Entered The Wrong Room

Entered The Wrong Room
Bab 12 (Lovely Beauty)



"Momy..aku pamit pulang ya." ucap Anzela sambil mencium tangan punggung mertuanya.


"Hati hati ya di jalannya.. semoga kalian menjadi keluarga yang utuh, dan bahagia." ucap Sarah dengan tulus.


"Amin.. makasi doanya Momy.." sahut Anzela dengan senyuman kemudian memeluk Sarah.


"Awas loh, kamu jangan kebiasaan manja ya nanti setelah di rumah Alden.." ucap Anna.


"Aku sudah besar, aku tahu bagaimana cara melayani suamiku. Ya akan sayang..?."


"Iya." singkat Alden.


"Ya sudah, kalau begitu kalian segera pulang. Ini sudah malam, kalian harus beristirahat, atau langsung melakukan honeymoon?."


ucap Ronald.


Mereka semua pun tertawa kecil.


"Hati hati ya Al, jangan main kasar, pelan pelan saja. Kasian Anzela nanti." ucap Charles


Mereka pun tertawa membuat suasana semakin hangat.


'Bicara apa sih mereka ini, mana mungkin aku mau melakukan dengannya, melihat pun aku enggan apalagi menyentuh nya.'


gumam Alden dalam hati nya.


"Ya sudah kalau begitu kami pamit pulang." ucap Alden.


"Hati hati di jalannya ya menantuku yang tampan.." ucap Anna


"Iyaa mamih, terima kasih."


Anzela pun saling bergilir memeluk kepada orang tua nya dan juga mertuanya.


Alden dan Anzela pun pergi meninggalkan mansion besar keluarga Cullen dengan Toni yang mengemudi.


*****


Sesampai di Mansion pribadi Alden..



"Mau apa kamu mengikuti ku?." tanya Alden


"Mau ke kamar kita lah sayang.." sahut Anzela dengan manis


"Kamar kita?, ini kamarku."


"Maksudmu Al..?."


"Kau pikir aku mau satu kamar denganmu?, jangan pernah bermimpi."


"Lalu.. kamarku dimana?."


"Cari saja sendiri, tidak usah manja. Dan satu lagi, jangan memanggilku dengan sebutan menjijikkan itu."


Brak!


Alden langsung menutup pintu kamar nya.


Anzela pun hanya mematung di depan pintu kamar Alden.


*****


Keesokan harinya...


Brian dan Milleana baru saja menyelesaikan sarapan pagi nya.


"Apa hari ini kau akan ke kantor?." tanya Milleana.


"Sayang.. inikan masih hari pernikahan kita, aku masih ingin bersamamu."


"Iyaa aku takutnya kamu sibuk."


"Sepenting apapun itu, tidak ada yang begitu penting selain dirimu.." ucap Brian sambil meremas jemari lentik Milleana.


Milleana pun hanya tersenyum menahan tawanya.


"Gombal sekali kamu.."


"Aku gombal hanya sama kamu saja, sama perempuan lain aku itu cuek." ucap Brian sambil mencubit pipi Milleana.


"Aww... ih Brian, kenapa kamu cubit lagi, pipiku jadi merah kan." protes Milleana.


"Abisnya kamu lucu."


"Tapi jangan di cubit terus, nanti bagaimana jika orang lain mengira kamu KDRT sama aku?."


Tiba tiba saja Brian langsung menggigit pipi Milleana.


"Aww... Ih sakit!."


Brian malah tertawa


"Lihat, di pipiku ada tanda bekas gigi kamu tuh." ucap Milleana kesal sambil bercermin di ponsel nya.


"Tidak apa apa, kamu masih terlihat cantik kok. Nanti juga bekas nya hilang."


"Tapi aku malu Bri..."


"Mana coba, sini aku gigit lagi sebelah nya."


"Ihh Brian..." Milleana langsung berlari menghindari Brian, begitu juga Brian yang langsung saja mengejar nya.


Mereka berdua saling mengejar seperti layaknya anak kecil sedang bermain.


Suasana mansion itu terasa sangat hangat. Para pelayan menahan tawa nya melihat kedua majikan nya itu lari lari seperti anak kecil.


Tiba tiba saja ponsel Brian berbunyi, tanda adanya telepon masuk.


Wajah Brian yang tadinya berseri kini berubah menjadi tegang.


"Siapa?." tanya Milleana


"Emm,, tunggu sebentar ya sayang." ucap Brian kemudian ia pergi ke belakang paviliun dan mengangkat teleponnya.


"Hallo, kenapa kamu menghubungi, bagaimana jika Milleana mengetahui nya!." ucap Brian sambil matanya melirik kesana kemari.


"Brian... Valdo hiks hiks ,"


"Ada apa dengan Valdo, cepat katakan!."


"Valdo kecelakaan... dia terjatuh saat bermain sepeda dengan teman teman nya."


"Mengurus satu anak saja kau tidak becus!. Aku akan mentransfer, berapa yang kau butuhkan?."


"Hiks.. aku tidak membutuhkan uang, yang aku butuhkan donor darah untuk Valdo. Aku mohon bantu aku dan Valdo hanya kali ini saja Brian." ucap wanita itu sambil menangis


"Maaf, aku tidak bisa membantu mu. Kita sudah sepakat untuk tidak saling mengenal lagi, tapi kenapa kau tetap saja mengganggu ku."


"Aku hanya meminta bantuanmu untuk Valdo juga, Valdo anakmu juga Brian..hiks."


