
Setelah Milleana dan Catharina menyelesaikan makan siang nya. Mereka berdua pun berbincang bincang.
"Aku mempunyai hadiah untukmu." ucap Catharina sambil menyodorkan sebuah bag.
"Wahh, kenapa harus repot repot Lady..."
"Tidak apa apa, buka saja."
Milleana pun membuka sebuah bag yang berisi tas mewah berwarna silver gold.
"Oh my God!. This is so beautiful, aku sangat menyukainya Lady.." ucap Milleana dengan girang.
"Syukurlah jika kau menyukai nya.."
"Tapi kenapa kau memberiku hadiah Lady?."
"Sebagai tanda terima kasih karena kau telah membawa kan rancangan busanaku saat Fashion Week."
Milleana pun tertawa kecil.
"Itu sudah tugasku memberikan yang terbaik, kau tidak perlu memberi ku hadiah mewah seperti ini. Tapi, aku sangat berterima kasih kau sudah perhatian padaku hehe..."
"Tentu saja, sebagai tanda pengenal juga aku memberi mu hadiah. Oh ya, selamat juga kau akan menikah dengan tuan Brian.."
"Hehe.. terima kasih Lady." ucap Milleana dengan senyuman
"Brian itu pria yang sangat romantis ya, terlihat sekali bahwa dia sangat cinta mati padamu..." puji Catharina
"haha...semoga saja begitu Lady."
Ting...
Suara notif pesan dari ponsel Milleana berbunyi.
Milleana pun segera membaca pesan nya.
Tanteu Yasmin :
Sayang, apa kamu sedang tidak sibuk?, tanteu akan mengajakmu untuk fitting gaun pengantin sore ini...
"Hmm... Lady, seperti nya 30 menitan lagi aku harus fitting baju pengantin." ucap Milleana.
"Ohh tentu saja, hari hari ini kau pasti akan sibuk mempersiapkan pernikahan."
Milleana pun hanya tertawa kecil.
"Kau harus jaga kesehatan, jangan sampai kau sakit waktu malam pertama. Kasian kan Brian.. haha." ucap Catharina sambil tertawa ringan.
Mereka pun tertawa di sepanjang percakapan nya.
*****
2 Minggu kemudian...
Kini acara pernikahan Brian dan Milleana pun bergelar sangat mewah.
"Saya terima nikah dan kawin nya, Milleana Stephanie Wiratma binti Fahri Wiratma dengan maskawin cincin berlian di bayar tunai." ucap Brian dengan wajah tegas.
"Bagaimana para saksi, sah?." ucap sang penghulu.
"Sah"
"Sah"
"Alhamdulillahi rabbil Al-Amin..."
Penghulu pun mengucapkan doa doa kepada pengantin baru.
*****
Di sebuah gereja, Alden baru saja mengucapkan sebuah janji suci nya.
Kini Alden dan Anzela sedang menyambut seorang tamu.
"Selamat menempuh hidup baru tuan Alden dan nona Anzela." ucap tamu
"Terima kasih." ucap Alden dan Anzela.
"Selamat tuan Alden dan nona Anzela, semoga cepat di beri momongan ya.."
"Terima kasih.." sahut Anzela dengan senyuman.
Anzela terlihat sangat bahagia sehingga ia terus saja memberikan senyuman hangatnya kepada para tamu. Tapi tidak untuk Alden, dia seolah tidak menikmati pernikahannya. Wajahnya masih datar dan dingin seolah tidak ada garis kebahagiaan.
"Aku mohon tersenyum lah, untuk hari ini saja." ucap Anzela dengan nada rendah.
"Sejak kapan kau berani mengatur ku?." sahut Alden dengan dingin.
"Aku hanya memintamu tersenyum untuk hari ini saja, aku tidak ingin para tamu berprasangka jika kamu tidak bahagia menikah dengan ku."
"Memang aku tidak bahagia, kau yang menginginkan pernikahan ini, bukan aku."
"Tapi kau harus belajar menerima pernikahan ini, dan menerima ku sebagai istri mu."
"Itu hanya mimpi saja, posisimu hanya jadi ratu di istanaku, tapi tidak menjadi ratu di hatiku!. Kau tidak ada artinya di hidupku, dan aku tidak akan pernah menerima mu sampai kapan pun!." ucap Alden penuh penekanan, kemudian ia pun pergi menemui tamu kolega nya.
"Ishhhh!!!..." Rintih Anzela dengan sangat kesal menahan amarah nya.
"Lihat saja, suatu saat kau pasti akan bertekuk lutut padaku!, Alden Neilsen Shakalingga!." gerutu nya sambil mengangkat alis kirinya.
