Entered The Wrong Room

Entered The Wrong Room
Bab 33 (Aku takut)



Selamat membaca...🤗


...ENTERED THE WRONG ROOM...


...♥♥♥♥♥♥...


.


.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


- Paris


Di Apartemen.


"Selamat siang Mr, saya sudah menyiapkan barang barang anda yang akan di bawa semuanya." ucap Mark.


"Baiklah, pastikan jangan ada yang tahu keluargaku termasuk istriku, bahwa besok aku akan pulang ke Indonesia."


"Siap Mr, mereka tidak akan mengetahuinya."


"Yaa, karena aku akan memberikan kejutan untuk istriku."


Brian kemudian melangkah ke arah meja laci yang berada di tengah ruangan. Kemudian ia mengambil sebuah kotak di dalam laci itu.


Di dalam kotak itu berisi kalung berlian biru yang di dalam nya di lapisi bubuk mutiara asli dari laut korea.


sungguh sangat mewah dan elegan.



Ya, Brian selalu menyimpan barang berharganya dimana pun ia mau, karena ia tahu tidak akan hilang, jika hilang pasti ia yang lupa menyimpan. Karena Brian sudah sangat percaya kepada Mark, David, dan para asisten lain nya.


"Cantik sekali kalung itu Mr, pasti kau yang mendesain nya."


ucap Mark memuji kalung mewah yang berada di tangan Brian.


"Tentu saja, orang lain tidak akan mempunyai kalung seperti ini, karena memang aku membuatnya khusus untuk istriku saja, limited edition."


ucap Brian dengan masih memandang sebuah kalung berlian itu yang berada di tangan nya.


"Miss Mileana sungguh istri yang paling bahagia karena telah menjadi istrimu Mr." ucap Mark tersenyum.


"Aku juga begitu sangat bahagia telah menjadi suaminya Mark.."


sahut Brian kemudian tersenyum manis masih menatap kalung berlian itu.


"Miss Mileana pasti sangat mencintaimu Mr.."


"Tentu saja.."


Brian pun langsung mengambil ponsel di saku celana nya dan menelpon untuk video call istri tercinta nya alias Mileana. Karena setiap mendengar nama istrinya itu, dia selalu tiba tiba merindukan nya.


Dan Mark pun izin untuk pergi.


(Maaf dialog perbucinan dulu nih ygy😅)


di perbincangan video call:


Milleana : "Hallo sayang.."


Brian : "Apakah kau mencintaiku?."


Milleana : "Haha ,kamu kenapa tiba tiba bertanya seperti itu?."


Brian : "Aku ingin mendengar sayang.."


Milleana : "Tidak,"


Brian : "Hah?, tidak apa maksud kamu?"


Mileana : "Hahaha, kamu kenapa lucu banget sih.."


Brian : "Katakan bahwa kau tidak mencintaiku?."


Mileana : "Aku sangat mencintaimu suamiku sayang.."


Brian : "Apa yang kau ucapkan benar?"


Milleana : "Huum..(mengangguk)."


Brian : "I Love You so much!. muachhh! (menciumi layar ponsel).


Mark yang masih belum jauh dari tempat Brian berada seketika menahan tawanya karena mendengar percakapan antara majikan dengan istrinya, berpikir majikan nya sungguh bucin sekali pada istrinya itu.


Kemudian Mark pun melanjutkan langkahnya untuk pergi ke dapur mencari makanan.


Brian : "Sayang kok muka kamu pucat sekali, kamu sakit?."


Milleana : "Iyaa, badan aku sedikit tidak enak badan dari kemarin."


Brian : "Ya ampun, kamu sudah di periksa ke dokter belum?."


Milleana : "Belum sih, tapi mungkin sebentar lagi sembuh kok."


Brian : "Tau dari mana kamu kalo sebentar lagi sakitnya sembuh?."


Mileana : "Hmm perkiraan aku saja,"


Brian : "Itu mami, papi, sama Feli ga ngurusin kamu pas lagi sakit?."


