
Keesokan harinya, Mileana dan Brian baru saja sampai di mansion keluarga Alexander.
Para maid menyambut kedatangan Milleana dan juga Brian, dan ada juga yang membawakan barang barang nya.
"Assalamualaikum.." ucap Milleana dan Brian
"Kita pulang.." ucap Brian.
"Waalaikumsalam.. Alhamdulillah anakku dan mantuku sudah pulang.." ucap Yasmin menghampiri Brian dan Mileana kemudian memeluknya bergantian.
"Bagaimana honeymoon nya, lancar tidak?." ucap Yasmin
"Lancar mih hehe.." sahut Brian
"Alhamdulillah, cepat cepat ya kasih kita cucu yang lucu." ucap Kamil
"Iyaa Brian, mamih udah tidak sabar ingin menggendong bayi." ucap Yasmin.
"Doakan saja ya mih, semoga Mileana cepat cepat hamil." ucap Brian
"Mamih dan Papih selalu mendoakan yang terbaik nak." ucap Yasmin
Mileana pun hanya terdiam mendengarkan itu.
"Oh ya sayang muka kamu kok sedikit pucat ya.' ucap Yasmin pada Mileana.
"Ohh iya mih, mungkin Mileana kurang tidur." sahut Mileana tersenyum
"Nama nya juga pengantin baru mih.." ucap Kamil tersenyum.
"Iyaa mamih mengerti pih.." Yasmin tertawa kecil.
"SUPRISEEE!!!!!!..." Teriak wanita imut tiba tiba saja datang menghampiri.
"Felicyaa!." Mileana terkaget
"Kak Mileana!." Felicya langsung menghamburkan pelukan pada Mileana.
"Aku kangen banget sama kamu.."
"Aku juga kangen banget sama kamu kak!." sahut Felicya masih memeluk Mileana.
Mereka pun melepaskan pelukannya.
"Oh My God!, kak Milea makin cantik aja, gemess deh." ucap Felicya sambil mencubit pipi Mileana dengan pelan.
"Kamu juga makin cantik, makin imut hehe.." sahut Mileana tertawa
"Maaf ya kak Feli gabisa dateng ke acara pernikahan Kak Milea sama Kak Brian, Feli saat itu lagi ujian kak, tapi Nyesel banget ga dateng sumpah." jelas Felicya panjang lebar
"Iya tidak apa apa kok, aku juga mengerti.."
"Ehem, jadi kangen nya cuma ke kak Milea aja, ke kakak engga begitu?." Kata Brian
"Aku juga kangen sama kakak yang super keren kaya oppa oppa ini.." manja Felicya kemudian memeluk Brian.
"Kakak juga kangen sama adik yang manja dan cerewet ini.." sahut Brian membalas pelukan nya.
"Sudah sudah pelukannya ya, bagaimana kita makan siang bersama, pasti Milea sama Brian juga belum makan kan?." ucap Kamil
"Belum pih, Brian juga laper sekali."
"Ya sudah, yu kita makan mamih sama bi Susi sudah menyiapkan makanan nya." ajak Yasmin
"Ayoo mih Feli juga udah laper, ayo kak Milea." ucap Felicya sambil menggandeng lengan Milleana.
Mereka pun pergi untuk melaksanakan makan siang.
...****************...
.
.
Alden baru saja pulang dari Bali.
Dan ia kini memasuki mansion pribadinya dan di sambut oleh para maid.
"Selamat datang tuan besar." ucap salah satu maid sambil membungkukkan badan
Alden pun berjalan di susul oleh Toni di belakang nya.
"Sayang!..." teriak Anzela langsung berlari menghampiri Alden.
"Sayang akhirnya kamu pulang, aku rindu sekali."
Plukk.
Anzela langsung memeluk Alden
"Kau tahu aku disini kesepian, menunggumu.." ucap Anzela.
Toni yang melihat Anzela memeluk Alden membulatkan matanya.
Alden pun langsung melepaskan tangan Anzela lalu mendorongnya dengan kasar.
"Siapa yang mengizinkanmu untuk memelukku!?. ucap Alden tegas.
"Aku ini istrimu, memangnya harus izin jika aku memelukmu?."
"Sampai kapanpun aku tidak akan menganggapmu istriku!. paham!." tegas Alden kemudian melenggang pergi , namun tiba tiba Anzela menahannya
"Tunggu Alden, kenapa kau begini? salah aku apa padamu?!." tanya Anzela sambil menahan lengan Alden.
"Lepaskan tangan mu!." tegas Alden sambil menghempaskan tangannya dengan kasar.
"Aldenn!."
"Jika kau berani menyentuhku lagi, aku tidak akan segan segan untuk menceraikanmu!." pekik Alden kemudian langsung pergi ke atas tangga menuju kamarnya.
"Ck!." Anzela berdecak kesal dan menahan kekesalan nya.
Sesampai di depan pintu kamar, Toni pun hanya mengantarkan koper sampai depan pintu kamar Alden.
"Tuan barang barang anda semua sudah lengkap dan tidak ada yang ketinggalan sedikitpun."
