Entered The Wrong Room

Entered The Wrong Room
Bab 55



...ENTERED THE WRONG ROOM...


.


.


.


...****************...


...▢️⏸...


"Menikah?, apakau sedang bercanda?." tanya Mileana tidak percaya.


Toni sangat terkaget ketika Alden mengajak Mileana untuk menikah.


"Apa wajahku sedang terlihat bercanda?." tanya Alden dengan tatapan wajah serius.


Mileana menggelengkan kepalanya.


"Aku tidak mau menikah denganmu." ucap Mileana.


"Dan aku tidak menerima penolakan darimu." ucap Alden.


"Apa maksudmu?, kenapa kau begitu seenaknya padaku?." tanya Mileana


"Demi anak yang kau kandung, jika kau tidak ingin menikah denganku maka gugurkanlah anak didalan perutmu itu." tegas Alden.


DEG!


Mileana menutup mulutnya dengan menahan air matanya.


"Kau gila!, sampai kapan pun aku tidak mau menikah denganmu, aku bisa merawat anak ini sendirian." pekik Mileana.


"Baiklah, lebih baik kita gugurkan saja anak itu." ucap Alden.


"Tidak!." pekik Mileana


"Aku tidak main main Mileana!." ucap Alden penuh dengan intimidasi.


Alden kemudian melenggang pergi keluar ruangan di ikuti Toni dari belakang.


"Tidak!, aku tidak mau menikah dengan dia hiks..." Mileana kembali menangis.


.


.


...****************...


Apartemen Housky 🏬🏬🏬


"Aduh kenapa Milea tidak aktif ponselnya, mana ini sudah jam 9 malam lagi." ucap Merry khawatir


Karena sejak pukul 18.00 wib, Merry tidak menemukan Mileana di apartemen nya, hingga Merry menghubungi nomor Mileana namun tidak aktif.


"Milea kemana ya, kenapa aku tidak tenang begini mana di luar hujan deras." ucap Merry sambil berjalan bolak balik bagai istrikaan.


.


.


...****************...


πŸ₯πŸ₯πŸ₯


Dokter Ryan datang untuk mengaborsi kandungan Mileana.


"Jangan dokter aku mohon jangan.." pekik Mileana dengan air mata.


"Baiklah aku akan menikah denganmu tuan Alden." ucap Mileana.


Dokter pun segera keluar ruangan karena dia hanya dititah untuk menakuti Mileana saja.


Kini diruangan itu hanya ada Alden, Mileana dan juga Toni.


"Baiklah kita akan menikah malam ini juga." ucap Alden.


"Apa?, k-kenapa mendadak sekali." tanya Mileana.


"Aku tidak punya banyak waktu, karena besok aku harus pergi ke negara X " ucap Alden.


Mileana menutup wajahnya.


"Toni, serahkan surat perjanjian pernikahan nya." ucap Alden


"Oh jadi amplop ini surat perjanjian pernikahan tuan?." tanya Toni kaget.


"Berikanlah padanya." ujar Alden


"Baik, silahkan nona anda baca dengan teliti sebelum pernikahan di mulai." ucap Toni memberikan surat tersebut.


Mileana menerima surat itu dan membukanya dengan perlahan.


Mileana pun membaca dengan teliti isi surat tersebut.


"Menikah siri?." tanya Mileana pada Alden.


"Ya, kau pikir kita akan menikah secara negara?, aku sudah mempunyai istri. Dan kau juga perlu memerlukan wali untuk itu bukan?." ucap Alden


DEG!


Menikah siri adalah hal yang paling merugikan untuk setiap wanita dan hal yang paling di hindari, apakah dia harus menerima pernikahan siri dengan laki laki yang tidak ia cintai?.


"Kenapa kau malah ingin menikah denganku kalau kau sudah mempunyai istri?." tanya Mileana dengan kesal.


"Aku menikahimu demi calon anakku, kau pikir aku menyukaimu?." ucap Alden dengan bengis.


Mileana memalingkan wajahnya ke arah lain lalu kembali membaca isi surat tersebut.


"Tidak ada yang boleh mengetahui pernikahan kita kepada siapapun, hanya orang orang terdekat saja." ucap Alden.


Mileana pun menundukan wajahnya.


