
...ENTERED THE WRONG ROOM...
.
.
.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Mileana membuka kedua matanya dengan perlahan, karena ia baru saja tersadar dari pingsan nya.
Mileana menangkap sosok pria berjas putih yang berada di sampingnya bersama para suster.
"Syukurlah nona sudah siuman, apakah sudah membaik?." tanya dokter.
Mileana memegangi kepalanya yang sedikit pusing, ia mencari sosok suaminya yang tak berada di ruangan nya.
"Kemana suamiku?." tanya Mileana
"1 jam yang lalu saya sudah tidak melihat tuan Brian disini nona." jawab sang dokter.
"Apakah kau tau kemana dia pergi?." tanya Mileana.
"Maaf nona, saya kurang tau. Yang saya tau tuan Brian pergi meninggalkan rumah sakit 1 jam yang lalu." jelas sang dokter
'Kemana Brian?, tidak biasanya dia meninggalkanku sendiri di rumah sakit apalagi keadaan ku yang sedang tidak baik baik saja.'
pikir Mileana dengan menahan pusing kepalanya.
"Bolehkah saya memeriksa anda lagi ?untuk mengontrol keadaan nona sekarang." ucap dokter.
"Iyaa, silahkan dokter." sahut Mileana
Dokter pun memeriksa keadaan Mileana.
"Alhamdulillah, keadaan anda sudah membaik total, jangan lupa makan sayuran, buah buahan, dan jangan terlalu kecapean yah karena kalo nona kecapean sangat beresiko tinggi." jelas dokter.
"Iya dokter makasih, apa saya boleh bisa pulang sekarang?."
"Silahkan nona boleh saja." senyum dokter.
...----------------...
Mileana baru saja keluar dari rumah sakit, ia sedang menghubungi Brian namun ponsel nya tidak aktif.
"Brian kemana ya, ko ga aktif.." gerutu Mileana
Mileana mencoba untuk menghubungi David, apakah Brian sedang di kantor atau sedang meeting, namun jawaban David, Brian tidak pergi ke kantor hari ini.
Mileana juga kembali menghubungi Felicya.
Felicya : Hallo kak! ada apa?
Mileana : Hallo, apa kak Brian ada di mansion?
Felicya : Ga ada kak, kak Brian belum pulang kesini lagi, emang kenapa? kan tadi kak Brian sama kak Milea.
Mileana : Oh yaudah kalau tidak ada, kalau ada ke mansion beritahu aku ya.
Felicya : Oh iya kak pasti.
Mileana : Makasih, kakak tutup telepon nya ya.
Felicya : Okay kak!.
🌸 di kamar Felicya.
'Kenapa mereka, pasti kak Brian sama kak Milea berantem deh, huuhh urusan dewasa ga usah di pikirin deh mending ngerjain skripsi lagi.'
pikir Felicya.
...****************...
.
.
"Brian kemana ya, kok ga ada di mansion momy sama di kantor, hpnya juga ga aktif. Apa Brian ke mansion pribadi?." pikir Mileana.
Mileana pun pergi menggunakan taksi menuju mansion pribadi.
20 menit kemudian, Mileana pun sampai di mansion pribadi.
Tap!
Tap!
Tap!
Mileana memasuki mansion pribadinya.
"Selamat datang nona.."
sambut beberapa para maid dengan membungkukan badannya.
"Terima kasih, apa kalian melihat Brian datang kesini?." tanya Mileana.
"Tuan Brian sedang berada di kamar nona, beliau datang ke mansion 40 menit yang lalu." sahut ketua maid.
"Ohh..baiklah terima kasih, kalau begitu saya ke kamar dulu." ucap Mileana.
"Baik nona.. hati hati, kami kembali bekerja."
"Okay.." sahut Mileana.
🌼🌼🌼
.
.
Mileana tiba sampai di depan pintu kamar nya.
Tok, tok,tok
Klek ....
"Brian.." Mileana masuk ke dalam kamarnya.
Ia melihat Brian sedang berdiri sambil menatap lurus jendela kamar.
"Brian.. kamu ternyata disini." ucap Mileana menghampiri Brian.
Namun Brian masih enggan menoleh ke arahnya, ia masih lurus menghadap ke arah jendela kamar itu dengan gaya memasuki kedua tangan ke saku celana nya.
"Kamu kenapa ninggalin aku di rumah sakit?."
tanya Mileana setelah menghampiri Brian, kini Mileana berada di samping Brian.