"Okey." singkat Alden.
"Saya izin pulang begitu, selamat beristirahat tuan." ucap Toni.
"Kau juga Ton."
"Jika tuan membutuhkan apapun hubungi saja, saya selalu siap." ucap Toni.
"Baiklah."
"Saya permisi tuan.." pamit Toni ,saat Toni ingin pergi tiba tiba Alden menahan nya.
"Tunggu."
"Kenapa tuan?."
"Jangan lupa carikan pelaku yang berani menjebakku dengan obat perangsang itu." titahnya.
"Saya tidak melupakan tugas itu tuan, saya yakin pelakunya pasti ketemu." jawab Toni
"Ya sudah, kau pulang dan istirahatlah."
"Terima kasih..' ucap Alden kemudian masuk ke dalam kamarnya.
Brak (suara pintu tertutup)
"Tidak terima kasih gimana.." gerutu Toni kemudian turun ke bawah tangga.
Sesampai Toni selesai menuruni anak tangga ,tiba tiba ada yang memanggilnya.
"Tunggu Toni!."
Toni pun menoleh ke belakang mencari sumber suara itu.
"Ada apa nona?." jawab Toni nada malas.
"Jawab pertanyaanku dengan jujur." ucap Anzela.
"Pertanyaan apa?."
"Apa Alden mempunyai wanita lain, atau pacar?." tanya Anzela.
"Aku tidak tahu soal itu nona." jawab Toni
"Mana ada kau tidak tahu, kau itu asisten nya. Kemana mana selalu denganmu 24 jam denganmu. Mana mungkin kau bilang tidak tahu!. Jangan mencoba membodohiku!.
"Memang aku tidak tahu. Maaf nona aku harus pulang, aku lelah sekali." sahut Alden kemudian langsung pergi.
"Toni!, aku belum selesai berbicara!." teriak Anzela.
Namun Toni menghiraukan Anzela.
"Ckk! ahh dasar Felix dan Toni benar benar menyebalkan!." gerutu Anzela kesal.
...****************...
.
.
Di mansion keluarga Alexander.
Mereka sedang makan siang keluarga bersama.
"Jadi besok kau akan ke Paris?." ucap Kamil
"Iya pih, sebulan lebih atau kurang Brian disana. Brian nitip Milea aja ya, Milea ga akan ikut ke Paris." ucap Brian
"Kenapa kamu ga ikut sayang?," ucap Yasmin.
"Aku takut Milea bosan disana, pasti sama Brian bakalan di tinggal tinggal, soalnya Brian disana pasti sibuk sekali."
"Yasudah gapapa Milea disini aja sama mamih, lagian ada Felicya juga disini ada teman kan?." ucap Yasmin.
"Iyaa mih, tapi Milea takut merepotkan kalau disini, Milea pulang aja k rumah bunda." ucap Mileana
"Loh kenapa pulang, kamu disini aja temenin mamih disini yah sayang." ucap Yasmin
"Iya kak, lagian kan ada Feli disini, kak Milea ga akan nemenin Feli?." ucap Felicya cemberut
"Kamu disini aja sayang.." ucap Brian nada lembut.
"Iya sayangku.."
Mereka pun melanjutkan makan siangnya.
...****************...
.
.
Felix baru saja tiba di apartemen miliknya kemudian ia melemparkan jas nya ke sembarang arah.
Bughh..
"Ahhhhhkkk.. badanku serasa remuk.." rintih Felix, saat Felix menjatuhkan dirinya ke kasur.
"Sepertinya aku butuh pijatan." gerutu nya.
beberapa menit kemudian..
Ting!.
Ponsel Felix berbunyi pertanda adanya pesan masuk.
Felix pun mencoba untuk membuka ponselnya dan ingin membaca pesan tersebut.
"Siapa yang mengirim pesan." gerutunya dengan lemas
*Presiden Alden*
- Jangan lupa, carikan pelaku yang berani menjebakku dengan obat sialan itu. -
(Isi pesan dari Alden).
"Ohh My God!, job lagi job lagi.., kapan aku sehari tanpa job! bisa bisanya kepalaku pecah." teriak Felix sedih.
"Tidak apa apa, demi Bugatti La voiture Noire."
****
Di dalam mobil Toni sedang mengemudi sambil mendengarkan musik dan ia mengikuti lirik lagunya.
*Tak tahu bagaimana...
Aku tanpa dirimu...
Tak pernah terbayangkan...
Sepi merindu...
Kumohon padamu...
Tetaplah kau di sampingku..
Hilangkan ragu, semua yang kan menganggu..
Ku cinta padamu, kasihku.. Ohh.. Ohh*..
Toni bernyanyi.
"Villa Rose Gold Palace, itu targetku sekarang. Aku harus mendapatkan Villa itu.. semangat Toni, ayo otak mulai lah berjalan dengan baik!." ucap Toni berbicara sendiri.
Brumm!...
Toni menginjak gas nya.
.
.
.
Bersambung...
Hippy Riding Giyss🤗