
...ENTERED THE WRONG ROOM...
.
.
.
...Happy Reading...
...****************...
Alden dan Mileana baru saja turun dari jet pribadinya dengan di ikuti sh ajudan.
Pilot dan pramugara pramugari bersejajar membungkuk hormat kepada Alden dan Mileana.
"Selamat datang di negara X tuan presdir Alden yang terhormat."
ucap pria tampan berjas hitam dengan gaya yang sangat elegan serta rambut yang bertata rapih.
"Terima kasih Glenn." sahut Alden.
Glenn berpaling menatap sosok elok yang tengah berdiri di samping Alden.
"Selamat datang di negara x nona."
sapa Glenn menyimpan tangan kanan nya di dada kiri dengan sedikit membungkuk.
"Terima kasih,." sahut Mileana tersenyum.
"Kita akan menuju kemana tuan setelah ini?." tanya Glenn.
"Kita menuju Apartemen Swezy." ujar Alden.
"Baiklah,." sahut Glenn tersenyum.
Glenn membukakan pintu mobil nya untuk Alden dan juga Mileana.
"Silahkan nona,." ucap Glenn tersenyum sambil menatap Mileana penuh dengan ketertarikan.
Mileana pun masuk ke dalam mobil mewah itu.
GLENN
Di perjalanan πππ
Mobil mewah itu berjalan dengan kecepatan ringan dengan suasana yang begitu hening.
Mileana begitu merasa risih Alden duduk di sampingnya.
Tiba tiba ponsel Alden berbunyi menandakan telepon masuk.
...Panggilan masuk dari...
...*Anzela*...
Begitulah tertera dari layae ponsel Alden.
Alden pun mengangkat telepon nya dengan sangat malas.
"Hallo." ucap Alden
"Hallo sayang, kamu sudah sampai di negara x?."
"Sudah." singkat Alden.
"Kenapa kau tidak mengabariku sayang?."
"Aku baru saja sampai."
"Ya sudah tidak apa apa, kamu disana sama siapa?."
"Sama Glenn."
"Terus sama siapa lagi?."
"Hanya aku dan Glenn saja." sahut Alden dengan malas.
Mileana mendengar pembicaraan Alden di telepon itu sembari mendengar samar samar suara wanita di ponselnya.
"Mungkin yang menelpon adalah istri sah nya."
Batin Mileana kemudian memalingkan wajahnya ke arah kaca mobil.
15 menit kemudian...
Mobil pun berhenti karena lampu merah.
Mileana tidak sengaja melihat pengendara sepeda motor yang begitu sangat romantis hingga lelaki itu memegang tangan perempuan sambil tertawa berbahagia.
"Kenapa aku jadi mengingat Brian."
Batin Mileana dengan mata yang sayu.
***Flashback On
"Brian apa kamu yakin bisa naik motor?."
tanya Mileana dengan cemas saat Brian sedang mengendarai sepeda motor.
"Sayang, kalau aku tidak bisa naik motor, mungkin motor ini tidak akan berjalan." sahut Brian.
Mereka bedua pun tertawa.
"Berdekatan dong, kaya yang musuhan aja." ujar Brian sambil membawa tangan Mileana memeluk perutnya.
"Aku sedikit takut, kamu jangan terlalu mengebut." ucap Mileana dengan manja.
"Sayang inituh pelan, aku juga takut kalau mengebut, apalagi aku sudah lama tidak membawa motor."
Mileana pun kembali tertawa riang.
*Flashback Off**.
"Aku merindukanmu Brian... aku tidak bisa berbohong. Maafkan aku ya Allah.." batin Mileana dalam hati.
Alden melihat Mileana yang terus saja menatap kaca mobil dengan tatapan sedih.
"Kenapa?, apa kamu ingin membeli permen lolipop itu?." tanya Alden pada Mileana.
Mileana langsung tersadar dari lamunan nya dan menoleh Alden.
"Siapa yang mau permen?." tanya Mileana bingung.
"Kau lah, dari tadi menatap tukang permen lolipop itu hingga matamu tidak mengedip." ucap Alden..
"I-iyah, aku memang mengingin kan permen lolipop itu." ujar Mileana.
"Tapi sayangnya, aku tidak mengizinkanmu untuk membelinya." ucap Alden menatap Mileana.
"Kenapa?." tanya Mileana
"Aku tidak ingin calon anakku memakan makanan sembarangan dan murahan." ujar Alden.
