
...ENTERED THE WRONG ROOM...
Selamat membaca🥰🥰🥰
.
.
.
...****************...
Mobil sport merah itu baru saja tiba di sebuah rumah sakit elit.
Brian keluar dari mobilnya dengan langkah yang terburu buru, begitu juga dengan yang lain nya.
"Cepat ambilkan brankar sekarang!." perintah Brian kepada pegawai rumah sakit.
Pegawai rumah sakit itu langsung memberikan sebuah brankar dan membopong Rossa yang tengah kejang kejang.
"Bunda yang kuat ya.." ucap Brian dengan langkah cepat mengikuti brankar.
"Sayang kamu pasti kuat.." ucap Fahri dengan mata berkaca kaca dan menggenggam kuat tangan Rossa.
"Mohon maaf kalian tidak boleh masuk ke ruangan, dan silahkan menunggu di luar." ucap salah satu suster saat mereka tiba di ruangan ICU.
"Selamat kan istri saya dokter.." ucap Fahri dengan suara seraknya.
"Saya akan berusaha semaksimal mungkin, kalian cukup berdoa saja." sahut dokter.
"Baik dokter.." ucap Brian.
Pintu ruang ICU pun akhirnya tertutup.
"Om...yang sabar ya, kita berdoa saja agar tante Rossa baik baik saja." ucap Felicya menenangkan Fahri.
"Terima kasih nak, kalian masih peduli sama kami."
"Bagaimanapun kau akan tetap seperti keluarga bagi kami." sahut Kamil.
"Terima kasih, aku meminta doa untuk kesembuhan istriku." ucap Fahri.
"Tentu saja, kami akan mendoakan yang terbaik untuknya." ucap Yasmin.
Brian pun mengusap pundak Fahri untuk menenangkan nya.
"pak Fahri mohon maaf aku tidak bisa menemanimu, aku harus pergi ke kantor karena ada urusan." ucap Kamil dengan berat hati.
"Tidak apa apa, kau pergilah ke kantormu aku tidak apa apa disini sendiri." ucap Fahri.
"Tidak begitu, aku akan menemani ayah disini sampai menunggu kabar bunda." ucap Brian.
"T-tapi kamu tidak sibuk kah nak?." tanya Fahri.
"Tidak ayah, di kantor ada David yang bisa menghandle nya." ucap Brian tersenyum.
"Kau adalah pria yang baik, ayah malu padamu atas sikap Milea.."
"Ssttt.. Jangan membahas tentang itu ayah." ucap Brian.
"Ya sudah, kalau begitu saya pergi dulu ke kantor.. Biarkan Yasmin dan Feli menemanimu juga disini." ucap Kamil.
"Iya kita akan menemanimu disini." sahut Yasmin.
"Terima kasih, hati hati di jalan nya pak Kamil." ucap Fahri.
"Hati hati di jalana ya pih ." ucap Felicya dan Yasmin.
"Iyaa, assalamualaikum."
"Waalaikumsalam.."
.
.
.
...****************...
"Aduh ko bisa macet sih pak." ucap Mileana dengan raut gusar.
"Ada kecelakaan truk nona." jawab sang supir taksi.
"Kenapa anda tau?." tanya Mileana.
"Dari sini terlihat nona.." jawabnya.
Mileana pun melihat sebuah truk dari kejauhan walaupun tidak jelas tapi truk itu memang terbalik.
"Hufftt!." Mileana menghela nafasnya.
...****************...
1 jam kemudian seorang dokter baru saja keluar dari ruangan ICU nya.
"Dokter bagaimana keadaan istriku?." ucap Fahri yang seketika menghampiri dokternya.
"Mohon anda tenang pak." ucap dokter dengan wajah yang tegang.
"Katakan bagaimana keadaan nya?." tanya Brian.
"Mohon maaf, saya sudah semaksimal mungkin untuk menyelamatkan ibu Rossa, tapi tuhan berkehendak lain.
Ibu Rossa sudah tiada." ucap dokter dengan berat hati.
DEGG!!!
"Tidak!, itu tidak mungkin istriku masih hidup!, katakan istriku masih hidup!." pekik Fahri dengan menarik kerah dokter.
"Ayah, ku mohon sabar dan istigfar..." ucap Brian menenangkan Fahri dengan menahan air matanya.
"Bunda tidak mungkin pergi." pekik Fahri
"Ya Tuhan, kenapa Rossa pergi secepat ini.." ucap Yasmin dalam hati sembari memegangi dadanya seolah tidak percaya.
