Entered The Wrong Room

Entered The Wrong Room
Bab 6 (Calon Istri?)



1 bulan kemudian....


Kini perusahaan Starlight Company kembali melintir sukses, keadaan perusahaan itu semakin membaik bahkan jauh lebih baik dari sebelumnya. Kini Alden sekarang berani menunjukkan jati dirinya di berbagai media. Ketampanan dan kecerdasan otak nya membuat perusahaan Starlight Company kembali lagi berjalan. Bahkan banyak sekali wanita cantik yang ingin menjadi pendamping hidup nya.


"Ohh jadi selama ini dia pemilik perusahaan Starlight Company, sungguh tampan ternyata, ku kira pemiliknya sudah berumur ternyata masih muda." ucap beberapa orang di jalanan melihat majalah dan koran tentang Alden Shakalingga.


"Dia begitu hebat, sudah tampan, pintar, kaya pula. Bahkan ia bisa kembali membuat perusahaan nya membaik, yang aku tahu kan perusahaan Starlight Company itu sedikit lagi akan jatuh."


"Itu tidak mungkin, bahkan sekarang perusahaan Starlight Company menjadi perusahaan terbesar no 1 di Asia."


"Wahh sungguh hebat yaa..."


Begitulah ocehan ocehan diluar tentang Alden Shakalingga, banyak yang memuji karena kesuksesan di usia muda. Hingga namanya kini menjadi tranding topik di dunia.


*****


"Terima kasih atas kunjungan anda kemari, sebuah kehormatan anda datang ke perusahaan kami." ucap Lee Jaemin selaku CEO perusahaan Skinny Care.


"Aku kesini akan menerima kerja sama dengan perusahaan mu." ucap Alden.


"B-benarkah tuan Presdir?"


"Apa saja produkmu yang bisa membuatku tertarik bisa menerima kerja sama."


"Baiklah tuan Presdir, perusahaan saya hanya memiliki produk perawatan diri. Banyak dari perusahaan kami yang menciptakan skincare dan make up. Contoh Skincare dari kami yaitu body lotion, facial wash, toner, pelembab, serum, sunscrean, micellar water, dan moisturizer. Sedangkan jenis make up dari perusahaan kami yaitu, lipstik, foundation, concealer, eyeshadow, loose powder, face primer, dan juga blush on." jelas Lee


"Aku menginginkan produk body lotion mu," sahut Alden.


"Itu pilihan yang sangat bagus tuan Presdir, karena dari perusahaan kami terkenal karena body lotion nya."


"Baiklah varian apa saja yang belum kau desain dari produk body lotionmu?."


"Saya akan memikirkan nya terlebih dahulu tuan."


"Baiklah, kalau begitu aku harus pergi masih banyak pekerjaan yang harus aku selesaikan."


"Baik tuan Presdir, sekali lagi saya ucapkan terimakasih telah menerima kerja sama dengan perusahaan Skinny Care." ucap Lee


"Semoga kerja sama kita saling menguntungkan tuan Presdir Lee."


"Tentu saja tuan." Mereka pun berjabat tangan.


*****


"Apa kau yakin akan meluncurkan sebuah produk body lotion?." tanya Felix setelah mereka keluar dari perusahaan Skinny Care.


"Kenapa?."


"Menurutku body lotion itu sudah tidak aneh, banyak saingan dari produk lain yang menciptakan body lotion juga. Kau yakin body lotion mu akan laku?."


"Kenapa kau berkata seperti itu?, body lotionku akan berbeda dengan produk lainnya." sahut Alden.


"Perbedaan nya apa? kau ingin menciptakan body lotion dari apa?."


"Jangan banyak omong kau!."


Alden pun kemudian masuk kedalam mobil sport nya, lalu di ikuti dengan Felix.


*****


Alden dan Felix baru saja sampai di kantor perusahaan Starlight Company.


"Selamat siang tuan Presdir, di ruangan tuan ada seorang wanita. Saya sudah katakan bahwa tuan sedang tidak ada di kantor, tapi wanita itu kekeuh ingin menunggu tuan." ucap Gio salah satu manager dari perusahaan Starlight Company.


"Siapa dia?." tanya Alden


"Wanita itu masih muda tuan, saya tidak tahu karena mungkin pertama kali nya dia datang kesini." sahut Gio.


"Kenapa kau tidak usir wanita itu!? bagaimana mungkin kau membiarkan orang asing masuk ke ruangan tuan Presdir!." pekik Felix.


"M-maafkan saya senior, tapi wanita itu mengatakan bahwa dia calon istri tuan Presdir." jawab Gio dengan wajah sedikit menunduk.


"Calon istriku?." tanya Alden.


"Benar tuan, dia mengaku sebagai calon istri tuan Presdir. Maka dari itu saya tidak bisa berbuat apa apa."


Alden pun langsung pergi menuju ruangannya, dan di susul dengan Felix di belakang nya.


