Entered The Wrong Room

Entered The Wrong Room
Bab 31 (Alden yang sangat aneh)



Happy Reading🤗🤗🤗


...****************...


.


.


Anzela kini sedang menggunakan pakaian lingerie yang transparan sehingga memperlihatkan lekuk tubuhnya.


Ia sedang bercermin melihat penampilan nya yang begitu seksi.


Saat suara klakson mobil berbunyi, pertanda Alden sudah pulang.


Anzela langsung tersenyum bahagia seolah pangeran yang ia jumpai, dan ia pun merapihkan rambutnya.


Ia pun terduduk manis di sofa yang berada di kamar itu.


Beberapa menit kemudian,


Alden pun membuka kan klop pintu kamar itu..


Krekk...(suara pintu kamar terbuka)


Alden pun langsung menyimpan tas kantor dan jas nya ke ranjang nya.


"Hai baby, sudah pulang ya?."


Alden mendengar suara itu langsung tersentak kaget lalu mencari sumber suara tersebut.


Dan ia langsung kaget melihat Anzela berada di kamarnya dengan menggunakan pakaian tipis transfaran.


"Kau?,


sedang apa kau di kamarku?." tanya Alden masih nada tenang.


"Kenapa?."


tanya Anzela kemudian ia melangkahkan kaki nya menghampiri Alden.


Wajah Alden seketika panik melihat apa yang ada di hadapan nya.


Alden pun menatap Anzela dari bawah sampai atas.


"Alden...lihatlah aku" ucap Anzela dengan suara lembut.


"Apa maksudmu berpakaian seperti ini?."


Namun Anzela menghiraukan perkataan Alden, ia malah membuka tali yang berada di tengah baju nya, sehingga memperlihatkan dada sintal nya.


Alden melihat itu langsung gemetar, entah harus apa yang ia lakukan.


Anzela memainkan rambut nya, dengan gaya centil.


"Apa yang kau lakukan!?." tanya Alden dengan tegas.


"Aku ingin dirimu malam ini, Alden.. aku akan puaskan dirimu" ucap Anzela manja.


"Pergi kau dari kamarku!, kau sudah. berani masuk ke dalam kamarku ternyata!."


Namun Anzela malah menghampiri Alden.


"Jangan mendekat!, stop!." pekik Alden.


"Ayolah Alden, aku akan memberikan servis terbaik untukmu.."


Grepp


Anzela langsung memeluk Alden.


"Aku mencintaimu Alden.."


ucap Anzela sambil mengusap punggung Alden dengan lembut, dan meraba raba paha Alden.


Alden disitu seperti terhipnotis, ia tidak bisa menolak atas sentuhan sentuhan yang di berikan Anzela yang begitu sangat nyaman dan geli.


Anzela kini menatap bola mata Alden yang menatap nya juga.


Perlahan Anzela mendekatkan wajahnya, ia menciumi leher Alden dengan sangat lembut membuat Alden terasa geli dan ingin melakukan hal lebih.


Namun seketika..


"Hentikan Anzela!!!." ucap Alden mendorong Anzela dari pelukan nya.


"Kau sudah berani menyentuhku!, pergi kau dari kamarku!." bentak Alden


"Kenapa Alden aku akan memberikan servis terbaik untukmu.."


"Kau pikir aku mau di sentuh oleh mu wanita ******!, aku tidak sudi!. sampai kapan pun !." bentak Alden.


"T-tapi Alden, kapan kau bisa menerimaku?." ucap Anzela dengan mata berkaca kaca.


"Hanya mimpi jika aku bisa menerima mu!, jangan mencoba berani menyentuhku dan menggodaku!, dan kau tau apa yang kau lakukan tadi? aku bahkan menjadi lebih membencimu! bahkan menjadi sangat ilfeel!."


Alden langsung pergi meninggalkan mansion dengan wajah kesal lalu pergi menuju apartemen nya.


Anzela pun hanya menangis, ia mengacak ngacak kamarnya.


"Hikss...hiks..."


"Kenapa kau tega berbicara seperti itu Alden!..hikss."


"Sampai kapan kau acuhkan aku hikss..hiks."


VISUAL REAL


.


.


ANZELA ANAZTASIA CULLEN ⬇️⬇️



...****************...


.


.


1 Bulan kemudian...


Huekkk


Huekk..


Alden memuntahkan semua makanan nya.


Badan nya begitu lemas wajah nya terlihat sangat pucat.


"Maaf tuan.. apa anda baik baik saja?."


tanya Felix saat di ruangan CEO.


"Tidak apa apa.." sahut Alden memijit kepala nya yang pusing.


"Apa perlu kita periksa ke dokter tuan? wajah anda pucat sekali."


"Tidak apa apa Lix, mungkin hanya masuk angin saja."


sahut Alden kemudian ia duduk kembali di kursi CEO nya.


"Oh apakah ini dokumen yang harus aku tanda tangani?." tanya Alden.


Felix pun menghampiri Alden


"Hanya ini saja tuan yang harus di tanda tangani."


ucap Felix menunjukan lembaran dokumen


"Emhhh... kau pake parfum apa? bau sekali rasanya aku ingin muntah!."


pekik Alden mengibaskan tangan nya lalu menutup idungnya.


"Hah?, aku menggunakan parfum seperti biasa tuan."


"Kenapa baunya tidak enak? membuatku pusing, pergi pergi jangan mendekat."


Alden menjauh sambil menutup idungnya.


Hueekkk


Huekkk...


Alden langsung lari ke toilet memuntahkan isi dalam perutnya lagi.


Felix pun langsung mencium badan nya.


"Perasaan wangi nya kalem deh, kenapa dia.." pikir Felix.


...****************...


.


.


