
...ENTERED THE WRONG ROOM...
Happy Reading Guys๐น๐น๐น
.
.
.
Mileana baru saja tiba di halaman rumah nya, ia mengayunkan kedua kaki jenjang nya untuk masuk kedalam rumah.
Saat di ambang pintu, seketika wajah tenang itu berubah menjadi wajah panik saat ia melihat keluarga nya dan juga keluarga Alexanderrico sedang berkumpul di ruang tamu.
Kini dirinya menjadi bahan sorotan. Mata mereka yang kini memandang sosok Mileana dengan tatapan tajam dan penuh kebencian, apalagi tatapan ayah dan bunda nya.
Nyali Mileana seakan terciut dengan tatapan mereka, tangan nya menggenggam kuat tas jinjing yang ia pegang untuk menahan rasa takut nya.
Brian yang melihat kedatangan Mileana langsung saja memalingkan wajahnya ke arah lain, ia sungguh tidak kuat untuk menatap wajah mantan istrinya itu, karena mungkin rasa kecewa nya belum memudar.
"Ngapain kamu pulang!?."
bentak Fahri beranjak dari duduknya kemudian menghampiri Mileana dengan sorotan mata yang penuh dengan amarah.
Mileana seketika menundukan wajahnya, dan semakin kuat menggenggam tas nya.
"Aku tanya!, ngapain kamu pulang!?, kau sudah tidak pantas menginjakan kakimu di rumah ku lagi! Haram!!!."
DEGG!!!
Bentakan Fahri membuat Mileana tidak sanggup mengangkat wajahnya. Ia benar benar gugup dan takut kepada ayahnya yang sedang marah itu.
Disisi lain Rossa hanya terdiam sembari memalingkan wajahnya ke arah lain dengan air mata yang mengalir, seolah ia benar benar kecewa terhadap putrinya itu.
"Kau sudah mempermalukan aku dan istriku!!, aku tidak mengajarimu berbuat serendah itu Mileana!." bentak Fahri dengan tatapan yang tajam.
"Ayah hiks... maafkan akuu hiks..."
Mileana seketika langsung bersimpuh sembari memegangi kaki Fahri, dengan tangisan.
"Lepaskan kakiku!, aku tidak sudi di sentuh olehmu!!." bentak Fahri sembari sekuat tenaga ia menghentakan kakinya dari genggaman Mileana, sehingga akhirnya terlepas.
Felicya dan Yasmin menatap kejadian itu dengan tatapan gusar penuh benci pada Mileana.
Di ruangan itu sama sekali tidak ada yang membela Mileana, karena memang mungkin Mileana disini yang salah.
"Aku tidak salah ayah, aku..."
"Jangan berani membela dirimu!, aku sungguh malu!, aku menyesal telah merawatmu!!."
"Ayah tapi aku tidak salah, aku bisa menjelaskan semuanya hiks.." Mileana mencoba untuk membela diri.
"Kami tidak butuh penjelasan darimu, mana ada orang selingkuh yang mau ngaku!." pekik Kamil dengan tatapan benci.
"Aku tidak selingkuh demi Allah.." ucap Mileana membela diri.
"Jangan membawa bawa Allah, jika kamu tidak selingkuh lalu itu bayi siapa? sudah tau selingkuh masih tidak punya malu untuk membela diri.," pekik Yasmin dengan raut wajah yang sinis.
"Tapi aku memang tidak selingkuh!." pekik Mileana.
PLAK!!!
Fahri menampar pipi Mileana sehingga Mileana tersungkur beberapa jarak.
"Sudah tau salah, tapi kau tidak mau mengakuinya!, kau pikir bisa hamil tiba tiba??, apa maksudmu!!." bentak Fahri.
Air mata semakin membanjiri pipi mulus Mileana.
Ia tidak sanggup dengan semua ini.
"Aku malu dengan nak Brian, dia anak baik, sopan dan beretika!, tapi kau? Sifatmu seperti wanita ****** yang murahan!."
DEG!!
"Hiks...hiks.." Mileana menundukan wajahnya.
"I-zinkan a-aku menjelaskan nya kumohon.." mohon Mileana.
"Tidak perlu, aku akan tetap menceraikan mu." ucap Brian kini membukakan suara.
Semua mata tertuju pada Brian.
"Aku kesini hanya untuk menceraikanmu, aku tidak butuh penjelasan karena semua sudah jelas."
"T-tapi Brian.." ucap Mileana berdiri.
"Aku datang kesini hanya ingin berpamitan."
Brian berdiri dari tempat duduknya kemudian menghampiri Rossa yang sejak tadi tidak bergeming.
"Bunda..." ucap Brian sembari memegang tangan Rossa, Rossa pun akhirnya menatap Brian.
"Maafkan Brian ya jika ada salah dan perlakuan yang tidak mengenakan sama bunda.." ucap Brian dengan tulus.
Rossa mengusap wajah Brian dengan tangan yang gemetar, kemudian menangis sembari memeluk Brian.
"Maafkan perlakuan Mileana yang telah menyakitimu nak hiks.. kau anak yang baik, bunda bangga mempunyai menantu sepertimu, tapi anak bunda telah menyakitimu.. Bunda sangat malu padamu, bunda tidak bisa berbuat apa apa hiks, maafkan bunda tidak bisa mendidik Mileana..hiks." ucap Rossa dengan tangisan.
"Tidak apa apa bunda.. Doakan saja agar aku dapat cepat mengiklaskan kejadian ini dan mengiklaskan Mileana.." ucap Brian mengelus punggung Rossa.
Mileana hanya mampu menangis melihat itu.
"Kenapa ini terjadi dalam hidupku, apa dosa yang aku perbuat ya Allah sehingga aku harus mengalami takdir ini.." batin Mileana.
Namun seketika Rossa mengalami sesak di dada dengan nafas yang tersengal sengal.
"Bunda kenapa?." panik Brian saat melihat Rossa sudah kejang kejang.
Fahri langsung saja menghampiri Rossa.
"Bunda.." cemas Mileana.
"Kita pergi kerumah sakit sekarang." ucap Brian sembari menggendong Rossa yang sesak dan kejang kejang.
Mereka semua pun pergi ke halaman rumah untuk menuju ke rumah sakit.
Saat Mileana hendak ingin masuk kedalam mobil bersama Rossa, Felicya menghentikan nya.
"Kau tidak boleh masuk ke dalam mobil kakakku." ucap Felicya dengan wajah sinis.
"Tapi Feli aku ingin melihat keadaan bunda ku.." ucap Mileana dengan mata yang panik.
"Kalau mau pergi kerumah sakit ya pergi saja pake taksi kek!, kau tidak pantes lagi bersanding bersama keluarga kami!!." Felicya pun kemudian masuk kedalam mobil.
Mobil pun berjalan meninggalkan Mileana yang sendirian di halaman dengan tangisan yang menjadi jadi.
Begitu sakit hati..
Namun akhirnya Mileana pun mencari taksi untuk menyusul Rossa kerumah sakit.
Visual Felicya
.
.
.
Bersambung...
๐น๐น๐น๐น