"Kau jangan berbicara seperti itu, bagaimana pun bapak bapak itu sedang mencari uang. Jika bapak itu mendengar nya pasti akan sakit hati." ucap Mileana tidak terima.
Glenn tersenyum mendengar perkataan Mileana yang begitu sangat berani terhadap Alden.
"Tapi bapak itu tidak mendengar nya kan?." ucap Alden dengan wajah datar.
Alden pun terdiam mendengar celotehan dari Mileana.
"Kenapa kau tega sekali berbicara seperti itu, jangan mentang mentang kau kaya raya dan punya segalanya kau bisa seenaknya pada orang lain. Ingat tuan kau..."
"Berisik hentikan!." Alden menutup mulut Mileana dengan tangan nya.
Mileana segera membuka tangan Alden dari mulutnya.
"Apa apaan kau ini, aku sedang berbicara malah kau tutup, dimana sopan santun mu hah?." pekik Mileana dengan kesal.
"Sekali lagi kau bicara aku akan menurunkan mu disini, biar ikut jualan lolipop sama bapak itu." tegas Alden.
"What?." Mileana pun memalingkan wajahnya dengan kesal.
Glenn pun tersenyum melihat pertengkaran konyol mereka.
Lampu merah pun kini berubah menjadi lampu hijau.
Para pengendara kembali menjalankan kendaraan nya.
Glenn pun kembali mengemudikan mobilnya.
.
.
...****************...
π’π’π’
Apartemen Swezy
Mileana, Alden dan juga Glenn baru saja memasuki apartemen yang begitu megah dengan bangunan elit.
"Selamat datang tuan besar."
sapa seorang wanita berlagak seperti pria dengan pakaian tomboy serta rambut pendek se bawah telinga.
JILL
"Terima kasih Jill." sahut Alden.
"Jill, mulai sekarang kamu menjadi asisten nya dia." ucap Alden kepada Jill.
Jill langsung memberikan hormat kepada Mileana.
"Selamat datang di Apartemen Swezy nona." sapa Jill membungkukan badan nya.
"Terima kasih." sahut Mileana tersenyum.
"Aku mau memberitahu kalian berdua, bahwa dia adalah istriku."
Glenn melebarkan matanya saat mengetahui bahwa wanita cantik itu ternyata adalah istri dari Alden.
"Salam nyonya Neilsen." ucap Glenn dan Jill membungkuk hormat.
"Salam.." Mileana membungkuk tersenyum.
"Ku harap kalian berdua bisa menjaga rahasia ini, jangan sampe ada yang mengetahui apalagi keluarga ku, bahwa dia istriku."
"Siap laksanakan tuan besar." sahut Glenn dan Jill.
"Aku akan pergi bersama Glenn. Jill yang akan menemani mu disini." ucap Alden pada Mileana.
"Iyaa.." Mileana mengangguk.
.
.
...****************...
Di perjalanan
πππ
"Maaf, apa Anzela mengetahui bahwa tuan menikah lagi?." tanya Glenn sambil mengemudikan mobil nya.
"Dia tidak mengetahui nya." sahut Alden.
"Why?."
"Aku dan Mileana hanya menikah siri saja." ucap Alden.
"Apa?, kenapa bisa tuan menikahi nya?."
"Dia sedang mengandung anakku." ucap Alden.
"Apa tuan mencintai nya?." tanya Glenn.
Alden menggelengkan kepalanya.
"Kita orang asing yang tidak saling mengenal." ucap Alden sambil menyalakan rokok nya.
"K-kenapa bisa mengandung anakmu?." pekik Glenn bingung.
"Ceritanya sangat panjang kau tanyakan saja pada Toni nanti, aku males menjelaskan."
"Baiklah..." sahut Glenn.
Glenn, adalah salah satu asisten Alden juga yang baru saja pulang dari negara J, karena mengurus ibunya yang sedang sakit disana dan di berikan cuti oleh Alden.
Hingga sekarang Glenn di tugaskan untuk pergi ke negara X setelah ibunya sembuh.
.
.
.
...****************...
π’π’π’
Apartemen Charest
Felix dan Toni baru saja sampai di Apartemen Charest.
"Felix, tuan Alden menyuruh kita untuk menyusul ke Restoran Koslich segera."
"Aduhh kita kan baru sampai, lagi pula aku lelah sekali." rengek Felix
"Kau pikir aku tidak lelah hah?, cepat bersiaplah Alden dan Glenn ada disana."
"Ya sudah lah kita berangkat sekarang." sahut Felix.
.
.
.
Bersambung...