Mileana : "Sayang aku cuma lemes aja sama pusing kok, lagian mami, Feli sama papi juga khawatir liat aku kek gitu."


Brian : "Terus kenapa kamu ga di bawa ke dokter, kok malah di diemin sih."


Mileana : "Aku yang nolak, karena emang mereka ngajak aku ke dokter, cuma aku gamau."


Brian : "Kenapa gamau di periksa?, gimana kalau kenapa napa?."


Mileana : "Udah sayang , gapapa kok lagian sekarang aku udah agak fit lagi kok badan nya.


Brian : "Apa aja yang kamu rasain yang?."


Mileana : "Lemes, pusing, mual aja."


Brian : "Tuh kan, itu karena kamu telat makan, makanya makan yang teratur dong sayang, emangnya mami, Feli sama papi ga pernah tawarin kamu makan di rumah?, awas aja ya nanti pas aku pulang.


Mileana "Iyaa aku selalu makan teratur kok, kamu ini apaan sih, mami, Feli sama papi sayang banget sama aku, mereka bawel juga selama aku sakit."


Brian : "Kok kamu ga ngabarin aku kalau kamu sakit?, tau kamu sakit aku pasti langsung pulang dari paris.


Mileana : "Aku gamau ganggu kamu lagi kerja disana."


Brian : "Kerjaan aku ga ada apa apa nya ketimbang kesehatan kamu."


Mileana "Hmm, kamu pulang cepat makanya aku kangen nih."


Brian : "Haha ciee yang kangen suaminya mana muka yang kangen suaminya haha."


Mileana : "Ihh kamu tuh malah ledekin aku ahh.."


Brian : "Aku pulang minggu depan sayang."


Brian : "Haha bentar lagi kok sayang.. sabar yah, tungguin aku."


Mileana "Aku selalu menunggu." kamu..


Brian : "Makasi istrikuu.."


Namun tiba tiba Mileana mendadak ingin memuntahkan isi di dalam perutnya.


Huekk!


Huekk!!


Brian : "Sayang kamu kenapa?." (Brian khwatir)


Mileana : "Bentar sayang.. huekk!."


Brian : "Ehh..


Layar ponsel Mileana tiba tiba saja menghadap ke atas gorden kamarnya, namun suara Mileana masih terdengar nyaring apalagi saat suara di toilet.


"Kak Milea, kakak tidak apa apa kan?.."


Brian mendengar suara teriakan Felicya datang masuk ke kamar Mileana.


Brian : "Felii... Fel..


Namun Felicya tidak mendengar nya, ia masih fokus memijat bagian tengkuk Mileana yang sedang kesusahan mengeluarkan muntah nya.


Brian pun akhirnya mengakhiri video call nya, lalu menelpon mami Yasmin untuk melihat keadaan Mileana dan membawa nya ke dokter.


...****************...


.


.


"Sayang, kamu tidak apa apa? kita ke dokter yu sekarang."


ucap Yasmin khawatir yang berada di kamar Mileana.


"Tidak apa apa kok mih, ga usah ke dokter nanti juga sembuh sendiri."


Tolak Mileana dengan sangat lembut.


"Tapi wajah kamu pucat sekali loh, mamih takut kamu kenapa napa.."


Yasmin mengusap wajah Mileana kemudian mengusap bagian pundaknya.


"Kak, ini Feli bikinin teh manis hangat buat kakak, di minum ya biar mendingan badan nya."


Felicya menyodorkan secangkir teh hangat kepada Mileana.


"Terima kasih Feli sayang.." Mileana pun menerima teh hangat itu.


"Sama sama kak.." Felicya tersenyum.


"Yakin kamu ga akan di periksa ke dokter?," tanya Yasmin lagi.


"Iyaa mih, Mileana pengen istirahat aja disini, nanti juga sembuh kok."


