Entered The Wrong Room

Entered The Wrong Room
Bab 16 (Ternodai)



AREA 21++ MOHON BIJAK, DAN PENGERTIAN NYA.


...****************...


Cup!


Alden menempelkan bibirnya di bibir ranum itu.


Aroma nafas yang di berikan oleh wanita itu membuat Alden ketagihan, dan ingin melakukan hal yang lebih.


Milleana membalas ciuman itu, kini ia menguasai permainan yang diberikan oleh Alden.


Suara decakan bibir mereka mulai terdengar semakin memanas, dan saling memangut.


Tangan kanan Alden mengusap pinggang ramping itu kemudian berlalu mengusap lembut menelusuri paha mulus Milleana.


"Emmh.." Kepala Milleana masih terasa pusing karena ia baru saja menghabiskan dua botol whisky.


Tangan Alden mulai nakal untuk membuka gaun yang melekat di tubuh gadis itu.


Namun tidak pernah lepas dari pungutan nya.


Alden merobek gaun itu, sehingga gaun itu terlepas dari tubuh Milleana.


Ketika suasana sudah sangat panas.


Alden dengan perlahan memasukan kejantanan nya ke area lembab itu.


"Aww!." rintih Milleana


"Ah! kenapa susah sekali." Alden terus saja menghentakkan benda tegang itu.


"Pelan pelan aku mohon." rintih Milleana


Ia terus saja berusaha agar benda keras itu lolos masuk. Mereka pun melakukan penyatuan yang panas


Keduanya tak berhenti mengerang, kamar yang gelap itu menjadi saksi bisu pertempuran panas yang tak di sangka.


'Sungguh wanita ini sangat nikmat...'


jerit Alden dalam hatinya.



*****


Di sebuah rumah sakit Pelita.


"Dimana ruangan pendonor darah nya?." tanya Brian pada Meisya.


"Ikuti aku.." sahut Meisya


Brian pun mengikuti Meisya ke ruangan pendonor darah.


Lalu Brian masuk ke ruangan itu mendonorkan darahnya untuk Valdo.


Seteleh beberapa menit Brian pun selesai mendonorkan darah nya untuk Valdo.


"Sudah selesai kan?, aku harap kau tidak menganggu ku lagi, jangan pernah menghubungi ku lagi, mulai sekarang anggap saja kita tidak saling mengenal." ucap Brian dengan tegas.


"Baiklah aku tidak akan menganggu mu lagi. Tapi, apa kau tidak ingin melihat Valdo sebelum kau pergi?." ucap Meisya


"Tidak, aku harus pergi."


"Aku mohon, tunggulah disini sampai Valdo tersadar."


"Apa maksudmu?, kau hanya memintaku mendonorkan darah ku untuk Valdo, tapi kenapa kau meminta yang lain lain?." tanya Brian kesal.


"Apa kah dihatimu tidak ada rasa kasih sayang terhadap Valdo?." tanya Meisya dengan mata berkaca kaca.


"Valdo itu anakmu, bukan anakku."


"Tapi dia darah dagingmu juga Bri..."


"Cukup!, jangan pernah kau ucapkan lagi!. Kita sudah sepakat jika Valdo bukan urusanku dan aku sudah memberikan uang sebesar yang kau inginkan, Tapi setelah lama kau pergi, lalu kau datang kembali dan kau menginginkan aku untuk lebih dekat dengan Valdo. Kau mengingkari janjimu itu Meisya!." bentak Brian.


"Tapi aku dan Valdo membutuhkan mu Brian."


"Apa yang kau butuhkan dariku!? Aku sudah menikah!.."


"Aku ingin kau ada untuk Valdo, itu saja." sahut Meisya


"You crazy!. Otakmu ada dimana?." tanya Brian


"Kenapa berkata begitu Brian."


"Ya jelas!, kau yang menginginkan Valdo untuk lahir kedunia ini, bukan aku!. Sudah ku jelaskan sebelumnya bahwa aku tidak akan tanggung jawab atas anakmu itu!." pekik Brian


Meisya kemudian mengeluarkan air mata nya.


"Kenapa kau tidak punya hati!. Setelah kau menikmati ku lalu kau membuangku seperti sampah, aku masih punya harga diri tuan Brian Alexanderico!."


"Haha..kau membicarakan harga diri denganku?, berapa harga diri mu? aku mampu membeli nya."


Plak!.


Meisya melayangkan sebuah tamparan ke wajah Brian.


"Kau sungguh pria bajingan!. aku benar benar menyesal pernah berhubungan denganmu!." bentak Meisya.