"Aku juga akan memberitahumu, bahwa kita berbeda keyakinan. Jadi jangan terlalu berharap dengan pernikahan ini."


"Baiklah." sahut Mileana pasrah menutup matanya.


"Kita akan melakukan ijab kobul di Villa Rose Gold, pernikahan sesuai dilakukan secara keyakinanmu." ucap Alden.


.


.


...****************...



"Bagaimana para saksi sah?." ucap penghulu.


"Sah."


"Sah"


Penghulu pun langsung membacakan doa doa pernikahan kepada Mileana dan Alden.


Hanya Toni dan para ajudan yang menjadi saksi pernikahan Alden dan Mileana.


"Ya Allah, maafkan hamba telah menerima pernikahan tanpa cinta ini. Hamba berdosa telah menjadi orang ketika dalam rumah tangga orang lain, ampuni dosaku.. Hamba tidak tau lagi harus bagaimana dari pada anak ini mati."


batin Mileana sambil meneteskan air matanya.


"Mulai saat ini kau adalah istriku, dan kau harus menuruti keinginan suamimu." bisik Alden menatap wajah Mileana yang cantik kini dibanjiri air mata.


.


.


...****************...


🏒🏒🏒


Pukul 22.03 wib.


Felix baru sedang berkemas untuk pulang.


"Huhh rasanya pening sekali otakku." ucap Felix sambil meregangkan ototnya.


"Waktunya istirahat karena jam 03.15 aku harus ke negara X, huh pekerjaanku sungguh sangat berat." Felix berketus.


Felix mematikan lampu lantai CEO agar sedikit redup, kemudian ia mengunci pintu ruangan Alden. Lalu Felix menuju lift untuk pulang.


"Selamat malam senior, hati hati di jalan." ucap para karyawan saat berpapasan dengan Felix di lobby hotel.


"Terima kasih.." sahut Felix tersenyum.


.


.


...****************...


"Tidurlah, pukul 03.15 kita akan pergi ke negara X." ucap Alden pada Mileana.


"K-kenapa aku harus ikut kesana?." tanya Mileana mengerutkan alisnya.


"Karena kau sekarang adalah istriku." ucap Alden menatap Mileana.


"Sebelum pergi ke negara X, boleh kah aku meminta izin untuk pergi ke makan bundaku?." ucap Mileana.


"Ini sudah malam, lagi pula jarak dari Villa ini ke makam ibumu menempuh jarak 1 jam lebih." ujar Alden.


"Kenapa kau tau?." tanya Mileana.


"Apa yang aku tidak tau." sombong Alden.


"Aku harus pergi, istirahatlah pukul 03.00 Toni akan menjemputmu." lanjut Alden.


Mileana pun hanya menganggukan kepalanya saja dengan pasrah.


Alden pun kemudian melenggang pergi.


"Kami pergi dulu nyonya, selamat beristirahat." ucap Toni tersenyum membungkukan badannya.


"Terima kasih." sahut Mileana membalas senyuman nya.


Toni pun segera menyusul Alden untuk pergi.


.


.


...****************...


Di kamar Villa Rose Gold.


Mileana berdiri tegak di balkon yang berada di kamarnya.


Angin malam yang dingin menyelimuti kulitnya membuat Mileana menikmati hembusan angin malam itu.


Mileana menghela nafas dengan sangat panjang.


Entah apa yang dia lakukan hidupnya setelah menikah dengan laki laki yang sudah beristri.


Mileana masih saja memikirkan nya, dia begitu jahat sudah masuk ke cerita orang lain.


Padahal dirinya menginginkan pernikahan yang langgeng dan bahagia seperti orang lain.


Mileana mengusap perutnya yang masih rata itu.


"Maafkan mama ya sayang.." ucap Mileana meneteskan air matanya.


*****


Di tempat lain, Efron sedang memikirkan sesuatu di luar balkon.


"Kenapa aku terus saja mengingatmu Leana?.." ucap Efron sambil menatap kota kota jalanan


"Hufftt... Semoga Tuhan mempertemukan kita lagi, dan aku akan berjanji langsung melamarmu Leana."


ucap Efron menutup matanya sambil menikmati angin malam dan mengingat wajah Mileana.



.


.


.


Bersambung...