"Kok aku tiba tiba ingin rujak ya.."


ucap Mileana saat berada di dalam kamar nya.


"Duhh sepertinya enak tuh kalo siang gini rujak apalagi mangga muda." pikir Mileana.


20 menit kemudian..


"Permisi non, saya sudah menemukan mangga muda nya." ucap mang wahyu.


"Terima kasih pak wahyu....." ucap Mileana bahagia sambil menerima mangga muda itu.


"Sama sama non gelis..hehe." ucap mang wahyu.


"Bi Asih.." panggil Mileana.


"Iyaa non ada apa?." sahut bi Asih


"Bisa ga buatin bumbu rujak?, ini ada mangga muda nya."


"Bisaa non.. amanlah sama bibi mah hehe.." ucap bi Asih.


"Oke bii.."


"Non kek yang lagi ngidam aja ya pengen mangga muda hehe.." ucap bi Asih


Deg!.


"Ahh engga ko bi, kebetulan kan aku pengen mangga muda aja udah lama soalnya."


"Hehe gapapa atuh non, bibi doain aja non cepat hamil.."


Mileana pun terdiam.


"Non kenapa melamun?." tanya bi Asih


"Tidak apa apa, ya sudah aku minta tolong ya bi, kita bikin bumbu rujak nya bareng bareng aja." ucap Mileana


"Ga perlu non, non mah tinggal diem duduk manis aja, istirhat. Biar bibi yang bikin bumbu rujak nya.."


"Gapapa kok bi, Milea pengen ikut bikin juga kesel soalnya.


"Ya sudah non, bibi mah gimana non aja.."


"Ya sudah bibi ke dapur duluan ya, aku ganti baju dulu."


"Siap non kalo gitu mah.." bi Asih pun pergi ke dapur.


...****************...


.


.


Tok tok tok!.


"Masuk."


Krekk (suara buka pintu)


"Siang presdir, saat nya jadwal makan siang kita." ucap Efron sambil melihat arloji di tangan nya.


"Aku tidak nafsu makan, kau saja sama Felix dan Toni pergi makan siang." ucap Alden lemas.


"Kau kenapa? wajah mu pucat, apa kau sakit?."


"Tidak , aku hanya masuk angin saja."


"Kita periksa ke dokter sekarang kak." panik Efron.


"Tidak perlu, nanti juga sembuh."


"Baiklah, aku akan take away makanan nya jika kau tidak ingin makan di luar." ucap Efron.


"Terima kasih.." sahut Alden


Efron pun keluar ruangan CEO.


"Apakah tuan Alden tidak ikut makan siang presdir?."


tanya Toni sambil berjalan beriringan dengan Efron dan Felix.


"Tidak, dia sedang tidak enak badan katanya."


"Tadi pagi aku melihat tuan Alden muntah muntah sepertinya bukan masuk angin biasa presdir, kita harus bawa tuan Alden ke dokter."


ucap Felix, kemudin mereka memasuki sebuah lift.


"Nanti setelah pulang dari kantor kita paksa kak Alden untuk pergi ke dokter."


"Baik presdir.." ucap Toni dan Felix.


Ting! (suara lift)


Mereka pun berjalan melangkah mengikuti Efron di belakang nya, para karyawan pun saling menundukan kepala nya saat bepapasan dengan Efron.


Efron pun hanya tersenyum mengangguk saja.


...****************...


.


Mileana baru saja selesai menghabiskan rujak mangga muda, perasaan yang ia dapat sangat senang keinginan nya bisa terwujud.


"Makasi ya bi Asih, mangga muda nya enak sekali."


"Siap non, kalau butuh apa apa mah ke bibi aja ya."


"Okee bi, Milea ke kamar dulu ya."


"Siap non.." ucap bi Asih tersenyum.


Saat Mileana tiba di kamar nya, kepala nya terasa pusing dan lemas.


"Kenapa ya aku merasa lemas sama pusing akhir akhir ini." pikir Mileana.


ponsel nya tiba tiba berdering membuyarkan lamunan Mileana dan di layar ponsel itu tertata nama 'My Hubby' video call.


Mileana pun segera mengangkat video call nya.


"Hi sayang..apakabar?."


ucap Brian dengan nada ceria.


"Hi sayang, alhamdulillah baik. Kamu gimana kabarnya disana?."


"Alhamdulillah sayang, meskipun aku baik baik saja disini tetep aja ada yang kurang, yaitu ga ada kamu."


"Hmm mulai deh ya hehe.."


"Aku rindu sekali sayang, pengen peluk kamu, cium kamu.."


"Cepet pulang maka nya, jangan betah betah di sana hehe.."


"Hehe iya sayang, minggu depan aku pulang ke Indonesia. Kamu pengen apa oleh oleh nya?."


"Aku gak butuh oleh oleh, aku butuh kamu pulang ke sini dengan sehat dan selamat."


"Aamiin... doain aja aku ya istriku, kamu sepertinya tidak merindukanku."


Brian cemberut.


"Kata siapa itu?." tanya Mileana.


"Buktinya kamu tidak pernah menghubungiku."


"Aku takut kamu sibuk sayang, lagi pula aku sering ngchat kamu kok, malah kamu yang jarang bales chat aku."


"Hmm gitu ya?, maaf deh aku sibuk sekali jarang lihat whatsapp sayang .."


"Tidak apa apa, aku mengerti kok."


"I love you.."


"I love you too.."


.


.


.


VISUAL REAL.


MILLEANA STEPHANIE ⬇️⬇️




BRIAN ALEXANDERRICO ⬇️⬇️



MILEANA DAN BRIAN ⬇️⬇️



.


BERSAMBUNG....


Jangan lupa like komen vote ya guys makaciwww🤗♥♥♥