Entered The Wrong Room

Entered The Wrong Room
Bab 56



...ENTERED THE WRONG ROOM...


.


.


.


...****************...


"Ya Allah aku lupa mengabari Merry.." ucap Mileana segera membawa ponsel nya di dalam tas.


"Yah ponselku mati lagi,."


Mileana segera mencharging ponsel nya.


Setelah beberapa menit kemudian.


Mileana mencoba mengabari Merry karena batrai ponsel nya kini sedikit terisi.


"Hallo Merry?."


"Milea kamu kemana aja?, aku khawatir disini."


"Maafkan aku Merry, aku sedang di rumah paman ku, maaf aku tidak bilang ke kamu sebelum nya aku buru buru." ucap Mileana berbohong.


"Tapi kamu tidak apa apa kan?,." tanya Merry


"Alhamdulillah aku baik baik saja, Aku juga besok akan pergi ke luar negeri Merry."


"What? Kenapa mendadak sekali."


"Iya karena aku disana bersama tante ku."


"Aku jadi kesepian lagi disini huhu.."


"Jangan khawatir, aku tidak akan melupakan persahabatan kita."


"Ya sudah, kamu hati hati ya jika berada di luar negeri."


"Pasti, maafkan aku ya sudah merepotkan mu kemarin."


"Ishh jangan berkata seperti itu, aku pasti merindukan mu Milea." ucap Merry


"Aku juga pasti akan merindukan mu, kita pasti akan bertemu lagi kok." ucap Mileana dengan nada sedih.


"Pasti, pokok nya kita harus bertemu lagi."


.....


.


.


...****************...


🏒🏒🏒


Anzela menggeliat karena dirinya ketiduran di sofa ruangan Alden saat menunggu Alden pulang.


"Alden sudah datang belom ya.." gumam nya dengan mata masih terpejam.


"Hoamm..." Anzela menguap dengan rasa kantuk nya yang sangat berat.


"Jam berapa sih ini." Anzela mencoba membuka mata untuk melihat jam.


Saat Anzela melihat jam dinding menunjukan 12.20 ia seketika melebarkan mata nya.


"What! sudah jam 12.20 malam ,aku ketiduran disini." pekik Anzela segera berdiri.


"Felix!.." teriak Anzela memanggil Felix.


Namun Anzela tidak mendengar sahutan dari Felix.


"Felix kemana ya." Anzela segera menuju pintu untuk keluar.


Saat Anzela hendak membuka pintu, pintu itu tidak bisa terbuka.


Beberapa kali Anzela mencoba menggerakan klop pintu itu namun tetap tidak bisa terbuka.


"Felix!.."


Brak!


Brak!


Brak!


Anzela menggendor gedor pintunya.


"Felix apakau masih disana?, buka pintunya!." Anzela mencoba berteriak dan mendobrak pintunya namun tidak berhasil.


"Felix apa kau mendengarku!." pekik Anzela.


"Kenapa sunyi sekali disini apa jangan jangan Felix sudah pulang meninggalkanku?, kok aku jadi merinding ya.." ucap Anzela sambil menatap ruangan Alden yang megah dan sunyi.


"Alden!!!!... Felix!!!!." Anzela berteriak ketakutan.


...****************...


🏬🏬


Felix sedang tertidur pulas di apartemen nya.


Beberapa kali ponselnya terus saja berdering menandakan suara panggilan telepon, namun Felix mematikan telepon itu dengan mata yang terpejam.


"Ganggu saja orang tidur mana jam 03.00 harus bangun, gila tuh orang yang menelpon!." gerutu Felix dengan masih terpejam kemudian melanjutkan tidur nya.


*****


"Ihh kenapa Felix tidak aktif ponsel nya, perasaan tadi aktif. Awas kau Felix!!." pekik Anzela dengan kesal.


"Aduh mana sendirian lagi disini.." gumam Anzela ketakutan.


Anzela mencoba menelpon Toni dan Alden, namun saat Anzela hendak menghubungi nya, ponsel Anzela habis batrai.


"Yahh ponselku mati, aduh gimana ini mana aku ga bawa charging, mamii!..hiks.." rengek Anzela.


Tiba tiba buku yang berada di atas meja itu terjatuh sendiri, membuat Anzela menoleh ke arah buku yang sudah tergeletak di bawah lantai itu.


"Oh my God!, tidak aku mohon jangan ganggu aku! Hiks...mamii!! aku takut tolong hiks.." Anzela menangis ketakutan menjauhi buku yang terjatuh.