"Ya sudah kakak istirhat, kita ga akan maksa kakak buat pergi ke dokter kok. Tapi kalau kakak udah ga kuat pusing, kasih tau kita ya." ucap Felicya.


Kedua orang itu benar benar menyayangi Mileana dengan tulus seperti darah dagingnya sendiri.


Apalagi Yasmin, iya begitu sangat sayang dan bangga Mileana menjadi menantunya, apalagi teman teman Yasmin banyak yang memuji kecantikan dan juga keramahan Mileana pada semua orang.


"Kalau begitu kamu istirahat, tidur. Ini sudah jam 9 malam, jangan begadang ya." ucap Yasmin.


"Iyaa mih.."


"Atau kamu tidur mau di temani Feli saja biar kamu ga kesepian tidur sendiri."


"Gapapa kok mih Milea tidur sendiri aja, lagi pula kasian Feli nanti takut penyakit Milea loncat ke Feli hehe.."


"Hehe engga kok kak, justru Feli kasian kalau tidur sama kakak, Feli mau ngerjain tugas skripsi dulu takut nya ganggu kakak tidur." jelas Felicya.


"Ya sudah kamu istirahat tidur aja sendiri gapapa kan sayang?, kalau butuh apa apa telpon aja mamih,Feli, atau bi Asih."


"Iyaa mih, makasih banget yah." ucap Mileana sambil menggenggam tangan Yasmin, begitu juga Yasmin langsung membalas genggaman nya.


"Sama sama sayang, kalau gitu mamih ke kamar dulu ya, Feli ayo kamu ke kamar kamu, kak Milea mau istirahat."


"Iyaa mamih ini mau kok, dadah kak Milea selamat tidur, mimpi indah dan semoga cepat sembuh ya muachh!."


Felicya mencium kening Mileana sebagai ucapan selamat tidur.


"Terima kasih adikku yang imut dan baik hatii..." ucap Mileana tersenyum manis.


Yasmin dan Felicya pun keluar dari kamar dan meninggalkan Mileana sendirian.


Kini Mileana pun sendirian di dalam kamar nya.


Tiba tiba saja ia melihat kalender yang berada di dekat meja nya.


Mileana menghitung tanggal kalender itu dengan wajah sedikit panik.


"Kenapa bulan sekarang aku belum haid, padahal sudah lewat tanggalnya malahan telat sekali." pikir Mileana dengan raut wajah tegang.


"Tidak mungkin, aku memang telat saja kan, mungkin ini faktor hormon saja makanya haid aku tidak lancar."


batin Mileana ber positif thinking.


Namun hatinya benar benar tidak bisa di bohongi, perasaan ia benar benar takut.


Dia tidak ingin mengecewakan Brian dan juga keluarganya. Tidak habis pikir kalau Mileana benar benar hamil apa yang akan terjadi pada hidupnya. Bahkan sekarang hidupnya terasa sangat bahagia karena hadirnya Brian dan juga keluarga Brian yang menerima Mileana dengan kasih sayang yang begitu tulus.


Perlahan cairan bening itu keluar dari mata nya menelusuri pipi mulus nya.


Mileana kemudian beranjak dari tempat tidur, untuk mengambil wudhu dan meminta pertolongan kepada sang maha kuasa, agar hatinya tenang dan semoga dia benar benar tidak hamil anak dari laki laki itu.


Segala curahan hatinya ia limpahkan kepada sang maha kuasa, dengan air mata yang membasahi wajahnya.


Sungguh Mileana benar benar sangat takut jika hidupnya hancur karena Mileana mengandung anak dari laki laki yang bahkan bukan suaminya sendiri.


Mileana terus terusan meminta ampunan kepada sang maha kuasa atas dosa yang telah ia buat.


Ia tidak ingin menyakiti hati Brian dan juga keluarganya.


Mileana sungguh mencintai Brian.


.


.


.


Bersambung....


Jangan lupa like,coment, and vote ya say😘♥


TERIMA KASIH♥