"Bagus jika kau menyesal, lebih baik kau tidak usah muncul lagi di hadapanku!."


Brian kemudian melenggang pergi tanpa menoleh ke arah Meisya lagi.


"Brian..tunggu!." teriak Meisya


"Aaaagghhh!." teriak Meisya kesal.


'Aku tidak akan membiarkan pernikahan mu bahagia Brian, kau hanya milikku saja.'


batin Meisya.


*****


Brian baru saja sampai di parkiran rumah sakit. Kemudian ia masuk ke dalam mobil nya.


'Kenapa Meisya ada di Bali, bukan kah 2 tahun yang lalu dia tinggal di London. Bahkan aku pernah mendengar kabarnya bahwa dia akan menikah dengan pria berasal dari London. Lalu untuk apa dia datang ke Indonesia dan menghubungi ku lagi? ,Aku tidak ingin Meisya menghancurkan pernikahan ku dengan Milleana.'


gumam Brian dalam hati nya sambil mengepalkan kedua tangan nya.


Ia merogoh saku celananya untuk menghubungi seseorang.


Tut...Tut..Tut..


"Selamat malam tuan muda, apa ada yang bisa saya bantu?" ucap Mark selaku asisten Brian.


"Kau sudah pulang dari acara liburan mu ke Jepang?." ucap Brian


"Sudah tuan, saya sangat menikmati liburan nya."


"Syukurlah, datang ke Bali sekarang juga, aku siapkan tiket berangkat mu sekarang."


"A-apa?, berangkat ke Bali sekarang tuan?."


"Iya, ada tugas untukmu."


"Baikah, saya akan siap siap sekarang." sahut Mark


"Sampaikan juga pada David untuk datang ke Bali."


"Baiklah saya akan hubungi David sekarang tuan." sahut Mark


"Baiklah, terima kasih Mark."


Brian pun menutup telepon itu lalu ia menyalakan mesin mobil sport nya.


Saat Brian ingin melajukan mobilnya, tiba tiba saja ada yang mencegat nya, perempuan itu berdiri di depan mobil sambil melentangkan kedua tangan nya.


"Kau tidak boleh pergi Brian.!." ucap Meisya.


"Minggir!, kau menghalangi jalanku!." pekik Brian


"Aku tidak akan tetap disini sebelum kau menemani Valdo sampai tersadar." ucap Meisya


"Kau gila ha?, minggir atau aku akan menabrak mu!."


"Tabrak saja aku Brian, lebih baik aku mati di tangan mu!." teriak Meisya


'Sial!, apa yang dia inginkan sebenarnya. Merepotkan ku saja!.'


Brian pun turun dari mobil sport nya, lalu menghampiri Meisya yang masih berdiri di depan mobil.


"Apa sebenarnya yang kau inginkan!?." tanya Brian dengan wajah tegas.


"Temani Valdo sampai dia tersadar, dia sungguh ingin bertemu denganmu."


"Kau sungguh ingin memperkenalkan ku pada Valdo sebagai ayahnya?."


"Valdo melihat foto kita berdua waktu dulu, dia sudah mengira bahwa kamu itu ayahnya."


"Dasar bodoh!. Aku tidak akan menemui anakmu!." pekik Brian


"Brian... aku mohon temui Valdo sekali ini saja.. hiks..hiks." ucap Meisya dengan tangisan


"Kau sungguh banyak permintaan! banyak drama!. aku tidak bisa menuruti mu, maaf aku harus pergi."


Saat Brian ingin kembali masuk ke mobil, tiba tiba saja Meisya mengancam nya.


"Baiklah, aku akan memberi tahu istrimu yang sebenarnya."


Brian langsung menoleh ke arah Meisya dengan tatapan tajam.


"Kau selalu mengancam ku!, jika kau memberiku tahu istriku yang sebenarnya, aku tidak akan segan segan membunuh Valdo!."


"Brian! apa yang katakan?." pekik Meisya


"Aku tidak main main dengan ucapanku!."


Brian pun langsung masuk ke dalam mobil sport itu lalu menyalakan mesin mobil nya.


Tiiiiiiiiiiittttttttttttttttttttt!!!!!!


Brian menekan tombol klakson mobil dengan sangat panjang.


Hingga Meisya jengkel kemudian menepi ke pinggir


Brumm!!...


Mobil Brian pun kini melesat pergi meninggalkan rumah sakit Pelita


'Semakin kau menjauhiku, semakin aku terus mengejarmu...Brian Alexanderico.'


Batin Meisya sambil menahan emosi nya, kemudian Meisya pun menyeringai bibir nya.


Bersambung....


Happy Reading Gais ❤️❤️🤗