinginmu itu membuatku jatuh cinta padamu, di tambah kau itu seorang King Rich. benar benar sempurna..."


gumam Anzela dengan seringai tipis, sambil menatap foto Alden di layar ponsel nya.


*****


Milleana baru saja keluar dari kamar mandi setelah membersihkan badan nya.


Ia melihat ponsel nya yang dari tadi berbunyi. Milleana pun menghampiri ponsel itu yang berada di meja rias.


"Lady Catharina." gumam nya


Ia pun langsung mengangkat telepon nya.


"Selamat malam Lady, maaf aku baru saja selesai membersihkan diri, apa ada hal penting?." ucap Milleana.


"Selamat malam Miss Supermodel. Apa kau sedang sibuk sekarang?."


"Tidak Lady, aku sedang tidak sibuk."


"Baiklah, apa besok kau ada kegiatan Miss?."


"Seperti biasa, waktu sore aku ada pemotretan. Kenapa Lady?."


"Apa besok siang kita bisa bertemu, sekalian makan siang. Aku ingin memberikan mu sesuatu."


"Ahh, tentu saja bisa Lady. Saya akan usahakan untuk menemui anda."


"Baiklah, nanti aku kabari lagi jam 9 pagi."


"Okay Lady, sampai ketemu nanti."


"Sampai ketemu nanti juga Miss."


Mereka pun mengakhiri percakapan nya.


*****


Keesokan harinya...


Di perusahaan Starlight Company yang megah dan tinggi.


Tok tok tok...


"Masuk." ucap Alden saat dirinya sedang berkutat pada laptopnya.


"Permisi tuan Presdir, maaf jika saya mengganggu ketenangan anda. Saya hanya akan menyampaikan bahwa CEO dari perusahaan Skinny Care, Tuan Lee Jaemin akan segera tiba di perusahaan Starlight Company." jelas Felix.


"Jam berapa tuan Lee kemari?." sahut Alden yang masih duduk di kursi kebesarannya.


"Tuan Lee Jaemin mengatakan bahwa pukul 09.00 wib beliau sudah berada di perusahaan Starlight Company."


"Baiklah, jika dia sudah sampai langsung saja ke ruangan ku."


"Baik tuan Presdir."


Felix pun izin kembali ke ruangan nya.


"Kesambet apa anak itu, formal sekali." gerutu Alden kemudian kembali mengerjakan pekerjaan nya.


Tok tok tok


"Masuk."


Krek..


"Permisi tuan Presdir, tuan Lee sudah sampai di kantor." ucap Felix


"Suruh dia masuk ke ruangan ku."


"Baiklah.."


Felix pun kembali keluar untuk menemui Lee Jaemin.


"Permisi tuan Lee, tuan Presdir meminta anda untuk masuk ke ruangan nya."


"Ohh baiklah.." sahut Lee


"Mari.." ucap Felix


Lee Jaemin dan sekretaris nya pun berjalan mengikuti Felix di belakang.


*****


"Syukurlah kalau kau baik baik saja Ronald.." ucap Charles saat berada di rumah sakit.


"Terima kasih sudah menjenguk ku, maaf merepotkan mu.." ucap Ronald dengan suara lemah.


"Tidak, justru aku maaf baru menjenguk mu, karena aku sibuk waktu itu. Maaf, Anna tidak bisa kesini karena dia sedang berada di Bali."


"Pasti..aku mengerti. Tidak apa apa."


Ronald pun kemudian menoleh ke arah wanita muda berbalut dress berwarna ungu muda.


"Nak Anzela.. terima kasih sudah repot repot datang kesini."


"Tidak om, sungguh tidak merepotkan. Hmm Anzela punya sesuatu buat om." ucap Anzela


"Apa itu..?"


Anzela pun menghampiri paper bag nya.


"Ini om.. kue brownies cokelat buatan Anzela dan Mami.. Mami tidak bisa kesini maka dari itu Mami membuatkan ini untuk om Ronald dan tanteu Sarah."


"Wahh terimakasih banyak, kue ini pasti enak." ucap Ronald.