*****
"Selamat tuan Brian dan Miss Milleana... selamat menempuh hidup baru." ucap rekan rekan Brian.
"Terima kasih banyak." ucap Brian dan Milleana dengan senyuman.
"Semoga kamu bahagia ya Miss, sakinah mawadah warahmah..
"Allahuma Aamiin.. terima kasih doanya sahabatku" sahut Milleana sambil memeluk Merry dan Yulita.
Setelah mereka berdua sudah menyambut para tamu.
Kini Milleana dan Brian sedang berdansa dengan lagu yang sangat romantis.
Gerakan mereka membuat para penonton iri karena keserasian dan keromantisan nya.
Gaun putih yang melekat di tubuh Milleana bergerak mengikuti gerakan Milleana yang lincah.
"I love you, istriku.." bisik Brian sambil menyentuh daun telinga Milleana dengan bibirnya.
Membuat Milleana sedikit bergidik geli dan menutup matanya.
"I love you too, suamiku..." sahut nya kemudian memeluk Brian dengan sangat erat.
Prok prok prok!
Suara tepukan yang bergemuruh dari para tamu itu saat bunga mawar turun dari atap gedung menghujani pengantin baru dan juga para tamu, membuat suasana semakin ramai.
*****
Hari pun berganti Malam...
Millea baru saja menyelesaikan ritual mandi nya, begitu juga dengan Brian.
Kini Milleana sedang memakai baju tidur berbahan sutra, terlihat jelas kulit putih dan bening itu membuat Brian ingin segera melahapnya.
"Wangi sekali istriku..." bisik nya sambil memeluk Milleana dari belakang.
"Kan baru mandi hihi..." sahut Milleana sambil memegang tangan Brian di perutnya.
Brian pun membalikan badan Milleana untuk menghadap nya. Di tatap nya manik cokelat yang selalu menghiasi mata indah nya, dan juga wajah yang bersih tanpa jerawat, pori pori dan komedo.
"Kamu terlihat sangat cantik sekali malam ini..." puji Brian sambil menatap lekat wajah Milleana.
Mendengar ucapan dari Brian membuat Milleana ingin terbang ke langit ke 7.
Pipi Milleana berubah menjadi merah karena malu Brian tidak pernah lepas dari tatapan nya.
"Kenapa menunduk, apa wajahku menakutkan?." tanya Brian
Milleana pun menggelengkan kepalanya.
"Aku malu di liatin terus..." sahut Milleana dengan suara manja.
"Jangan malu... aku kan sudah menjadi suami kamu." ucap Brian sambil mengangkat pelan dagu lancip Milleana.
Milleana pun mencoba untuk membalas tatapan Brian.
Beberapa detik kedua insan saling menatap, mereka saling mengagumi fisik nya masing masing.
Perlahan tangan Brian mengelus pipi Milleana, membuat jantung Milleana berdegup kencang. Brian mendekatkan wajahnya, membuat Milleana sedikit nerves. Dan....
Cup!.
Brian melabuhkan bibirnya di bibir ranum Milleana. Bibir itu saling menempel, Brian memberikan ciuman yang sangat lembut hingga Milleana dapat menguasai permainan nya.
Ciuman itu kini berubah menjadi panas, Brian ******* bibir ranum itu dengan kedua tangannya yang mengelus pinggang ramping Milleana.
Perlahan tangan kanannya membuka kancing piyama Milleana, namun...
"Berhenti Bri..." ucap Milleana melepaskan pungutan nya.
"Kenapa?." ucap Brian dengan suara serak.
"A-aku...sedang datang bulan."
Wajah Brian pun berubah kecewa.
"M-maafkan aku...tidak memberitahumu." ucap Milleana dengan nada sedih.
"Aku tidak apa apa... berapa lama beres nya?." tanya Brian
"5 hari lagi.."
"Ya sudah tidak masalah, aku akan menunggumu." ucap nya dengan lembut.
"Benarkah, kau tidak marah?."
"Kenapa harus marah?, aku tidak apa apa."
"Terima kasih Bri..." Milleana pun langsung memeluk Brian.
"Kalau begitu, kita tidur. Kamu harus beristirahat."
"Baiklah, ayo kita tidur..." sahut Milleana sambil menarik tangan Brian menuju kasur king size nya.
Bersambung...
Salam hangat dari Author untuk para Readers 🥰
Selalu memenuhi protokol ya...
semoga kita diberikan kesehatan dan keselamatan Aamiin....
Love you All..❤️❤️🤗