Entered The Wrong Room

Entered The Wrong Room
Bab 52



...ENTERED THE WRONG ROOM...


.


.


.


...****************...


HAPPY READING ⏸


πŸš—πŸš—πŸš—


Di perjalanan sebuah mobil sport sedang melaju dengan kecepatan ringan.


Brian terdiam kusut dengan tangan memijat keningnya sambil terpejam.


Mark yang melihat di kaca spion melihat Brian sejak tadi begitu sangat kusut dan tak banyak bicara setelah pulang dari pengadilan agama.


"Apa Mr butuh liburan?," tanya Mark memecahkan keheningan.


"Tidak." singkatnya dengan mata masih terpejam.


"Di Hungaria ada sebuah objek wisata yang sedang populer disana, apakau ingin pergi kesana?." tanya Mark sambil mengemudi.


"Aku sedang tidak ingin kemana mana Mark." jawab Brian.


"Baiklah Mr."


"Aku tidak yakin Brian akan baik baik saja setelah resmi bercerai dengan Mileana, aku harus terus waspada agar dia tidak melakukan hal yang aneh apalagi membahayakan dirinya." batin Mark.


"Maaf Mr, David memberiku pesan bahwa sore ini Mr ada rapat penting dengan para pengusaha, jika Mr tidak ingin menghadiri rapat itu, David dan Jefri yang akan mewakali dari perusahaan untuk menghadiri rapat." jelas Mark.


"Aku akan menghadiri rapat itu." ucap Brian singkat.


"Baik tuan, akan saya sampaikan pada David."


"Aku ingin istirahat sekejap, kita pergi ke Apartemen Godrest dan aku akan tinggal beberapa hari di sana."


"Baik Mr." sahut Mark.


.


.


...****************...


πŸŒ…πŸŒ…πŸŒ…


Sore hari kemudian...


Di gedung Batavia.


Para pengusaha menghadiri rapat penting.


Semua para sekretaris pengusaha itu mempresentasikan hasil dari perusahaan tersebut berjumlah nominal omset.


"Selamat untuk Starlight Company yang telah memenangi omset paling besar se Asia." ucap Direktur dari perusahaan Yong-zyu.


Para pengusaha itu memberikan tepukan yang gemuruh.


πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘


"Selamat Presdir Alden, kau hebat sekali telah menjadi pria terkaya no 2 se Asia." ucap Brian.


"Terima kasih Presdir Brian Alexanderrico, sebuah kehormatan anda memuji saya." sahut Alden dengan senyuman sambil berjabat tangan dengan Brian.


"Semoga perusahaan mu di negara X bisa lebih maju dan sukses lagi dari ini." ucap Brian.


"Terima kasih Presdir." ucap Alden tersenyum.


"Selamat tuan Presdir atas omsetmu yang begitu menakjubkan." ucap Steve dengan girang.


"Terima kasih tuan Steve." ucap Alden tersenyum sambil berjabat tangan dengan Steve.


"Selamat juga untukmu Direktur Efron." ucap Steve.


"Terima masih tuan presdir Steve." ucap Efron berjabat tangan dengan Steve.


Para pengusaha lain memberikan ucapan selamat sebelum mereka pulang.


30 menit kemudian Alden, Efron, Felix dan Gio kembali ke kantor.


...****************...


πŸŒ„πŸŒ„πŸŒ„


Perusahaan Starlight Company



"Saya sudah menemukan informasi banyak tentang Milleana Stephanie tuan muda." ucap Toni dengan wajah berseri seri.


"Katakan apa saja informasi yang kau dapatkan?." ucap Alden menduduki sofa yang berada di ruangan nya.


"Wanita itu baru saja di ceraikan oleh Brian Alexanderrico karena kasus perselingkuhan." ucap Toni.


"Perselingkuhan?, siapa yang selingkuh?." tanya Alden mengerutkan alisnya.


"Mileana Stephanie, dia di gugat cerai oleh suaminya karena berselingkuh dengan pria lain hingga dia mengandung."


"What?." pekik Alden membulatkan matanya.


"Ya, hanya itu yang aku dapat, tapi Mileana tidak mengakuinya bahwa dirinya berselingkuh, dia terlihat seperti tertekan oleh masalahnya sendiri" ucap Toni dengan wajah iba.


"What?, aku tidak salah mendengar kan?."


Alden menghela nafasnya dengan panjang lalu menyandarkan tubuhnya ke sofa dan memijat keningnya dengan perlahan.


"Jelaskan padaku semuanya." ucap Toni menatap Alden dengan wajah serius.


.


.


...****************...


Apartemen Housky.


🏬🏬🏬


"Aku besok akan pergi ke Sumatra." ucap Mileana.


"Memangnya Miss mau ngapain kesana?." tanya Merry.


"Kerumah pamanku, untuk apa aku ada di kota ini aku tidak punya siapa siapa lagi." ucap Mileana menundukan wajahnya.


"Kau tidak menganggapku?." ucap Merry


Mileana menatap Merry.


"Aku tidak harus selalu hidup bergantungan padamu, aku akan mencari kerja di Sumatra memulai hidup baru."


Merry kemudian memegangi tangan Mileana.


"Miss, aku sungguh tidak merasa keberatan jika kau tinggal disini walaupun itu selamanya. Justru aku khawatir keadaanmu dan calon bayimu." ucap Merry


"Terima kasih kamu sudah baik Merry, aku beruntung mempunyai teman sepertimu." sahut Mileana.


Mileana menghamburkan pelukan pada Merry.


"Berjanjilah kau tidak akan berangkat ke Sumatra, masih ada aku disini yang akan menemanimu." ucap Merry.


Mileana pun menganggukan kepalanya lalu meneteskan air matanya.


"Insya Allah Merry.." sahut Mileana.


.


.


...****************...


🏒🏒🏒


Alden, Efron, Felix, dan juga Gio sedang berbincang di sofa mewah di ruangan CEO.


"Maaf tuan muda, keberangkatan anda menuju negara X besok terjadwal pukul 03.15 malam." ucap Felix.


"Huhh aku melupakan jadwal keberangkatan ku." ucap Alden menghela nafasnya.


"Apa kau berangkat ke negara X membawa Anzela?." tanya Efron.


"Tidak, aku akan bekerja dengan fokus disana. Jika membawa dia, itu adalah sebuah masalah bagiku." sahut Alden dengan ekspresi datar.


"Menurutku, jika kau menetap lama di negara X lebih baik kau bawa saja Anzela, bagaimana pun dia itu istri sah mu kak, tidak boleh di terlantarkan." ucap Efron.


"Jika aku akan menetap di negara X, aku akan membawa Anzela ke sana." sahut Alden


"Baiklah." kata Efron.


"Yang terpenting sekarang aku harus menemukan Mileana, karena dia telah mengandung benihku." batin Alden.



Tok!


Tok!


Tok!


"Masuk!." pekik Alden.


Toni pun segera masuk menghampiri mereka kemudian menundukan kepalanya kepada Alden dan Efron.


"Selamat menjelang sore presdir." ucap Toni.


"Aku ada perlu sebentar, jika ada yang ingin bertemu denganku Efron saja yang menggantinya."


"Baik tuan muda." ucap Felix


Alden pun melenggang pergi keluar ruangan dengan gagahnya.


"Mari presdir Efron." ucap Toni membungkukan sedikit badanya.


"Silahkan Toni." sahut Efron.


Toni pun segera menyusul Alden.


.


.


.


Bersambung...