"Tentu saja om, karena Anzela membuatnya dengan sepenuh hati."


"Terima kasih nak Anzela.." ucap Sarah


"Sama sama tanteu.."


"Hehe, kau itu sungguh pandai memasak nak." puji Ronald


"Iya om sambil belajar buat nanti berumah tangga sama Alden."


Anzela pun menatap Sarah yang diam saja.


"Oh iya tanteu, tanteu mau kan ajarin Anzela memasak?." tanya Anzela


"Ahh.. memasak apa?." sahut Sarah.


"Memasak makanan kesukaan Alden."


"Tentu saja sayang, nanti tanteu ajarin ya."


"Aaa makasih tanteu..." Anzela menghampiri Sarah kemudian memeluknya.


Sarah pun membalas pelukannya.


"Ah iya, nanti jam 12 aku akan makan siang bersama Alden tanteu."


"Oh ya..? syukurlah semoga lancar pertemuan nya sayang."


"Iya tanteu gimana penampilan ku?."


"Kau sangat cantik.." ucap Sarah sambil merapihkan poni Anzela.


"Terima kasih." Anzela pun kembali memeluk Sarah.


*****


Di perusahaan Starlight Company.


"Ini adalah contoh body lotion dari body yoghurt dan bunga sakura, body lotion ini memiliki kandungan utama gluthatione yang berfungsi untuk mencerahkan kulit dan menjaga elastisitas kulit." ucap Lee sambil menyodorkan botol kecil berisi body lotion.


Alden pun menerima nya lalu mencoba meneteskan sedikit pada kulit tangan kirinya lalu ia ratakan , kemudian mencium aroma nya.


"Body lotion itu saya racik dengan bersungguh-sungguh, di dalam body lotion itu kadar yogurt nya ....%, bunga sakura nya ...,%, di tambah minyak zaitun ....%." jelas Lee. (hanya contoh saja)


"Wangi nya saya suka." puji Alden.


"Pada varian body lotion ini saya mengadopsi aroma parfum high end Jo Malone Dubai pear."


"Kau cepat sekali menciptakan ini semua, bahkan belum sebulan kau sudah mendapatkan ide nya." ucap Alden.


"Saya tidak ingin klien istimewa saya membuat menunggu, maka dari itu saya terus mencoba meracik semua bahan bahan body lotion."


"Saya membawa dua contoh parfum body lotion, anda hanya memilih apa yang anda suka." lanjut Lee


"Aku ingin mencobanya.." sahut Alden.


"Baiklah... Friska tolong keluarkan jenis botol lotion yang kedua." ucap Lee pada sekretaris nya.


"Baik Presdir.." Friska pun langsung memberikan botol lotion yang kedua pada Lee Jaemin.


"Ini tuan Presdir.. body lotion nya sama hanya aroma parfum saja yang berbeda." ucap Lee Jaemin.


Alden menerima botol itu lalu kembali mencium nya.


"Aroma parfum ini adalah Bacarrat Rounge 540." jelas Lee.


Felix mencoba mencium kedua aroma parfum body lotion.


"Menurutku lebih enak yang kesatu tuan, aroma nya sangat sopan." ucap Felix pada Alden.


"Tentu saja tuan Sekretaris. Karena parfum high end Jo Malone Dubai pear itu juga sangat unlimited."


"Baiklah saya memilih parfum untuk body lotion yang pertama. Namun aku ingin mengubah sedikit lotion nya, lotion ini terlalu kental menurut ku, tuan Lee bisa kah mengubah nya sedikit tidak terlalu kental dari ini."


"Tentu saja bisa tuan Presdir. Saya sengaja meracik body lotion itu kental dahulu, karena saya takut jika anda tidak menyukai body lotion yang terlalu cair."


"Baiklah Terima kasih banyak tuan Lee, saya harap kau menghadiri rapat bagian desain untuk body lotion ini."


"Tentu saja tuan Presdir saya akan hadir."


"Senang sekali bekerja sama dengan mu tuan Lee."


Mereka pun berjabat tangan.