Namun Brian masih enggan menjawab nya, ia masih berwajah datar.
"Sayang, kenapa tidak menjawabku?, dan kenapa tidak melihatku?." tanya Mileana kebingungan.
Brian masih saja tidak bergeming.
"Kamu kenapa? katakan padaku apa yang terjadi?."
ucap Mileana sambil menggenggam tangan Brian, namun Brian seketika menghempaskan nya dengan kasar dan masih enggan menoleh.
"Brian, kamu kenapa?."
pekik Mileana, karena belum pernah ia melihat Brian bersikap seperti itu padanya.
Brian kemudian pergi menuju meja untuk mengambil sebuah surat amplop putih, kemudian ia memberikan nya pada Mileana dengan tatapan mata yang tajam.
"Katakan apa maksud semua ini!?."
pekik Brian dengan menegaskan rahangnya.
Mileana sangat takut melihat Brian.
"A-apa ini?." ucap Mileana terbata bata menerima amplop tersebut.
"Baca sendiri!, dan jelaskan semua nya padaku!." bentak Brian, kini tatapan nya semakin tajam.
Mileana membukakan ampop tersebut, dan seketika membelalakan matanya.
"Tidak mungkin.. i-ini tidak mungkin.." ucap Mileana tak percaya menggelengkan kepalanya.
"Katakan padaku!, kau hamil anak siapa?." tanya Brian dengan mata masih melotot.
Tubuh Mileana bergetar, ia sungguh tidak percaya bahwa dirinya sedang berbadan dua.
"Katakan padaku! kau hamil anak siapa Mileana Stephanie!." bentak Brian.
Brakk!!
Brian menendang meja yang ada di kamar itu.
Brian menghela nafasnya dengan sangat dalam.
"Katakan Milea!, anak siapa yang kau kandung!."
ucap nya lagi sambil mencekram kedua lengan Mileana.
Mileana meneteskan air matanya.
"Aku tidak butuh air matamu!, aku butuh penjelasan mu Milea!." bentak nya
Pov Mileana :
Kedua lenganku sangat sakit karena di cengkram oleh Brian dengan sekuat tenaga, aku juga sangat takut baru pertama kali Brian melakukan nya terhadap ku. Tatapan bola mata Brian seakan seperti monster yang akan menerkam mangsanya, aku seperti tidak mengenali suamiku sendiri. Aku melihat Brian benar benar sangat marah padaku.
Pov Author back "
"Siapa laki laki itu?." tanya Brian kembali.
"Hiks..hiks..a-aku... tidak mungkin h-hamil.." ucap Mileana dengan tubuh gemetar dan tak percaya.
"Lalu amplop itu apa maksudnya? kau berpikir rumah sakit itu berbohong?, bahkan kau sudah di periksa oleh dokter kandungan bahwa kau benar benar sedang mengandung!."
bentak nya , kemudian menghentakan tubuh Mileana.
Brian memegangi keningnya yang sedikit pening, ini seperti mimpi buruk baginya sungguh tidak percaya.
"Katakan siapa laki laki yang telah membuatmu mengandung anaknya?." ucap Brian.
Mileana masih terdiam dengan tatapan syok karena tidak percaya atas kejadian yang menimpa nya.
"Jawab aku Milea!, apa kau mempunyai simpanan laki laki lain selama ini?."
tanya Brian dengan menahana air matanya sekuat mungkin.
"E-engga!..." ucap Mileana menggelengkan kepalanya sambil menangis histeris.
"Jangan membohongiku!, katakan siapa laki laki simpanan mu!."
bentak Brian dengan sorotan tatapan yang tajam.
"A-aku tidak mempunyai simpanan, a-aku tidak tahu..."
ucapan Mileana terbata bata, tubuhnya masih bergetar bibirnya terasa keluh untuk menjelaskan semuanya.
"Aaaagghhhhh!!!!!."
Brakk!!!
Brian memukul meja yang ada di kamar itu. hingga meja itu hancur roboh.
Brian meneteskan air matanya dengan membelakangi Mileana.
Hatinya begitu hancur setelah mengetahui perempuan yang ia cintai, ia banggakan ternyata menyakiti dirinya dan menghianati dirinya.
"Ternyata selama aku di paris, kau bermain di belakangku bersama laki laki lain.."
ucap Brian masih membelakangi Mileana.
