
"Senang berkerja sama dengan anda Presdir Alden." ucap Harisson sambil berjabat tangan dengan Alden.
"Senang juga bekerja sama dengan anda Mr Harisson, semoga kerja sama kita saling menguntungkan." ucap Alden
"Baiklah aku harus menghadiri acara Fashion Week yang berada di lantai 12. Apa kalian akan melihat nya?." tawar Harisson pada Alden, Felix dan Toni.
"Emm maaf Mr Ha..."
"Tentu saja Mr, kami akan melihat acaranya, benar kan tuan?." jawab Felix memotong pembicaraan Alden.
"Baiklah mari kita turun ke lantai 12, acara nya sebentar lagi akan di mulai."
"Tentu saja Mr, mari anda terlebih dahulu." sahut Felix.
Harisson pun pergi berjalan terlebih dahulu.
Saat Felix dan Toni ingin menyusulnya, tiba tiba tangan Alden menahan tangan Felix dengan sedikit kasar.
"Apa maksudmu mengatakan hal itu pada Mr Harisson?. sudah aku katakan bahwa aku tidak ingin melihatnya." tegas Alden.
"Ckk.. sudah lah kau itu butuh hiburan sekarang, sekali sekali melihat wanita cantik kan?." jawab Felix dengan tenang
"Tapi aku lapar ingin makan siang!."
"Perutmu akan terasa kenyang jika bertemu dengan wanita cantik. Sudahlah ayo.."
Felix menyeret tangan Alden untuk menuju ke lift.
*****
Di sebuah gedung Bacharest di lantai 12 terdapat panggung yang sangat megah, dan lampu lighting yang begitu indah.
"Selamat siang dan salam sejahtera bagi kita semua. Dengan mengucapkan syukur kepada Tuhan yang maha esa telah melimpahkan berkah serta rahmatnya kepada kita semua, sehingga kita dapat berkumpul di acara yang telah kita nanti nantikan, yaitu Fashion Week." sambut MC yang bernama Daniel.
Prok prok prok....
tepukan di ruangan itu terdengar sangat bergemuruh, penonton yang berada di kursi depan itu mereka semua adalah seorang pengusaha.
Kini Alden dan Harisson duduk di kursi paling depan sementara Toni dan Felix duduk di kursi belakangnya.
"Selamat siang Presdir Alden." ucap seorang pria berumur 30 tahunan namun masih terlihat muda mengulurkan tangan nya.
"Selamat siang juga tuan Steve." jawab Alden dan menerima tangannya.
"Selamat siang Mr Harisson." sambut Steve
"Selamat siang juga tuan Steve." sahut nya
Kemudian Steve pun mendudukkan dirinya di sebelah Alden.
"Sekali lagi saya ucapkan terima kasih atas kehadiran tuan puan yang dengan tulus menyempatkan hadir dalam acara Fashion Week bla bla bla...." ucap Daniel selaku MC.
*****
"Miss anda tampil sebagai pembuka" ucap Merry.
"Ohh baiklah,"
"Ini Miss Lady Catharina menginginkan kau tampil dengan memakai busana rancangan baru nya." ucap Merry sambil menyodorkan sebuah gaun yang sangat indah terlihat begitu mengkilap.
"Wow amazing!. gaun ini sangat bagus sekali." kagum Milleana
"Kau pasti akan cocok memakainya Miss. Segera ganti pakaian mu, 15 menit lagi kau sudah siap tampil di acara pembukaan"
"Baiklah.." sahut Milleana
"Aku akan membantumu mengganti nya, karena gaun ini sedikit sulit bila kau sendirian."
"Terima kasih Merry."
Beberapa menit kemudian...
"Wow this is perfect !. you look so beautiful.." ungkap salah satu model dari bernama Thalia.
"Thank you very much Miss Thalia, you are so beautiful too." sahut Milleana dengan senyuman manisnya.
"Wow... kau sangat cantik sekali! entahlah kau seperti Barbie atau Dewi ." ungkap Yulita
"Haha..terima kasih ibu manager atas pujian nya." sahut Milleana dengan senyuman.
"Tak heran jika tuan Brian mencintaimu.."
Milleana pun hanya menjawab dengan senyuman manisnya.
*****
Dentuman suara musik menyaringi ruangan itu yang berada di lantai 12.
"Ladies and gentleman. Mari kita sambut model dengan tampil sebagai pembuka. Miss.... Milleana Stephanie.."
Prok prok prok....
