
...ENTERED THE WRONG ROOM...
.
.
.
Mileana masih merenungi kesedihan nya di dalam taksi.
"Permisi nona kita mau kemana?." tanya supir taksi.
Mileana pun tersadar dari lamunan nya.
"Ahh kita ke...
'Kalau aku pulang ke rumah ayah, dan mereka bertanya kenapa aku pulang, aku bingung harus gimana jawabnya, bagaimana jika ayah dan bunda mengetahui semuanya pasti mereka akan mengusirku, apalagi bunda juga mempunyai riwayat jantung.'
Pikir Mileana.
'Tapi gapapa lah mending aku pulang dulu saja, aku tidak boleh pergi begitu saja. Aku harus menghadapi masalah ini."
Mileana pun menghela nafas panjang.
"Kita ke resident Montania blok C79 pak."
ucap Mileana pada sang supir taksi.
"Baik.." sahut sang supir taksi
Taksi itu pun menuju ke lokasi.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
.
.
Di mansion yang megah.
"Anzelaa!."
teriak seorang laki laki tampan dan gagah sambil berjalan mencari sosok wanita bermata kecil itu.
"Anzela!." teriaknya.
"Ada apa sayang kau mencariku."
tanya Anzela yang baru saja menghampiri Alden dengan poni yang di roll ke atas.
"Apa maksud semua ini." ucap Alden memberikan secarik kertas.
"Apa ini sayang?." tanya Anzela.
"Di catatan itu tertulis bahwa bulan ini ada pengeluaran sebanyak 8,6M, apa yang kau beli sebanyak itu?." tanya Alden tegas.
"Ya ampun sayang kirain apaan, 5 hari yang lalu aku membeli mobil ferrari 488 pista."
ucap Anzela dengan tenang.
"Apa? kau membeli mobil?, buat apa kau membeli mobil hah, mobil di mansion ini sudah banyak."
"Aku hanya ingin mencoba mobil ferrari 488 pista yang keluaran terbaru, ternyata mobil itu sangatlah nyaman." ucapnya dengan girang.
"Kenapa tidak meminta izin terlebih dahulu padaku?." tanya Alden
"Ya gimana aku mau ngomong atau izin, kamu sibuk terus sih chat aku ga pernah di bales, telpon aku ga pernah di angkat."
ucap Anzela memasang wajah cemberut.
"Tapi seharusnya kamu minta izin entah lewat Toni atau Felix juga bisa kan kalau aku sedang sibuk. Kau pikir uang 8,6 itu gampang mencarinya?." pekik Alden.
"Kamu sama istri sendiri kok pelit sekali, aku cuma minta mobil ferrari saja lagi pula aku juga tau kau pernah membelikan Felix mobil buggati yang harganya setengah triliun, tapi kau tidak keberatan sama sekali." pekik Anzela.
"Felix dan kau itu beda!" ucap Alden penuh tekanan.
"Apa maksudmu?." Anzela mengerutkan keningnya.
"Mulai sekarang kartu kredit itu akan ku ambil kembali, jika kau ingin belanja atau minta sesuatu bilang saja padaku."
Kemudian Alden melenggang pergi begitu saja.
"Aku itu istrimu Alden." pekik Anzela.
Alden terus saja berjalan tanpa mendengarkan pekikan Anzela yang protes entah berbicara apa karena Alden tidak mendengarnya.
...****************...
🌹🌹🌹
"Biarkanlah Milea disini dulu ayah, biarkan mereka mendinginkan hati dan kepalanya masing masing, sampai Brian datang menjemputnya." ucap Rossa.
"Tapi masalah nya apa sampai Brian menyuruhmu pulang kesini? Setahu ayah Brian orangnya sangat sopan dan baik." tanya Fahri.
Mileana hanya menundukan wajahnya saja tanpa menjawab pertanyaan dari ayahnya.
"Sudah ayah jangan menekankan Mileana untuk menjawab, mungkin Milea butuh menenangkan diri dulu, wajar saja pengantin baru masih suka emosian." ucap Rossa.
"Baiklah Milea kamu istirahat ke kamar, makan dulu saja pasti kamu belum makan kan?." tanya Fahri.
Mileana menggelengkan kepalanya.
"Ya sudah kita makan bersama ya, bunda sama bi Sumi akan menyiapkan dulu." ucap Rossa.
"Tidak bunda, Milea belum lapar."
"Jangan begitu, kau tetap harus mengisi perutmu." ucap Fahri.
Mendengar kata perut Mileana pun langsung seketika menoleh ke perutnya.
'Ah iya, perutku sekarang ada nyawa nya.'
pikir Mileana dalam hati.
"Ya sudah bunda aku ikut makan." ucap Mileana.
...****************...
.
.
"Gila ternyata wanita itu benar benar boros."
ucap Alden ketika sampai di ruang kantor yang ada di mansion nya.
"Bisa habis uangku nanti di makan tidak benar oleh wanita licik itu." ucapnya bermonolog.
Alden pun mengecek kembali keberangkatan ke negara X untuk hari lusa.
"Kenapa aku tiba tiba ingin kue brownies lumer." pikir Alden.
"Tidak jangan ngada ngada Al."
Alden pun kembali mengecek beberapa dokemen laporannya.
"Oh ****!, kenapa brownies itu menari nari di kepalaku."
Alden kemudian segera menelpon Toni.
🌼🌼🌼
.
.
Siang telah berganti menjadi malam, kini seorang wanita bertubuh molek itu masih saja memikirkan keadaan nya sekarang, entah apa yang ia tuju setelah keadaan nya yang seperti ini.
Dirinya seperti sudah sangatlah hancur tanpa ada tujuan hidup.
"Apa yang harus aku lakukan setelah ini... aku takut ayah dan bunda mengetahui keadaanku sekarang." lirihnya.
"Apakah aku harus mengatakan sejujurnya kepada ayah dan bunda, bahwa aku disini juga adalah korban." ucapnya.
"Aku takut bunda kenapa kenapa, aku takut jantung bunda kambuh, aku tidak ingin kehilangan bunda.."
"Ya Allah bantulah aku untuk mencari jalan keluar ini.." lirihnya.
Mileana segera mengambil air wudhu untuk menghilangkan segela rasa penat dan rasa gelisah yang ia rasakan saat ini, ia ingin mengadu segala kepedihan dan keresahan hidupnya kepada sang maha kuasa.
Dosa apa yang pernah ia perbuat sampai sampai takdir membuat ia menderita.
.
.
.
Bersambung....
🌹🌹🌹🌹
Jangan lupa like, komen ,vote nya dong biar author makin semangat nih 😘