Saat tiba di depan pintu ruangan nya


Krek!.


Matanya kini melihat sosok wanita berpakaian mini dress, sedang duduk di sofa yang berada di ruangan pribadi nya.


"Hai sayang.. kau sudah pulang? kau tahu aku sudah 2 jam menunggumu disini." ucap Anzela dengan menunjukan senyuman nya.


"Kau sedang apa di kantorku?, kau sudah berani masuk ke ruangan ini tanpa seizinku?." tanya Alden dengan suara beratnya


"Kenapa sayang? aku ini kan calon istrimu, kenapa harus minta izin dulu."


"Aku tidak pernah menganggap mu calon istriku. Jadi kau pergi dari kantor ku sekarang!."


"Alden!. kita ini akan menikah, kenapa kau masih saja dingin padaku."


"Sampai kapan pun aku tidak akan pernah menerima mu."


"Kau jahat Alden!, aku kesini hanya untuk mengajakmu makan."


"Aku sudah kenyang, aku baru saja makan dengan kolega ku. Jadi sekarang kau pergi dari sini."


"Tidak. aku tidak akan pergi dari sini sebelum kau makan denganku!."


"Kau tidak menghargai ku, aku datang kesini dan menunggu mu, tapi kau malah mengusir ku."


"Aku tidak meminta mu datang kesini dan menungguku!."


"Tapi Al..."


"Felix!, keluarkan wanita ini di ruangan ku!."


"Aku tidak mau aku sedang sibuk." sahut Felix, karena dia sedang membereskan sebuah dokumen.


"Felix!." pekik Alden


Felix pun hanya berdecak lalu menekan tombol telpon yang berada di atas meja.


"Security, datang ke lantai CEO sekarang ada kejadian peperangan disini"


Felix pun langsung menutup telponnya dengan kembali meletakan telpon itu.


"Al... aku akan mengadu semua kelakuanmu pada om Ronald."


"Aku tidak perduli, katakan saja padanya."


Beberapa menit kemudian...


"Selamat siang tuan Presdir, ada yang bisa kami bantu." ucap salah satu Security itu.


"Bawa wanita ini keluar, dia sudah menganggu ku!." perintah Alden


"Baik tuan, laksanakan."


Kedua security itu langsung menghampiri Anzela, lalu menyeretnya keluar.


"Lepaskan aku!. kau sudah berani memperlakukan ku seperti ini!." pekik Anzela.


"Nona harus pergi dari sini."


"Aku bisa sendiri! jangan pernah menyentuh ku!. Lepaskan!."


"Kami akan melepaskan nona setelah di lobby kantor."


Anzela terus saja berteriak namun tidak ada yang peduli dengan nya, akhirnya Anzela pun keluar dari ruangan Alden.


*****


Milleana sedang menatap dirinya di depan cermin. Kini dirinya baru saja memoles wajah nya dengan make up natural sehingga terlihat lebih fresh dan cantik. Gaun selutut yang indah membuatnya terlihat lebih sempurna.


Tok tok tok


Krek...


"Milea, Brian sudah menunggumu di bawah." ucap Rossa, ibu kandung Milleana.


"Iya Bun, Milea sekarang turun ke bawah."


"Anak bunda cantik sekali.." puji Rossa


"Hehe terima kasih bunda juga sangat cantik." sahut Milleana dengan senyuman.


"Ya sudah kau temui Brian sana, dia sudah menunggumu di bawah."


"Okay bunda.."


Milleana dan Rosa pun turun ke bawah, Milleana melihat Brian sedang berbincang dengan Fahri, ayahnya. Mereka berdua terlihat sangat dekat sekali.


"Nah tuh Milea sudah turun..." ucap Fahri, ayah kandung Milea.


Brian pun hanya tersenyum.


"Ya sudah ini sudah jam 7 malam, kalian mau berangkat jam brpa?." tanya Rossa


"Iyaa lebih baik kalian berangkat sekarang, nanti kemalaman." ucap Fahri.


"Baiklah om, tante. Izinkan Brian untuk membawa Milea bertemu dengan orang tua Brian..."


"Ohh tentu saja boleh, lalu kapan kau mempertemukan kami dengan orang tua mu?." tanya Fahri.


"Secepatnya om, karena Brian akan serius dengan Milea."


Fahri pun tertawa kecil.


"Om hanya becanda, jangan terburu buru."


"Ayah, bunda Milea pergi ya.." ucap Milleana


"Iyaa sayang hati hati di jalannya ya." jawab Rossa


"Om, Tante kami izin pergi."


"Iyaa nak hati hati di jalannya." sahut Fahri


Brian dan Milleana pun pergi menuju mobil sport nya.


"Silahkan tuan putri." ucap Brian sambil membukakan pintu mobil depan.


"Terima kasih..." sahut Milleana dengan senyuman.


Mereka berdua pun pergi meninggalkan mansion besar keluarga Wiratma.


Bersambung.....