Peng!. (Suara piano)


"Aaaaaaaaghhh..ampun jangan ganggu aku.." Teriak Anzela menutup mata dan telinga nya.



.


.


...****************...


Pukul 02.30 Felix baru saja terbangun dari tidurnya.


Ia harus segera mandi untuk menuju airport.


Namun sebelum pergi mandi, Felix mengecek ponsel nya terlebih dahulu.


"What!." Felix membulatkan matanya.


"Aku baru mengingat bahwa Anzela ada di ruangan Alden saat malam." ucapnya sambil menepuk keningnya.


Felix melihat 15x panggilan tak terjawab dari Anzela dan juga pesan darinya.


"Waduh gawat, aku harus segera mandi lalu kembali ke kantor, karena kuncinya hanya di aku." ujarnya langsung melompat dari kasur ke arah toilet.


.


.


...****************...


Villa Rose Gold.πŸ’“


"Selamat malam nyonya.." sapa Toni dengan membungkukan badan nya.


"Malam.." sahut Mileana tersenyum.


"Apakah tidurmu sangat nyenyak?." tanya Toni.


"Iyah begitulah,." sahutnya.


"Saya kesini untuk menjemputmu, apa nyonya sudah bersiap?." tanya Toni.


"Sudah." singkat Mileana.


"Mari, kita pergi ke airport sekarang nyonya."


Mileana pun mengikuti arahan dari Toni.


.


.


...****************...


🏒🏒🏒


Felix baru saja datang di lantai CEO Starlight Company dengan tergesa gesa karena sebentar lagi keberangkatan menuju negara x.


"Nona.." ucap Felix sesudah membukakan pintu ruangan Alden.


Anzela yang sedang mengumpat di lorong itu seketika berlari menuju Felix lalu memeluk nya dengan erat.


"Alden!, aku sangat takut disini hiks..aku di gangguin sama makhluk disini..hiks." Anzela memeluk sambil menyusup wajahnya ke dada Felix.


"Ehem, maaf nona aku bukan Alden." ucap Felix berekspresi kaku tanpa menerima pelukan dari Anzela.


Anzela langsung berhenti menangis dan melepaskan pelukan nya.


"Felix!!." pekik Anzela


PLAK!!


Anzela melayangkan tamparan kecil pada pipi Felix.


"Aww!, kenapa kau menamparku?." ucap Felix merintih sambil mengusap pipi nya tidak terima.


"Kau kenapa meninggalkanku disini hah?, kau kenapa malah mengunci ruangan? Kau mau jail begitu?." bentak Anzela sambil bercekak pinggang.


"Aku lupa, ku kira tidak ada kau di dalam dan saat malam aku lelah sekali ingin segera tidur!." ucap Felix membela dirinya.


"Lah alasan saja!, dimana Alden?." tanya Anzela.


"Huft! Aku belum bertemu dengan nya,."


"What?."


"Sudah ya, aku akan pergi ke airport tidak banyak waktu lagi bye.." ucap Felix langsung melenggang pergi.


"Tunggu Felix!!." teriak Anzela.


"Apalagi? Ini sudah jam 03.00 aku bisa kesiangan." Felix menoleh kesal.


"Apa Alden jadi pergi ke negara x?." tanya Anzela.


"Ya iyalah jadi, masa aku sendiri ngurus perusahaan?. Sudah ya aku tidak punya banyak waktu lagi tuan Alden pasti sedang menungguku di airport bye!." ucap Felix melenggang pergi menuju lift meninggalkan Anzela.


"Felix katakan pada Alden bahwa aku mencintai nya." teriak Anzela.


"Ya." jawab Felix kemudian masuk kedalam lift.


"Alden pergi ke negara x ,itu artinya kita akan LDR huhu.. Aku pasti merindukan Alden.." gumam Anzela berpikir.


GUBRAK!! (suara buku jatuh beberapa)


Sebuah buku kini terjatuh lagi dengan sendiri nya.


"Aaaaaaghh!!! Felix tunggu aku..." Anzela teriak berlari membawa tasnya lalu menyusul Felix .


Visual Anzela Anastasia


.


.


.


Bersambung...


Minta like sama vote nya yah biar author makin semangat lanjutin part nyaπŸ₯°πŸ˜˜


Thank you readers yang selalu menunggu update tan author selalu sabar menunggu jalan cerita nya, semoga cerita ini bisa menghibur para readers, maaf bila ada kata atau ucapan yang salah author masih belajar nihh heheheπŸ₯°