"Hiks..hiks..." Mileana menangis sesegukan.
"Aku tidak butuh air matamu, kau tau? hatiku begitu sakit setelah mengetahui semuanya. Aku kira kau adalah istri yang baik untukku, tapi kau ternyata adalah wanita murahan, bahkan lebih murahan dari seorang j*****!."
DEG!!!!
"Brian maafkan aku hiks..."
Mileana menghampiri Brian dengan bersimpuh di hadapan nya.
"Maafkan aku telah menyakiti hatimu, menyakiti rumah tangga kita hiks.."
Mileana memegang kaki Brian dengan tangisan.
Brian masih saja tidak bergeming.
"A-aku tidak menghianatimu, aku sangat mencintamu Brian..."
"Omong kosong! cintamu itu hanya cinta palsu! lepaskan kakiku!."
Brian menghindari Mileana yang bersimpuh di hadapan nya.
"Tidak! aku begitu mencintamu Brian.. A-aku tidak punya simpanan"
"Lalu kenapa kau tidak menjawabku siapa ayah dari anak yang kau kandung?." pekik Brian
"A-aku tidak tahu hiks.."
"Hahaha... bagaimana kau bisa tidak tahu?, kau pikir aku laki laki bodoh?, katakan siapa yang membuatmu hamil?, kau hanya manusia biasa yang mempunyai suami Mileana!."
Mileana menggelengkan kepalanya dengan air mata yang terus saja membanjiri pipinya.
"A-aku aku mohon maafkan aku.. "
"Enteng sekali kamu berbicara, lalu setelah kamu menhianatiku, aku akan langsung menerima mu lagi? begitu?."
"Sebagai gantinya, aku akan menerima Valdo anakmu."
DEG!!
Brian seketika menoleh ke arah Mileana.
"Apa maksudmu?," tanya nya dengan sorotan penuh arti.
"Aku tau kau sudah punya anak dengan Meisya hiks.."
"Kau mempercayai wanita itu?,"
"Aku sudah tau sebelum kita menikah, bahwa kau sudah pernah menikah siri dengan wanita lain lalu di karuniai seorang anak laki laki. Tapi aku tidak langsung membahas itu, aku menunggu kamu untuk jujur berkata padaku tapi kamu tidak pernah jujur sampai benar benar kita menikah. Aku sengaja tidak mempertanyakan nya karena aku menerima masa lalumu, karena aku mencintamu.." ucap Mileana masih bersimpuh.
Brian diam terpaku menatap Mileana.
"Aku juga sangat kecewa padamu setelah aku tau semuanya, tapi aku mencoba berdamai dengan masa lalumu itu, dan kau? kau tidak pernah jujur soal itu!. Kenapa?!."
pekik Mileana terbangun dari duduknya dengan mata sembab.
"Jangan mengalihkan masalah!, ini tentang kamu dan laki laki simpananmu Mileana!."
"Aku tidak punya simpanan Brian!."
"Bohong! kau jangan membohongiku!."
"Aku tidak membohongimu!."
Mereka saling adu tatapan.
"Baiklah, A-aku akan menerima Valdo anakmu dan memaafkan masa lalu mu jika kamu juga menerima anak ini."
PLAKK!!!
Brian menampar pipi Mileana dengan sangat keras hingga Mileana kembali tersungkur.
"Kau pikir aku mau membesarkan anak haram itu?, kau pikir aku akan menerimamu dan menerima anak haram itu di rumah ini?, Tidak Mileana kau salah! aku akan menceraikanmu detik ini juga!."
tegasnya dengan sorot mata penuh amarah.
Mileana menatap bola mata Brian dengan tatapan redup kemudian ia meneteskan kembali air matanya.
"Mulai hari ini, detik ini aku memberimu talak!, kau sudah bukan istriku lagi sekarang!."
tegas Brian dengan sorotan benci.
DUARRR!!
Hati Mileana serasa tersambar petir mendengar perkataan Brian.
Mileana menggelengkan kepalanya ia menundukan wajahnya lalu menangis.
"Bereskan semua barang barangmu, lalu pergi dari sini!."
usirnya kemudian Brian keluar dari kamarnya.
Brakk!!
Brian membanting pintu kamarnya.
Mileana menutup matanya sambil menangis meratapi kesedihan nya.
.
.
.
BERSAMBUNG...
Happy Reading🥰🥰🥰
Jangan lupa like, coment, vote ya🥰