Kaki jenjang Milleana kini menapaki panggung itu dan berjalan dengan gemulai menunjukkan bahwa dirinya model profesional. Gaun rancangan dari Lady Catharina membuat dirinya sangat cocok pas di tubuh nya yang ramping dan tinggi, sehingga membuatnya terlihat sangat cantik. Paha dan betis yang mulus dan putih itu ia perlihatkan karena gaun di bagian kaki kiri terbuka sebelah, sehingga terkesan begitu seksi.
"Tuan lihatlah model itu sangat cantik bukan? bahkan lebih cantik dari fotonya." Bisik Felix yang berada di belakang kursi Alden.
"Berisik kau!.."
Milleana berjalan menulusuri panggung catwalk, dan bergaya memberikan fotografer mengambil fotonya.
Cekrek! Cekrek. Cekrek!
para fotografer itu buru buru mengambil foto Milleana yang bergaya dengan peminim nya.
Saat Milleana ingin kembali meninggalkan panggung ia melihat di depan kursi penonton itu ada Mr Harisson dan para pengusaha lainnya. Ia menyempatkan tersenyum manis ke arah Mr Harisson dan para pengusaha lainnya.
Senyuman itu membuat jantung Alden berdegup kencang.
'Ada apa denganku.. kenapa jantungku seperti terasa berdegup kencang tidak seperti biasanya.'
Batin Alden kemudian ia kembali menatap sosok elok yang berada di panggung catwalk itu pergi meninggalkan stage dengan memperhatikan punggung yang terbuka, kulitnya begitu bening dan mulus.
"Dia begitu cantik sekali! sungguh menggoda, benar kan Presdir Alden?." bisik Steve
"Ahh.. benar, dia memang cantik." jawab Alden sedikit kaku.
"Tapi menurut ku Miss Milleana lebih cocok dengan mu."
Mendengar ucapan Steve membuat Alden tertawa ringan.
*****
acara Fashion Week pun selesai..
"Hallo Miss Milleana.." sapa wanita berumur 35 tahunan berwajah campuran amerika.
"Hii Lady Catharina.. senang sekali bertemu denganmu." ucap Milleana dengan nada girang karena baru pertama kali ia bertemu dengan desainer terkenal itu.
Mereka berdua melakukan cipika cipiki.
"Aku sangat senang dan bangga rancangan ku bisa di pakai olehmu di acara Fashion Week. Kau begitu cocok dan sangat cantik." puji Catharina pada Milleana.
"Terima kasih atas pujiannya Lady, kau sudah mempercayaiku untuk memakai busana rancangan baru mu, aku begitu sangat senang." sahut Milleana dengan nada girang.
"Syukurlah.. apa kau besok punya waktu kosong hari ini?." tanya Catharina.
"Besok sore aku ada acara pemotretan di bukit Alamanda."
"Ohh begitu, jika ada waktu luang aku ingin kita pergi ke Cafe Zengo, supaya kita lebih dekat."
"Baiklah saya usahakan untuk itu Lady." sahutnya.
"Ya sudah kalau begitu aku akan pergi menemui Mr Harisson, permisi."
"Perlu aku mengantarmu Lady?,"
"Tidak perlu, aku tidak ingin merepotkan. Bye.."
Catharina pun langsung pergi meninggalkan Milleana disana.
*****
di perjalanan..
"Ahh aku masih belum bisa Move on melihat wajahnya..." ucap Felix yang berada di samping kemudi.
"Dia benar-benar seperti bidadari turun dari langit." sahut Toni sambil menyetir mobil.
"Apalagi kulitnya yang begitu mulus dan bening, aku sungguh ingin menyentuhnya.."
"Senyuman nya itu, begitu menggoda iman."
"Hentikan ocehan kalian!, kalian ini terlalu lebay seperti baru saja melihat wanita!." protes Alden.
"Aku memang baru pertama kali melihat wanita. Wanita seperti Miss Milleana maksud nya.. hahaha!."
Felix dan Toni tertawa, tetapi wajah Alden masih terlihat dingin.
"Cepatlah sedikit Toni, aku ingin makan siang! perutku sangat lapar!."
"Baiklah jangan salahkan aku."
Kemudian Toni langsung menancapkan gas mobil sport itu dengan kecepatan tinggi sehingga membuat badan Alden sempoyan.
"Hei!.. kau ingin kita mati semua haa!?."
Brumm!!... brummm!...
Ketika kecepatan mobil itu sangat cepat melesat ada seorang kakek kakek yang ingin menyebrangi jalanan.
"Toni!. Awasss...!!!."
Alden seketika menutup wajahnya dengan tangan siku nya.
Bersambung....