Fahri menangis histeris dengan Brian yang memeluknya.
Tap!
Tap!
Tap!
Seorang wanita cantik berlari kencang menuju ruangan ICU karena sebelum nya ia sudah bertanya kepada resepsionis rumah sakit pasien yang bernama Rossa.
"A-ayah.." ucap Mileana terbata bata saat sudah tiba di ruangan ICU.
Semua mata tertuju kepada Mileana.
"Kamu!, ngapain kamu kesini ha!?, pergi kamu dari sini!." pekik Fahri dengan histeris.
"T-tapi aku ingin melihat keadaan bunda ayah.." ucap Mileana dengan menahan air matanya.
"Dia sudah tiada!, dia sudah pergi meninggalkan ku untuk selamanya!, dan itu semua gara gara kamu! puas kamu ha!?." bentak Fahri dengan mata yang membulat.
DUARR!!!
Mendengar itu Mileana seakan tersambar petir.
"A-apa?, i-itu tidak mungkin.." ucapnya dengan tubuh yang bergetar.
"Pergi kamu dari sini!, istriku sudah tiada dan itu gara gara kamu! Dasar anak durhaka!!." bentak Fahri.
Clak!
Air mata Mileana kini membanjiri kembali wajahnya.
"Hikss...tidak mungkin bunda meninggal.." ketus Mileana.
Pov Mileana :
Kakiku terasa lemas setelah mendengar kematian bunda, tubuhku bergetar, mataku buram, dadaku sangat sesak dan sakit. Ini seperti mimpi buruk bagiku, aku sungguh tidak percaya bahwa bunda telah meninggalkanku secepat ini. Rasanya aku ingin mati detik ini juga, aku kehilangan sosok malaikat hidupku di dunia ini.
Pov Author Back :
"Sekarang untuk apa kamu disini?." tanya Brian dengan wajah sinis
"Izinkan aku untuk melihat bunda terakhir kalinya kumohon..hiks." rintih Mileana.
"Tidak!, aku tidak mengizinkanmu ! Kau sekarang bukan anakku lagi, pergi kamu dari sini!!." bentak Fahri sembari mendorong tubuh Mileana.
"Maafkan aku..." ucap Mileana.
"Sudahlah lebih baik kamu pergi dari sini, dasar tidak punya malu!." ketus Yasmin dengan wajah gusar.
"Pergilah Milea, kejarlah ayah dari anak yang kau kandung itu." ucap Brian dengan wajah dingin.
"Pergi kamu! Dasar pengkhianat!." ketus Felicya sembari mendorong bahu Mileana.
Mileana sangat tidak kuat di rendahkan seperti itu.
Ia sangat sakit hati, tidak ada yang mampu membela dirinya saat ia sedang kesakitan seperti ini.
"Hiks..." ia menundukan wajahnya sambil menangis.
"Pergi kau dari sini! atau aku akan memanggil satpam untuk mengusirmu!." bentak Fahri.
Brian seketika menghampiri Mileana.
Kemudian ia mencengkram tangan Mileana lalu membawanya menjauh beberapa meter dari mereka.
"Brian lepaskan, tanganku sakit." rintih Mileana.
Brian pun melepaskan cengkraman nya.
"Brian kenapa kamu kasar sekali?." tanya Mileana menatap Brian.
"Pergilah dari sini," ucapnya dengan ekspresi datar.
"T-tapi.."
"Pergilah Mileana, sebelum kesabaranku habis."
Beberapa detik...
"Baiklah aku akan pergi.. Aku titip ayah padamu." ucap Mileana menundukan kepalanya.
"Tentu saja aku akan menjaga ayah." singkatnya.
"Aku pamit kalau begitu, maafkan aku.."
"Secepat mungkin aku akan mengurus perceraian." ucap Brian
Mileana pun terdiam.
"Semoga kamu bahagia bersama ayah dari anak yang kau kandung." ucap Brian dengan wajah yang memalingkan ke arah lain.
"Tidak, aku mencintaimu.." ucapnya.
Kemudian Mileana pergi dengan langkah yang menggontai meninggalkan rumah sakit.
Brian pun mengkuatkan hatinya untuk mengiklaskan kepergian Mileana dari hidupnya.
.
.
.
Bersambung...
🌹🌹🌹🌹
Thank You 🥰🥰🥰