"Jangan kau bahas lagi!, aku sudah beritahu mu untuk menggugurkan nya tapi kau malah ingin merawatnya!. Itu sekarang urusanmu, bukan urusanku!."


"Kenapa kau tidak punya hati sama sekali Brian..hiks, aku mohon bantu aku, aku tidak ingin kehilangan Valdo. Hanya dia yang aku punya sekarang Brian..hiks hiks."


"Sayang..." Milleana tiba tiba saja datang menghampiri nya.


"Kamu kenapa? kok kayak yang panik begitu." tanya Milleana.


"Aku kaget saja sayang.. kamu mengagetkan ku, ada apa?."


Milleana pun hanya mengernyitkan dahi nya.


"Aku ingin berbicara serius dengan mu.."


"Berbicara apa?."


"Kita duduk dulu yuk." ucap Milleana sambil menarik tangan Brian dengan lembut untuk duduk di gazebo yang berada di paviliun.


Mereka berdua pun akhirnya duduk.


"Aku punya sesuatu untuk kamu."


"Apa itu?." tanya Brian


"Tara!..."


"Apa ini?." Brian mengernyitkan dahinya, melihat sebuah brosur.


"Aku ini honeymoon ke Bali." ucap Milleana dengan senyuman.


"Kamu ingin ke Bali?."


Milleana hanya menganggukkan kepalanya.


"Lihatlah hotel ini, view nya Beach indah sekali kan?."


"Kau tidak ingin honeymoon di luar negeri?."


"Tidak sayang, aku bosan bulak balik ke luar negeri. Aku ingin menetap saja di Indonesia, di Indonesia kan banyak wisata alam yang indah."


"Baiklah, Minggu depan kita pergi ke Bali."


"Benarkah.?" tanya Milleana dengan mata yang berbinar


"Tentu saja, apa yang tidak buat kamu."


"Aaakhh... terima kasih suamiku.. love you so much." teriak Milleana sambil memeluk Brian.


"Love you too so much.." sahut Brian membalas pelukan Milleana.


*****


Di perusahaan Starlight Company.


"Aku menyukai desain botol kemasan seperti ini, terlihat sangat cute." ucap Alden


"Baiklah tuan Presdir, saya akan konfirmasi untuk desain kemasan 4A ini." ucap Lee Jaemin.


"Untuk merk body lotion nya, apa tuan sudah memikirkan nya terlebih dahulu?." lanjut Lee


"Sudah, aku memberikan merk body lotion itu dengan nama 'Lovely Beauty' ." sahut Alden.


"Sungguh sangat bagus, cocok dengan kualitas dan juga kemasan nya. Saya sangat setuju."


"Terima kasih tuan Presdir Lee Jaemin."


"Baiklah, apa ada lagi yang bisa saya bantu?." tanya Lee


"Untuk hari ini cukup, lusa kita akan melaksanakan rapat tentang body lotion Lovely Beauty."


"Baiklah tuan Presdir, kalau begitu saya pamit pulang."


"Silahkan, Terima kasih atas waktu nya tuan Presdir Lee."


Mereka pun saling berjabat tangan.


"Mari Mr Sekretaris."


"Silahkan tuan Presdir Lee..hati hati di jalannya." sahut Felix ketika baru sampai di kantor.


Lee Jaemin dan sekretaris nya Friska, pun masuk ke dalam lift.


"Ehem!." Alden berdehem


"Pagi pak bos.." ucap Felix sambil menyengir


"Jam berapa ini?." tanya Alden dengan dingin.


"Jam 09.00 pagi." jawab nya tanpa dosa.


"Kenapa jam segini baru ke kantor? kau pikir kantor ini milik nenek mu."


"Hanya telat sehari ini saja, lagi pula aku kesiangan kan gara gara Toni juga."


"Kenapa dengan Toni?."


"Toni baik baik saja, dia sehat wal Afiat."


"Kau sedang mempermainkan ku?."


"Tidak,siapa yang ingin mempermainkan mu?."


"Lalu apa alasannya kau kesiangan?."


"Emm itu..."


'Aduh alasan nya apa ya, mana mungkin gue bilang gara gara si Toni bercerita tentang si Anzela saat di hotel Lotus. Sampai gue terus saja memikirkan hidup lu kedepan nya akan seperti apa sama wanita itu.


pikir Felix


"Kenapa!?." tanya Alden dengan nada tinggi


"A-aku tidak bisa tidur kemarin karena memikirkan, akhirnya sahabatku ini sudah menikah. Ternyata kamu seorang lelaki normal."


"Felix aku sedang serius!. Itu tidak lucu!."


"Ahh iya, aku lupa, hari ini aku harus bertemu dengan Gio karena ada hal yang harus di bicarakan. Aku ke ruangan Gio dulu ya, dadah..." Felix pun langsung menuju Lift ke ruangan Manager, Gio.


"Felix aku belum selesai bicara dengan mu!!."


"Felix!!!!!..."


Felix pun tidak mendengarkan teriakan Alden.


Saat Felix sedang di dalam lift.


'Gue akan mencari tahu tentang kebusukan si Anzela, agar Alden bisa meninggalkan pernikahan tanpa cinta ini. Gue akan mencari bukti semuanya...'


gumam Felix.


Alden dan Felix



Bersambung....


Happy Reading!!!!


❤️❤️❤️❤️


Jangan lupa like and vote ya 🥰